Saturday, January 23, 2021
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Halaqah Ilmiyah; Mengaca Dari Aktivisas PCIM Cairo

fdsagh

 

Aktivis PCIM ketika berada di Cairo terbiasa dengan halaqah ilmiyah. Banyak kelompok-kelompok kajian yang dibina oleh PCIM, di antaranya adalah Kajian Pemikiran Islam (Al-Hikmah), kajian Ushul Fikih (Ar-Risalah), kajian Tafsir dan Ulumul Quran (Alwasathiyah), kajian Falak (AFDA) Seni dan Sastra (Papyrus) serta sidang Tarjih PCIM. Setiap kelompok melakukan kajian, melakukan pertemuan sekali dalam seminggu. Dengan demikian hampir setiap hari ada halaqah ilmiyah di Markaz Dakwah PCIM.

 

Selain kajian kecil itu, PCIM juga sering melakukan kajian masif (seminar umum) dan pelatihan-pelatihan bagi anggota, seperti pelatihan falak bagi anggota baru, pelatihan karya tulis ilmiah dan jurnalistik, pelatihan penerjemahan dan lain sebagainya.  semua aktivitas tersebut mendapatkan dukungan penuh dari pengurus dan anggota PCIM.

 

Selain kajian, mereka juga mempunyai majalah Sinar Muhamamdiyah yang terbit sekali dalam sebulan dan juga jurnal al-Umran. Dua media ini menjadi sarana tulis menulis bagi para kader dan aktivis PCIM.

 

Sementara itu, PCIA mempunyai TK ABA yang muridnya lebih dari 40 anak. Tidak hanya dari negara Indonesia, muridnya juga ada yang berasal dari Thailand dan Malaysia.

 

Kebiasaan melakukan halaqah ilmiyah itu terbawa sampai di Indonesia. Para alumni yang ada di Yogyakarta juga mempunyai halaqah ilmiyah yang disebut dengan Kajian Markaz Ushuli bertempat di Karangkajen Yogyakarta. Saat ini, setiap , malam Senin, Selasa dan Rabu bakda Isya, mereka mengkaji kitab Syarah Nazham al-Maqshud karya Abu Hanifah. Buku tersebut merupakan salah satu karya monumental tentang ilmu bahasa Arab yang ditulis oleh generasi salaf yang jarang disentuh oleh umat Islam Nusantara.

 

Harapannya, halaqah ilmiyah semakin membudaya di kalangan Muhammadiyah. Dengan halaqah ilmiyah ini, wawasan keislaman bagi anggota persyarikatan akan semakin bertambah. Semoga suatu saat, halaqah ilmiyah ini menjadi budaya Muhammadiyah. Amin

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 × 5 =

*