Saturday, July 4, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Hikmah Beriman Kepada Malaikat (Bagian 9)

Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari keimanan kita kepada malaikat, di antaranya adalah sebagai berikut:

Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari keimanan kita kepada malaikat, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tidak berlaku sombong. Hal ini karena kita merasa bahwa sebagai manusia, selalu melakukan salah dan dosa. Di sana ada makhluk lain yang bernama malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Selain itu, kita merasa diawasi oleh malaikat dan bahwa seluruh amal perbuatan kita, selalu dicatat oleh Allah. Dengan demikian, kita tidak akan berlaku sombong karena sifat muraqabag kita itu.
  2. Memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Hal ini juga didasari dari sifat muraqabah tadi. Pengawasan yang melekat pada diri kita, menjadikan kita selalu mengingat Allah dan keinginan kuat untuk selalu beribadah kepadanya. Maka beriman kepada malaikat, akan menambah iman kita kepada Allah.
  3. Suka mendoakan kebaikan dan memberi ampunan untuk orang lain. Hal ini karena malaikat juga akan mendoakan kita ketika kita mendoalan orang lain. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

 

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

 

‘Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya [1] adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’” ‘Abdullah berkata: “Lalu aku pergi ke pasar dan bertemu dengan Abud Darda’ Radhiyallahu anhu, lalu beliau mengucapkan kata-kata seperti itu yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)

  1. Menghindari keinginan untuk berbuat dosa. Tentu karena sikap muraqabah tadi, yaitu bahwa malaikat selalu berada di kanan kiri kita dan mencatat amal kita. Perhatikan firman Allah berikut ini:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.Yaitu ketika kedua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. [Qâf/50:16-18]

 

  1. Semakin yakin akan kebesaran dari Allah SWT. Bahwa Allah mampu menciptakan makhluk yang luar biasa, seerti malaikat. Perhatikan sebuah hadis berikut: Istri Rasulullah SAW Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah SAW “Adakah hari dalam hidupmu yang lebih buruk dari pada hari perang Uhud?” Yang manakah hari terburuk dalam hidupmu?

Rasulullah SAW menjawab, Ya, itu adalah hari Aqabah di Thaif.
Ketika Rasulullah menyampaikan pesan Islam kepada penduduk Thaif, mereka justru menimpukinya dan mereka tidak mendengarkan pesannya dan mereka tidak mematuhi Rasulullah dan beberapa riwayat mengatakan mereka menimpukkinya dengan batu. Ini adalah hari terburuk dalam hidupnya.

Lalu ketika Rasulullah berbaring dengan wajahnya menghadap matahari dan tiba-tiba Dia melihat segumpal awan kelabu meneduhi kepalanya. Dan ketika Beliau menengadah, Rasulullah melihat malaikat Jibril a.s. Malaikat Jibril a.s berkata:

“Allah telah menyaksikan apa yang mereka lakukan kepadamu, dan bagaimana perlakuan mereka kepadamu. Jadi Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung untuk membantumu,” Kemudian Malaikat Jibril a.s memanggil malaikat penjaga gunung. Ketika malaikat penjaga gunung datang, Ia berkata kepada Rasulullah SAW, “Tuhanmu telah mengutusku, dan kami telah mendengar dan menyaksikan apa yang dilakukan orang-orang kepadamu. Perintahkanlah apa yang harus kulakukan. Apapun katamu akan ku lakukan. Apa kau ingin aku mengangkat dua gunung di Kota Mekkah? Sehingga orang-orang itu akan remuk karena terhimpit gunung itu?“ Rasulullah SAW menjawab “Tidak, aku lebih mengizinkan jika Allah SWT menjadikan keturunan dari orang-orang ini, generasi orang-orang setelah ini menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya”

Bayangkan, malaikat hendak mengangkat gunung? Itu artinya malaikat sangat besar. Ada pula malaikat yang mengangkat arsy rahman. Hal ini seperti firman Allah berikut:

 

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ

(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya (QS Al Mukmin : 7)

 

Betapa besar malaikat itu?

Bagi Allah, menciptakan mahluk itu sangatlah mudah, lebih mudah dari mengungkapkan kata kun fayakun.

  1. Bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah menciptakan malaikat untuk membantu segala kehidupan dan kepentingan manusia itu sendiri, seperti malaikat yang membantu membagikan rezki untuk umat manusia, malaikat yang selalu mendoakan hambanya yang berbuat baik, mendoakan hambanya yang menuntut ilmu, memohonkan ampun hambanya yang gemar beristigfar dan lain sebagainya. Firman Allah:

 

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, (QS Al Mukmin : 7)

 

  1. Menumbuhkembangkan sikap cinta terhadap amal soleh. Karena dengan mengetahui para malaikat di kanan kiri kita, maka kita akan menambah semangat untuk selalu beramal shalih. Kita menjadi termotifasi untuk beribadah kepada Allah.
  2. Merasa takut apabila telah melakukan perbuatan maksiat, karena dengan meyakini segala perbuatan itu, tak akan terlepas dari pengawasan malaikat.
    Bertakwa dan beriman kepada Allah SWT, serta berlomba-lomba dalam hal kebajikan.
    9. Membentuk sikap jujur, amanah dan mendorong diri kita untuk tetap senantiasa berbuat baik. sikap ini muncul atas pengawasan malaikat yang melekat pada diri kita.
  3. Menumbuhkan rasa untuk mengagungkan Allah SWT, karena dengan kekuasaan-Nya telah menciptakan malaikat yang begitu istimewa.
    11. Menambah kesadaran akan alam wujud yang tak terjangkau oleh panca indera manusia. Malaikat sebagai mahluk Allah yang diciptakan dari cahaya, tak Nampak oleh indera manusia. Namun yang tak Nampak itu, bukan bearti tidak ada. Malaikat ada dan mengemban tugas yang sangat mulia.

—++—-+——–

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

19 − 12 =

*