Saturday, January 23, 2021
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Hermeneutika; Sekadar Masukan untuk Adik-adik IMM

fdsagdsa

Pasca tadatus Ramadhan di UMM, saya coba ngintip diskusi adik-adik IMM. Banyak dari mereka yang bicara soal hemeneutika sebagai solusi ilmu tafsir. Saya memang tidak mengetahui persis mengenai latarbelakang pendidikan mereka. Hanya saja, sikap mereka tersebut menjadi pertanyaan besar bagi saya.

 

Ada pertanyaan sederhana, namun layak dijadikan renungan bersama. Jika mereka ini begitu semangat untuk mendalami hermeneutika, apakah mereka sudah mempuni dengan kajian ulumul Quran seperti yangs udah dituliskan oleh para ulama terdahulu? Sudah berapa kitab tafsirkah yang mereka selesaikan? Sudah berapa kitab ushul fikihkah yang mereka lahap? Sudah berapa ratus kitab fikihkah yang mereka telaah?

 

 

Pertanyaan tersebut sangat penting. Hal itu karena kita sering terjebak pada sikap latah. Tatkala hermeneutika “mendunia”, maka dengan begitu antusias mereka mencoba mendalami ilmu itu. Lalu dengan penuh semangat mengatakan bahwa ia adalah metodologi alternatif menggantikan kitab-kitab ulumul Quran.

 

Apakah dengan ulumul Quran yang sudah berkembang pesat dan menghasilkan jutaan kitab tafsir sepanjang zaman itu, al-Quran belum bisa dipahami sehingga harus menggunakan manhaj yang berkembang bukan dari sosiokultural bahasa Arab?

 

Mereka yang bangga dengan hermeneutika, apakah sudah sanggup menafsirkan al-Quran secara komperhensif dengan metode hermeneutika lepas dari ulumul Quran? Jika tidak seluruh al-Quran, minimal untuk surat terpendek dalam al-Quran, surat al-Kautsar, sanggupkah?

Jika adik-adik IMM itu, telah piawai dalam ilmu tafsir, lalu menemukan kelemahan sehingga memberikan kritikan ilmiah, maka usaha mereka itu patut kita hormati. Namun jika mereka berangkat dari sikap latah, apalagi modal bahasa Arab mereka lemah, kitab turas sama sekali belum didalami, ulumul Quran dan tafsir belum dibaca, lantas berteriak-teriak dengan tafsir hermeneutika, maka yang ada hanyalah sikap ironi dan prihatin. Wallahu a’lam

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ten − three =

*