Tuesday, September 17, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Fitrah Sebagai Sumber Pengetahuan

download (1)
Ada juga yang mengatakan bahwa pengetahuan bersifat fitrah. Nazar menurut mereka tidak dapat memberikan ilmu pengetahuan. Alasan mereka sebagai berikut:
1) Bahwa pengetahuan yang dihasilkan dari nazar bisa jadi berupa pengetahuan yang bersifat badihi atau pengetahuan yang bersumber dari yang bukan badihi agar tidak terjadi tasalsul dan daur. Padahal badihiyat tidak dapat dihasilkan (karena sudah ada dalam otak kita dan tidak perlu proses berfikir)
Hal ini dapat dilihat dari hal-hal berikut:
A). Bisa jadi fitrah manusia cukup untuk mendapatkan ilmu tanpa membutuhkan perangkat lain, atau ia masih butuh perangkat lain. Tidak bisa jika dikatakan bahwa untuk mendapat ilmu tidak membutuhkan perantara lain. Karena jika dmikian, maka kita mendapat ilmu yang bersifat badihi tanpa kita sadari. Dan ini mustahil.
. Jika untuk mendapat ilmu, ia masih butuh perangkat lain, bearti itu namanya bukan ilmu badihi, karena masih ada upaya proses berfikir oleh akal.

Contoh: Api panas. Dari mana manusia mengetahui bahwa api itu panas? Jika dikatakan dari indra, bearti api panas bukan badihiyat. Jika dikatakan ia mengetahuinya begitu saja, jug mustahil. Itu artinya manusia mendapat ilmu “api panas’ secara tidak sadar. Artinya, secara tiba-tiba, dia jadi tahu.

Ini artinya, ilmu memang fitrah.
Badihiyat adalah ilmu pasti, yang tidak ada orang yang menolak kebenarannya dan diketahui oleh semua orang.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

14 + seven =

*