Sunday, July 5, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Di Sisi Perbedaan Antara Muktazilah dan Asyariya

dsaghh
berikut hasil diskusi mentah dari group almuflihun ilmu kalam.semoga bermanfaat:

Terkait dengan sifat Allah, ada perbedaan Muktazilah dan Asyariyah. Bagi muktazilah, bahwa sifat allah dan dzat allah adalah satu dan tidak bisa dipisah-pisah. Jika kita memisahkan anatara sifat allah dengan dzat allah, maka sama saja kita menganggap bahwa allah itu berbilang.

Logika yang dipakai muktazilah sebagai berikut. Atom (jauhar) mempunya sifat (al aradt). Antara jauhar dengan arad adalah satu kesatuan. Jadi tidak bisa dipisahkan antara jauhar dengan arth itu. Seperti halnya antara kayu dengan warnanya dan bentuknya. Warna dan bentuk itu menyatu pada diri kayu. Jika tidak ada warna dan bentuk itu, maka tidak ada kayu sama sekali. Jika kita menganggap bahwa antara esensi kayu dengan warda dan bentuk itu suatu yang terpisah, sama artinya kita menganggap ada banyak esensi dari kayu, yaitu kayu, bentuk, warna, bau, dan lain sebgainya. Jadinya bukan satu kayu tapi banyak kayu.

Beda dengan Asyariyah. Antara sifat dengan dzat itu berbeda. Sifat itu qaimun biodzatihi. Perhatikan definisi sifat menurut asyariyah berikut:
هي ما دل علي معنى وجودي قائم بالذات
sesuatu yang menunjukkan pada makna wujudi, yang ada bersama dengan dzat.

Maksudnya qaimun bi dzat adalah bahwa sifat-sifat tadi, “terpisah” dengan dzat. Ia ada karena dzat namun mempunyai fungsi masing-masing.

Contoh:
Allah Maha Mengetahui (alik). Sifat alim ini menunjukkan mengenai ilmu Allah yang meliputan semua hal, baik telah lalu, sedang dan akan terjadi. Kemudian sifat ilm ini di takhsi oleh sifat iradah. Sifat ini fungsinya untuk menspesialisskan ilmu allah itu. Katakanlah allah ingin mencipta alam raya. Hanya saja, sifat iradah ini belum mampu menciptakan alam raya. Sifat qudrahlah yang punya kemampuan untuk mencipta itu.

Logika yang dipakai oleh asyariyah mirip dengan muktazilah, yaitu terkait dengan jauhar da ard. Bagi asyariyah, ard tidak akan terwujud dan tidak aka nada kecuali ada jauhar. Hanya saja, ard ini menjadi identitas jauhar. Tanpa adanya ard ini, jauhar tidak akan dapat teridentifikasi. Artd ini beda-beda dan punya “fungsi” masing-masing.

Esensi kayu, besa berbentuk kotak, warna cokelat, berbau dan lain-lain. Antara kotak, warna dan bau itu sesuatu yang berbeda dan punya fungsi yang berbeda. namun kesemuaannya mempunyai satu fungsi, yaitu untuk mengidentifikasikan kayu.

Yang sya lihat, bahwa perbedaan antara muktazilah dan asyariyah itu sesungguhnya adalah perbedaan filosofis saja. Kenyataannya, perbedaan filosofis ini berpengaruh kepada perbedaan dalam politik dan social.

Pada masa al makmun, muktzilah sangat ekstrim dengan paham yang dia ikuti. Semua yang berbeda dengan pendapatnya dianggap “tidak mengesakan allah” dan lepaku bidah. Maka mereka yang percaya dengan sifat tuhan yang 20 itu, dianggap telah melakukan perbuatan bidah. Bahkan mereka dianggap lebih fatal dari orang Kristen yang sekadar menganggap tuhan ada tiga. Ahlul hadis dianggap mengakui tuhan menjadi 20.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 × three =

*