Wednesday, June 20, 2018
Artikel Terbaru

slider

Antara Ibadah Dunia Dan Akhirat

Ibadah dunia? Tentu sangat aneh. Umumnya ibadah terkait dengan akhirat. Pembagian ibadah menjadi dua, yaitu ibadah dunia dan akhirat dilakukan oleh imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin jilid 1. Menurut Ghazali, ibadah manusia mempunyai dua implikasi, yaitu implikasi terhadap hukum positif di dunia dan kedua implikasi hukum Tuhan kelak di akhirat. Hukum syariat dengan segala cabangnya, menurut Ghazali berpengaruh terhadap ... Read More »

Urgensi Niat Dalam Aktivitas Hamba

Rasulullah saw bersabda: إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya ... Read More »

Niat Ibadah Dan Niat Untuk Sarana Ibadah

Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai urgensi niat dan bahwa niat sangat menentukan terhadap amal perbuatan seorang hamba. Terkait hal ini bias dirujuk kembali tulisan dengan judul “Maqashidul Mukallaf” dan “Maqasidul Ibadah”.. Terkait perkara ibadah, para ulama sepakat bahwa ibadah membutuhkan niat. Jika seseorang beribadah tanpa niat, atau dengan niat berbeda, maka ibadahnya tidak sah. Contoh, shalat merupakan maqshad asliyah dari ... Read More »

Persengketaan RSIP Dalam Perspektif Fikih Islam

Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi. Maksud khalifah di sisi adalah menjadi wakil Tuhan untuk mengurusi dunia dengan membangun peradaban. Segala sesuatu di dunia ini, pada hakekatnya adalah milik Allah semata. Manusia sama sekali tidak memiliki apapun, bahkan dirinya sendiri bukan menjadi hak dan miliknya. Oleh karena itu, Allah mengharamkan manusia melakukan tindak bunuh diri sebagai wujud pelanggaran atas ... Read More »

Kerangka Ilmu Maqashid Perspektif Ibnu Asyur

Sebelumnya telah kami sampaikan ringkasan terkait kerangka maqashid menurut Ibnu Taimiyah. Berikut kami sampaikan ringkasan kerangka ilmu maqashid perspektif Ibnu Asyur. Beliau sendiri adalah ulama besar asal Tunis yang wafat tahun 1973. Beliau pakar ilmu maqashid dan dianggap sebagai pembaharu ilmu maqashid abad ini. Secara ringkas Ibnu Asyur menyebutkan poin penting urgensi ilmu maqashid bagi seorang mujtahid, setidaknya dalam 5 ... Read More »

Antara Tsawabit dan Mutagayyirat

Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai pandanganIbnu Taimiyah terkait kerangka maslahat seperti yang beliau tulisdalam kitab majmu. Terkati hal ini bisa dirujuk tulisan sebelumnya yang berjudul, “Begini Ibnu Taimiyah Melihat Kerangka Maslahat”. 10 point yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah merupakan persepsi dan kaedah terpenting dalam pembahasan maqashid syariah. Haya perlu diharisbawahi bahwa dalam penerapan ijtihad maqashidi ini harus memperhatikan kaedah yang ... Read More »

Shalat Tahajut Setelah Shalat Witir, Boleh G Ya?

Mau Tanya, apakah setelah shalat witir boleh melaksanakan shalat tahajudpada bulan ramadhan karena sebagian mengatakan shalat witir penutup shalatmalam. Suwun Ust. Wahyudi Abdurrahim Lc: Boleh melaksanakan shalat sunnah setelah shalat witir, dan tidak perlu shalat witir lagi. Dalilnya sebagai berikut: كَانَ يُصَلِّى ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ ... Read More »

Ust Wawan Gunawan: Istri Pun Butuh Suami Shalih

Seorang istri pun mendambakan seorang laki-laki shalih. Sudahkah shalihkah kita sebagai suami bagi istri kita, sebagai ayah bagi putra putri kita, sebagai sahabat bagi teman-teman kita, sebagai anggota masyarakat di tengah masyarakat kita? Saya sengaja menuliskan itu karena boleh jadi diantara kita ada yang terlalu menuntut kepada istrinya sementara hak-haknya sebagai isterinya tidak dipenuhinya dengan baik? Masih ingatkah kita dengan ... Read More »

Begini Ibnu Taimiyah Melihat Kerangka Maslahat

Sebelumnya kami sampaikan bahwa kerangka maqashid syariah bertumpu pada kajian induktif atas nas al-Quran dan sunnah Nabi. Kerangka maqashid syariah menjadikan nas sebagai standar maslahat. Jika yang dijadikan standar sekadar maslahat hamba yang sifatnya subyektif, dan bukan berdasarkan pada nas syari, maka kerangka berfikir seperti ini tidak disebut sebaai kerangka berfikir maqashidi. Jadi, akal maqashidi adalah kerangka berfikir yang tetap ... Read More »

Meninjau Ulang Isitlah Darul Ahdi Muhammadiyah

Al-Ahdu, maknanya adalah al-mitsq atau as-Shalhu, yaitu perjanjian antara dua orang atau kelompok. Dalam al-Quran Allah berfirman: وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدتُّمْ Artinya: Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji (QS. An-Nahl: 21) Maksudnya adalah jika seseorang melakukan perjanjian dengan sesama, hendaklah ia menepatinya. Janji dengan sesama hamba sama artinya melakukan perjanjian dengan Allah. Di sini, janji terdiri dari ... Read More »

Open