Sunday, November 17, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Gimana Ya, Menyikapi Istri Yang Keras Kepala?

salam

ust mau tanya, bagaimana ya menyikapi istri yang keras kepala?

 

Waalaikum salam

Dambaan seorang suami adalah mempunyai istri salihah. Karena ia menjadi permata dan hiasan dalam kehidupan dunia dan ahirat. Firman Allah:

 


فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ

“Wanita (istri) salihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (an-Nisa: 34)

 

Sabda Rasulullah saw:

 

 

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan[2] dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah.” (HR. Muslim)

 

Rasulullah saw bersabda kepada Umar ibnul Khaththab ra:

 

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرٍ مَا يَكْنِزُ ا رْملَْءُ، ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ، وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya[3], bila diperintah[4] akan menaatinya[5], dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud )

 

Yang harus disadari bagi seorang suami adalah bahwa seorang istri, sebagaimana layaknya semua manusia, mempunyai sifat bawaan. Sifat-sifat tersebut, belum tentu menafikan kesalihan dia. Seperti halnya seornag istri yang keras kepala.

 

Bisa saja, ia tetap rajin ibadah dan taat kepada suami,  namun punya sifat bawaan tadi. Bagaimana menyikapinya? Disebutkan dalam hadis berikut:

 

إِنَّ الْمَرْأَةََ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.”(HR. Muslim)

 

Hadis di atas sesungguhnya memberikan isyarat kepada suami bahwa istri memang mempunyai sifat yang unik, kadang keras kadang lembut. Jika kita selalu bersikap keras kepadanya, maka ia bisa marah, emosi dan bisa jadi meminta pisah. Jika kita selalu lembut, bisa jadi ia malah merasa selalu paling tinggi dan menjadi ketua dalam rumah tangga.

 

Menyikapi istri yang keras kepala, adalah dengan bersabdar. Jika ia marah, bersabar, diam dan meminta maaf. Karena sifat perempuan, sesungguhnya selalu merasa benar. Suami yang salah. Tatkala sudah reda dan sudah baikan,. Bicara baik-baik, dan sesekali memberikan nasihat dengan candaan dan ungkapan romantic.

 

Jika istri keras kepala sementara anda juga keras, maka akan hanculah keluarga. Tentu ini tidak kita inginkan bersama.

 

Bagaimanapun, istri banyak berjasa kepada suami. Kita telah mengambilnya dari mertua agar dia kita jaga baik-baik, sebagaimana sabda nabi berikut:

 

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika haji wada’,

فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ. فَإِنْ فَعَلْنَ ذَلِكَ فَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorang pun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti. Kewajiban kalian bagi istri kalian adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf” (HR. Muslim no. 1218).

 

Semga keluarga kita selalu terjaga dan menjadi keluarga sakinah, mawadah dan rahmah. Semoga keluarga kita menjadi sarana menuju surge. amin

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

10 + four =

*