Tuesday, October 16, 2018
Artikel Terbaru

slider

Argumentasi bagi Mereka yang Menolak Penggunaan Sadd al-Dzarî`ah

Aliran kedua, yaitu Ibnu Hazm dan para pengikut madzhab Zhâhiriyyah tidak mengakui sadd al-dzarî`ah sebagai salah satu piranti dalam menetapkan hukum fikih. Mereka hanya memahami nas dengan melihat pada zahir nas saja serta menggugurkan setiap argumentasi yang dibangun di atas logika seperti qiyâs, istishlâh, istihsân, termasuk juga sadd al-dzarî`ah.  Dalam kitab al-ihkâm fî ushûli’l ahkâm, Ibnu Hazm menuliskan bab khusus ... Read More »

Politik Luar Negeri Amerika untuk Negara-negara Dunia Ketiga

Pasca perang dunia II, politik dunia dibayang-bayangi oleh dua kekuatan besar, blok barat dibawah payung Amerika dan blok timur dibawah payung Uni Soviet. Sejak keruntuhan Uni Soviet, politik dunia dikuasai satu kutub Amerika. Dengan kekuatan militer dan ekonominya, Amerika dapat berbuat apa saja sesuai dengan kehendaknya. Amerika berupaya menjadikan negerinya sebagai pusat dan poros peradaban dunia. Negara manapun diwajibkan berputar ... Read More »

Hukum Akad Nikah dengan Syarat

Maksud syarat di sini adalah ketika salah seorang dari kedua mempelai dalam akad nikah meminta syarat tertentu. Menurut Madzhab Hanafi bahwa syarat dibagi menjadi tiga; pertama, syarat yang benar. Kedua, syarat yang salah. Ketiga, syarat yang batil. Keterangan, sebagai berikut: Syarat dari para mempelai dianggap sah manakala memenuhi kriteria sebagai berikut: Syarat yang berkaitan dengan akad, seperti; syarat seorang istri ... Read More »

Praduga

Praduga adalah memilih antara dua kemungkinan yang saling bertentangan. Praduga juga bukan ilmu, karena ilmu adalah sebuah keyakinan Antara ilmu dan praduga juga tidak dapat terjadi dalam satu waktu dan dalam menyikapi esensi yang sama Contoh: “Kayaknya saya akan makan pisang, tapi di satu waktu saya yakin akan makan pisang” “Kayaknya” dan “keyakinan” tidak dapat terjadi dalam satu waktu pada ... Read More »

Perbedaan antara al-Dzarî`ah dengan Muqaddimah

 Ada perbedaan antara al-dzarî`ah dengan muqaddimah. Bahwa muqaddimah sesuatu adalah keberadaan suatu perkara bergantung kepada perkara yang lain. Titik tolaknya terdapat pada kebergantungan maksud sesuatu pada sesuatu yang lain. Sementara titik tolak pada al-dzarî`ah  adalah sarana yang dapat mengantarkan kepada maksud dan tujuan. Sebagai contoh bahwa pondasi merupakan muqaddimah dari keberadaan suatu bangunan. Sementara tangga merupakan sarana atau jalan menuju ... Read More »

Ragu-ragu

Apakah ‘ragu-ragu’ itu? Menurut Abu Hasyim, ragu ragu adalah ketiadaan ilmu Namun pendapat ini ditolak oleh al-Amidi Karena benda mati juga tiada ilmu Namun tidak disbeut ragu ragu Jika dikatakan, ketiadaan ilmu yang (tidak tau) semestinya ia berilmu (semestinya tau), juga tidak dapat diterima Karena dengan ketidak tauannya tersebut, ia tidak dapat menghukumi sesuatu benar atau salah Jadi ia tidak ... Read More »

Hukum Akad Nikah, Ketika Salah Satu dari Mempelai Tidak di Tempat

Jika akad nikah dilaksanakan sementara salah satu dari mempelai tidak ada di tempat, maka hukum akad nikah dianggap sah jika memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti salah satu mempelai mengirim utusan atau surat sebagai perwakilan dalam akad nikah.[1] Dari sini pula bisa dikatakan bahwa nikah dengan menggunakan intennet, chating, skypi dianggap sah. [1]                      Al-Sayyid Sabiq, op, cit., hal. 323.  Lihat juga, Imam ... Read More »

Kasih Sayang Rasul Kepada Sesama

“Sesungguhnmya aku diutus untuk mrnyrmpurnakan akhlak yang mulia.” Rasul adalah teladan bagi umat manusia. Setiap gerak langkah beliau, selalu mencerminkan akhlak yang mulia. Bahkan ketikla Aisyah ditanya tentang akhlaknya Nabi, beliau menjawab, “Sesungguhnya akhlaknya adalah al-Quran”. Suatu hari, ada pengemis buta Yahudi berada di pojok pasar Madinah. Sambil meminta sedekah, mulutnya tak henti-hemtinya mengumpat Nabi Muhammad saw. Ia menuduh bahwa ... Read More »

Theologi Al-Maun; Ilmu Kalam Baru Muhammadiyah

Suatu kali, kyai dahlan mengajarkan surat al-maun kepada murid-muridnya. Kyai dahlan pun meminta para santri untuk menghafalnya. Hingga sekian kali pertemuan, para santri sudah dapat menghafalnya di luar kepala. Tapi kyai dahlan masih juga mengajarkan surat al-maun. Para santri merasa jenuh, karena ngajinya tidak bertambah. Salah seorang santri memberanikan diri bertanya, “pak yai, dari kemarin kemarin kita belajar ngaji surat ... Read More »

Hukum Orang Bisu yang Mengucapkan Akad Nikah dengan Bahasa Isyarat atau dengan Tulisan

  Menurut madzhab Hambali bahwa bagi orang bisu yang menikah dengan ijab kabul menggunakan bahasa isyarat atau tulisan, selama isyarat tersebut dapat dipahami, maka nikahnya sah. Menurut madzhab Hambali bahwa mengungkapkan ijab kabul dengan tulisan bagi orang bisu lebih diutamakan. Hal ini karena tulisan lebih jelas dan lebih dapat dipahami. Meski demikian, Hanabilah tetap membolehkan orang bisu melafalkan ijab kabul ... Read More »

Open