Thursday, September 24, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Daulah Bani Abbas

abbasiyah

Abbasiyah itu dinisbatkan ke Abbas paman Rasul. Abbasiyah sendiri berdiri dari gabungan dan koalisi berbagai kelompok oposisi, baik dari Bani Hahasyim, Muktazilah, Syiah dan lain sebagainya. Mulanya mereka membuat gerakan rahasia, hingga tatkala sudah kuat, mereeka mulai membentuk kekuatan koalisi yang besar. Mereka yang tidak suka dengan Bani Umayyah bersatu di kelompok ini. Makanya tidak mengherankan jik a jika awal-awal kekuasaan Abbasiyah, nuansa Muktazilah dan Syiahnya cukup kentara.

 

 

 

Jika syiah sejak awal banyak bergerak di ranah politik praktis, muktazilah bergerak di ranah pemikiran Islam. Kecuali setelah dinasti Abbasiyah berdiri, maka muktazilah mulai masuk ke dalam politik praktis. Ini sangat logis, karena memang muktazilah mempunyai andil dalam pendirian khalifah Bani Abbas. Bahkan para tokoh Syiah juga banyak yang berguru dari para pemikir muktazilah, seperti imam Zaid yang merupakan murid langsung dari Washil Ibnu Atho, sang pendiri Muktazilah.

 

 

Selain keompok-kelompok tadi, gerakan Abbasiyah juga dibantu oleh gerakan syuubiyah, yaitu kekompok militer non Arab. Umumnya orang-orang non Arab mendukung Bani Abbas. Ini sangat rasional, karena mereka di masa Bani Umayyah menjadi bangsa kelas dua. Mereka terpinggirkan secara politik. Orang-orang ajam ini, kebanyakan bergerak di ranah pemikiran Islam. Bahkan banyak dari para ulama besar yang berasal dari kalangan non Arab ini. Gerakan non Arab yang memberikan dukungan kepada Bani Abbas, kebanyakan berasal dari Persia, Afganistan, Turki dan Afrika.

 

Karena dari awal pembentukan, khalifah Bani Abbas merupakan kumpulan koalisi dari berbagai golongan, pemerintah Abbasiyah yang dipelopori oleh Abu Abbas as-Sufah dalam pemerintahannya mengakomodir semua kelompok tersebut. Komposisi pemerintahan juga bermacam-macam dan tiodak monopoli bangsa Arab atau Bani Hasyim. Banyak juga jendral yang berasal dari orang non Arab.
Oleh Abid al-Jabiri dalam kitabnya Naqdul Aqlil Arabiy disebutkan bahwa daulah Abbasiyah ini8 lebih dekat dengan ruhul Islam. Hal ini karena mereka membuat persamaan antara bangsa Arab dan non Arab. Tidak ada lagi diskriminasi dari sisi ras.
Abbasiyah juga mengedepankan sistem syura. Di zaman Abbasiyah ini mulai muncul perdana menteri sebagai pembantu sang khalifah. Perdana menteri ini lebih fokus kepada urusan internal sementara khalifah kepada urusan eksternal dan urusan-urusan strategis negara.

 

Orang non Arab makin banyak yang mejadi jendral di daulah Abbasiyah, khususnya dari kalangan Turki. Bahkan di maza Abbasiyah 2, pengaruh jendral Turki ini sangat besar. mereka mampu mengatur kebijakan pemerintahan, bahkan khalifah menjadi seperti boneka saja. Kekuasaan militer Turki sangat dominan. Militer Turki bahkan seperti membentuk negara dalam negara. Karena pengaruh mereka yang begitu besar.

 

Karena Daulah Abbasiyah merupakan kumpulan dari berbagai kelompok Islam, maka kompisis politiknya juga beragam. Positifnya situasi politik jadi lebih stabil. Kesetabilan politik berpengaruh besar pada perkembangan berbagai ilmu pengetahuan Islam.

 
Di masa Daulah Bani Abbas, banyak dibangun perpustakaan, laboratorium penelitian, rumah sakit, universitas, dan lain sebagainya.  Peradaban Islam mencapai puncak keemasannya.  (Bersambung….)

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

14 + 20 =

*