Thursday, June 20, 2019
Artikel Terbaru

Uncategorized

Hukum Lafal Akad yang Terpengaruh Logat Daerah

Jika tradisi suatu daerah mengucapkan akad tidak fasih, sebagai contoh zawaj berubah jadi (Jawâj), sehingga terjadi kesalahan dalam ungkapan lafal akad tersebut, maka kesalahan tersebut dapat dimaklumi dan akad pun dianggap sah. Contoh, jika wali mengatakan, “Jawwaztuki binti hâdzihi”  (aku nikahkan anakku ini), kemudian orang yang melamar menjawab, “qabiltu hâdza al-jawâz” (aku terima pernikahan ini). Demikian juga jika dalam ucapan ... Read More »

Mungkinkah Manusia Memperoleh Pengetahuan?

 Kaum shopis mempertanyakan, mungkinkah manusia dapat memiliki pengetahuan?. Mereka memang meragukan dan bahkan mengingkari bahwa manusia dapat memiliki pengetahuan. Bapak kaum shopis, Georgias pernah berkata, “Segala sesuatu tidak ada. Jika adapun, maka tidak dapat diketahui, atau jika dapat diketahui, maka tidak bisa diinformasikan”10. Sikap skeptis mereka tidak hanya terhadap wujud, namun juga terhadap pencipta alam. Menurut Phitagoras bahwa keberadaan Tuhan ... Read More »

Menjawab Keraguan Atas Keoutentikan al-Quran

 Belakangan ini banyak yang meragukan tentang validitas dan keoutentikan al-Quran. Mereka banyak menggunakan-hadis-hadis lemah bahkan maudu untuk membenarkan mengenai kebenaran pendaat mereka. Di antaranya adalah bahwa al-Qiran saat ini sudah jauh berbeda dengan al-Quran pada masa Nabi, banyak ayat terbuat, terjadi perbedaan mushaf di antara para sahabat dan berbagai tudingan miring lainnya.   Sebenarnya persoalan di atas bukanlah sesuatu yang ... Read More »

Struktur Filsafat Ilmu Islam; Akar Epistemologi Menurut Al-Qur’ân dan Al-Sunnah

  Teori Pengetahuan   Epistemologi selalu menjadi bahan yang menarik untuk dikaji, karena disinilah dasar-dasar pengetahuan maupun teori pengetahuan yang diperoleh manusia menjadi bahan pijakan. Konsep-konsep ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dewasa ini beserta aspek-aspek praktis yang ditimbulkannya dapat dilacak akarnya pada struktur pengetahuan yang membentuknya. Dari epistemologi, juga filsafat -dalam hal ini filsafat modern- terpecah berbagai aliran yang cukup ... Read More »

Argumentasi bagi Mereka yang Menolak Penggunaan Sadd al-Dzarî`ah

Aliran kedua, yaitu Ibnu Hazm dan para pengikut madzhab Zhâhiriyyah tidak mengakui sadd al-dzarî`ah sebagai salah satu piranti dalam menetapkan hukum fikih. Mereka hanya memahami nas dengan melihat pada zahir nas saja serta menggugurkan setiap argumentasi yang dibangun di atas logika seperti qiyâs, istishlâh, istihsân, termasuk juga sadd al-dzarî`ah.  Dalam kitab al-ihkâm fî ushûli’l ahkâm, Ibnu Hazm menuliskan bab khusus ... Read More »

Politik Luar Negeri Amerika untuk Negara-negara Dunia Ketiga

Pasca perang dunia II, politik dunia dibayang-bayangi oleh dua kekuatan besar, blok barat dibawah payung Amerika dan blok timur dibawah payung Uni Soviet. Sejak keruntuhan Uni Soviet, politik dunia dikuasai satu kutub Amerika. Dengan kekuatan militer dan ekonominya, Amerika dapat berbuat apa saja sesuai dengan kehendaknya. Amerika berupaya menjadikan negerinya sebagai pusat dan poros peradaban dunia. Negara manapun diwajibkan berputar ... Read More »

Hukum Akad Nikah dengan Syarat

Maksud syarat di sini adalah ketika salah seorang dari kedua mempelai dalam akad nikah meminta syarat tertentu. Menurut Madzhab Hanafi bahwa syarat dibagi menjadi tiga; pertama, syarat yang benar. Kedua, syarat yang salah. Ketiga, syarat yang batil. Keterangan, sebagai berikut: Syarat dari para mempelai dianggap sah manakala memenuhi kriteria sebagai berikut: Syarat yang berkaitan dengan akad, seperti; syarat seorang istri ... Read More »

Praduga

Praduga adalah memilih antara dua kemungkinan yang saling bertentangan. Praduga juga bukan ilmu, karena ilmu adalah sebuah keyakinan Antara ilmu dan praduga juga tidak dapat terjadi dalam satu waktu dan dalam menyikapi esensi yang sama Contoh: “Kayaknya saya akan makan pisang, tapi di satu waktu saya yakin akan makan pisang” “Kayaknya” dan “keyakinan” tidak dapat terjadi dalam satu waktu pada ... Read More »

Perbedaan antara al-Dzarî`ah dengan Muqaddimah

 Ada perbedaan antara al-dzarî`ah dengan muqaddimah. Bahwa muqaddimah sesuatu adalah keberadaan suatu perkara bergantung kepada perkara yang lain. Titik tolaknya terdapat pada kebergantungan maksud sesuatu pada sesuatu yang lain. Sementara titik tolak pada al-dzarî`ah  adalah sarana yang dapat mengantarkan kepada maksud dan tujuan. Sebagai contoh bahwa pondasi merupakan muqaddimah dari keberadaan suatu bangunan. Sementara tangga merupakan sarana atau jalan menuju ... Read More »

Ragu-ragu

Apakah ‘ragu-ragu’ itu? Menurut Abu Hasyim, ragu ragu adalah ketiadaan ilmu Namun pendapat ini ditolak oleh al-Amidi Karena benda mati juga tiada ilmu Namun tidak disbeut ragu ragu Jika dikatakan, ketiadaan ilmu yang (tidak tau) semestinya ia berilmu (semestinya tau), juga tidak dapat diterima Karena dengan ketidak tauannya tersebut, ia tidak dapat menghukumi sesuatu benar atau salah Jadi ia tidak ... Read More »