Thursday, June 20, 2019
Artikel Terbaru

slider

Lalai dan Lupa

Setelah pembahanas ilmu, bodoh, ragu dan praduga, sekarang kita masuk kepada pembahasan lalai dan lupa. Lalai dan lupa juga antonim dari ilmu. Karena seseorang tidak mungkin ‘mengetahui’, namun disatu waktu dia juga ‘lupa dan lalai’. Apakah lupa dan lalai berkaitan dengan dua esensi? Hal ini sama pembahasannya dengan ilmu, bodoh, ragu dan praduga. Jawabannya bisa dirujuk ke belakang. Semua sepakat ... Read More »

Aktivis Muhammadiyah; Bekerja dalam Diam

Setiap kita adalah dai. Setiap muslim adalah manusia yang diberi amanah Allah untuk melakukan kegiatan amar makruf nahi munkar dan saling nasihat menasihati dalam kebenaran. Amar makruf nahi munkar, secara lisan nampaknya mudah, namun dalam tataran praktis, perbuatan ini menjadi sangat berat. Apalagi kemunkaran yang berada di depan mata kita sangat banyak dan menggunung. Kita hidup dalam sebuah genberasi ahir zaman, ... Read More »

Posisi Perempuan di Masa Rasulullah

Sebelum Islam datang, kondisi wanita Arab jahiliyah sangat memprihatinkan. Mereka bukan hanya dianggap sebagai manusia hina, namun keberadaan mereka saja bahkan tidak diinginkan. Sebagian kabilah Arab bahkan mengubur anak perempuannya hidup-hidup. Itu karena mereka merasa malu mempunyai anak perempuan. Bagi mereka, wanita tidak mempunyai kemampuan apapun. Wanita tidak dapat menjadi tulang punggung keluarga. Wanita tidak dapat menjadi pahlawan untuk membela ... Read More »

Hukum Lafal Akad yang Terpengaruh Logat Daerah

Jika tradisi suatu daerah mengucapkan akad tidak fasih, sebagai contoh zawaj berubah jadi (Jawâj), sehingga terjadi kesalahan dalam ungkapan lafal akad tersebut, maka kesalahan tersebut dapat dimaklumi dan akad pun dianggap sah. Contoh, jika wali mengatakan, “Jawwaztuki binti hâdzihi”  (aku nikahkan anakku ini), kemudian orang yang melamar menjawab, “qabiltu hâdza al-jawâz” (aku terima pernikahan ini). Demikian juga jika dalam ucapan ... Read More »

Mungkinkah Manusia Memperoleh Pengetahuan?

 Kaum shopis mempertanyakan, mungkinkah manusia dapat memiliki pengetahuan?. Mereka memang meragukan dan bahkan mengingkari bahwa manusia dapat memiliki pengetahuan. Bapak kaum shopis, Georgias pernah berkata, “Segala sesuatu tidak ada. Jika adapun, maka tidak dapat diketahui, atau jika dapat diketahui, maka tidak bisa diinformasikan”10. Sikap skeptis mereka tidak hanya terhadap wujud, namun juga terhadap pencipta alam. Menurut Phitagoras bahwa keberadaan Tuhan ... Read More »

Menjawab Keraguan Atas Keoutentikan al-Quran

 Belakangan ini banyak yang meragukan tentang validitas dan keoutentikan al-Quran. Mereka banyak menggunakan-hadis-hadis lemah bahkan maudu untuk membenarkan mengenai kebenaran pendaat mereka. Di antaranya adalah bahwa al-Qiran saat ini sudah jauh berbeda dengan al-Quran pada masa Nabi, banyak ayat terbuat, terjadi perbedaan mushaf di antara para sahabat dan berbagai tudingan miring lainnya.   Sebenarnya persoalan di atas bukanlah sesuatu yang ... Read More »

Struktur Filsafat Ilmu Islam; Akar Epistemologi Menurut Al-Qur’ân dan Al-Sunnah

  Teori Pengetahuan   Epistemologi selalu menjadi bahan yang menarik untuk dikaji, karena disinilah dasar-dasar pengetahuan maupun teori pengetahuan yang diperoleh manusia menjadi bahan pijakan. Konsep-konsep ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dewasa ini beserta aspek-aspek praktis yang ditimbulkannya dapat dilacak akarnya pada struktur pengetahuan yang membentuknya. Dari epistemologi, juga filsafat -dalam hal ini filsafat modern- terpecah berbagai aliran yang cukup ... Read More »

Argumentasi bagi Mereka yang Menolak Penggunaan Sadd al-Dzarî`ah

Aliran kedua, yaitu Ibnu Hazm dan para pengikut madzhab Zhâhiriyyah tidak mengakui sadd al-dzarî`ah sebagai salah satu piranti dalam menetapkan hukum fikih. Mereka hanya memahami nas dengan melihat pada zahir nas saja serta menggugurkan setiap argumentasi yang dibangun di atas logika seperti qiyâs, istishlâh, istihsân, termasuk juga sadd al-dzarî`ah.  Dalam kitab al-ihkâm fî ushûli’l ahkâm, Ibnu Hazm menuliskan bab khusus ... Read More »

Politik Luar Negeri Amerika untuk Negara-negara Dunia Ketiga

Pasca perang dunia II, politik dunia dibayang-bayangi oleh dua kekuatan besar, blok barat dibawah payung Amerika dan blok timur dibawah payung Uni Soviet. Sejak keruntuhan Uni Soviet, politik dunia dikuasai satu kutub Amerika. Dengan kekuatan militer dan ekonominya, Amerika dapat berbuat apa saja sesuai dengan kehendaknya. Amerika berupaya menjadikan negerinya sebagai pusat dan poros peradaban dunia. Negara manapun diwajibkan berputar ... Read More »

Hukum Akad Nikah dengan Syarat

Maksud syarat di sini adalah ketika salah seorang dari kedua mempelai dalam akad nikah meminta syarat tertentu. Menurut Madzhab Hanafi bahwa syarat dibagi menjadi tiga; pertama, syarat yang benar. Kedua, syarat yang salah. Ketiga, syarat yang batil. Keterangan, sebagai berikut: Syarat dari para mempelai dianggap sah manakala memenuhi kriteria sebagai berikut: Syarat yang berkaitan dengan akad, seperti; syarat seorang istri ... Read More »