Tuesday, December 18, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Digitalisasi Produk Tarjih Itu Mendesak


Para kyai, ulama, ustadz, santri dan para peneliti banyak yang diuntungkan dengan Program Maktabah Syamilah yang terdiri dari ratusan ribu judul buku. Ketika kita butuh pendapat ulama, atau mencari kitab tertentu, tinggal tulis kata kunci, lalu pilih tema-tema dalam kumpulan kitab, enter, dan munculllah ribuan tema terkait. Kita tinggal baca atau copy paste ungkapan yang kita inginkan.

Sebenarnya Muhammadiyah bisa membuat seperti itu. Apalagi universitas Muhammadiyah jumlahnya sangat banyak, jadi pasti banyak pakar IT. Tinggal buat tim kecil saja, lalu seluruh buku hasil Majelis Tarjih dan Tajdid digitalisasikan. Atau bisa ditambah dengan buku-buku kemuhammadiyahan baik yang ditulis oleh kader atau di peneliti non Muhammadiyah. Tentu ini akan sangat berharga dan membantu masyarakat yang rindu dengan hasil tarjih.

Selama ini, banyak keluhan di masyarakat bahwa untuk mencari fatwa tarjih saja, sulitnya minta ampun. Jika kita mencari persoalan fikih dengan seach di google, maka yang muncul adalah fatwa-fatwa dari berbagai kelompok Islam di luar Muhammadiyah. Demikian juga jika kita buka blog, youtube, telegram, WA dan medsos lainnya. Yang ramai adalah hasil fikih dan pemikiran keislaman dari kelompok lain. Sementara yang produk tarjih, atau hasil karya para ulama Muhammadiyah, sangat minim. Tentu ini sangat ironis, mengingat Muhammadiyah selama ini dikesankan sebagai gerakan modernis. Tapi untuk urusan yang sesungguhnya tidak terlalu rumit dan menjadi kebutuhan mendasar generasi milenia, Muhammadiyah jauh tertinggal.
Silahkan yang punya kemampuan IT, untuk menghibahkan dan mewakafkan ilmunya untuk kepentingan Muhammadiyah dan tentu umat Islam. Bantu majelis tarjih mensosialisasikan fatawanya. Para ulama yang duduk di majelis tarih, berilah kesempatan untuk berfikir tentang solusi persoalan umat, menghasilkan produk pemikiran Islam dan melakukan riset ilmiah. Sementara untuk sosialisai ke masyarakat, agar dilakukan oleh orang lain yang lebih muda dan enerjik, oleh ahli IT dari generasi milenia. Digitalisasi produk tarjih itu, sangat mendesak.
Insyaallah dengan demikian, produk tarjih tidak lagi termarjinalisasikan. Jamaah Muhammadiyah juga bisa dengan mudah mengakses produk tarjih. Dengan demikian, tidak ada alasan lagi jamaah Muhammadiyah berpindah haluan dan mengisi pengajian Muhammadiyah dengan mengambil produk lain di luar Muhammadiyah. Karena jika ini terus terjadi, dapat mengikis ideologi Muhammadiyah. Dan pada akhirnya Amal Usaha Muhammadiyah, pelan-pelan pindah tangan dengan cara yang tidak disadari oleh jamaah. Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open