Monday, October 22, 2018
Artikel Terbaru

slider

Bagian sadd al-dzarî`ah

Bagian sadd al-dzarî`ah Imam Syathibi membagi sadd al-dzarî`ah dilihat dari besar kecilnya maslahat atau mafsadah yang ditimbulkan menjadi empat bagian: 1. Suatu perbuatan yang pasti (qath’iy) dapat menimbulkan mafsadah, seperti orang yang membuat sumur di tengah jalan, atau membuat lobang di rumahnya yang dapat meruntuhkan dinding rumah tetangga. Dalam hal ini ada dua poin yang harus diperhatikan. Pertama, perbuatan yang ... Read More »

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Dakwah Jamaah Muhammadiyah

   Dakwah Jamaah merupakan ciri khas pengajian dalam organisasi Muhammadiyah. Sejak gerakan ini lahir, sudah dibiasakan dengan pengajian model ini. Biasanya dilakukan seminggu sekali di suatu kawasan tertentu. Ia tidak terikat dengan struktur organisasi secara formal, meski biasanya yang melaksanakan gerakan ini adalah unsur atau pimpinan organisasi. Ia berbasic “kawasan”, atau tempat domisili warga Muhammadiyah. Dengan kata lain, jika dalam ... Read More »

Aktifis Dakwah Korupsi, Salah Siapa?

Kondisi umat Islam saat ini memang sangat memprihatinkan. Kemaksiatan merajalela, moral bobrok, hilangnya rasa malu hingga pergaulan bebas yang sudah sangat memprihatinkan. Umat Islam memang banyak mempunyai ormas,  partai Islam, bahkan ada juga partai yang mengklaim sebagai partai dakwah. Mereka  yang berada di posisi puncak negeri ini,  baik di DPR/MPR, menteri atau di pimpinan parpol, bahkan sampai yang parpol nasionalis ... Read More »

Syarat Realisasi Kaidah Sadd al-Dzarî`ah

  Sadd al-dzarî`ah sebagai salah satu piranti ijtihad memiliki sumbangsih yang sangat besar dalam perkembangan fikih Islam. Meski demikian, sadd al-dzarî`ah tidak dapat diterapkan dengan hanya bersandar pada hawa nafsu. Ada standar dan batasan-batasan yang harus diperhatikan sehingga piranti tersebut tetap sejalan dengan tujuan dasar diturunkannya hukum syariah. Setidaknya ada lima poin yang dianggap sebagai standar atau syarat realisasi sadd ... Read More »

Sumber dan Alat Pengetahuan

Pengetahuan adalah mungkin dan realistis. Namun bagaimana manusia dapat mengetahui? Masalah sumber dan alat pengetahuan juga dibahas dalam literatur-literatur epistimologi Islam. Sesuai dengan hukum kausaliltas bahwa setiap akibat pasti ada sebabnya, maka pengetahuan adalah sesuatu yang sifatnya aksidental -baik menurut teori recolection-nya Plato, teori Aristoteles yang rasionalis-paripatetik, teori iluminasi-nya Suhrawardi, dan filsafat-materialisnya kaum empiris. Tentunya sumber pengetahuan beragam sesuai dengan ... Read More »

Almarhum Chaerul Umam; Pemuda Muhammmadiyah Lebih Tertarik Pada Politik

Suatu kali, PCIM Kairo mengadakan pertemuan kader dengan sutradara ternama, Bapak Chaerul Umam di rumah salah satu penasihat PCIM. Beliau sengaja dating ke Kairo bersama krunya untuk membuat film Ketika Cinta Bertasbih. Saya duduk di samping sang sutradara sambil bicara ringan. Saya memang mengagumi beliau. Meski sudah sepuh, namun semangat dakwah beliau lewat film benar-benar patut dijadikan contoh. Dalam dialog ... Read More »

Relasi antara Pengetahuan, Filsafat dan Agama

 Manusia dilahirkan dengan tanpa memiliki pengetahuan. Hanya saja Tuhan menganugerahkan akal pikiran dan panca indera kepada manusia. Dengan ini pula, manusia dapat memperoleh pengetahuan. (QS. Al Nahl:78).  Islam sendiri menyeru umatnya agar selalu mencari pengetahuan sejak kita masih dalam buaian ibu hingga ajal menjemput nyawa. Karena dengan pengetahuan inilah manusia dapat berinteraksi dengan  alam raya. Sepanjang sejarah, manusia tidak akan ... Read More »

Hukum Lafal Ijab Kabul dengan Tulisan

      Madzhab Hanafi berpendapat bahwa akad nikah dengan tulisan, dapat digolongkan ke dalam dua bangian.   Pertama, ungkapan lafal akad di mana salah satu dari mempelai sedang tidak ada di tempat, seperti calonsuami di Indonesia, sementara calon istri ada di Mesir.   Kedua, ungkapan akad nikah dengan tulisan, sementara kedua mempelai ada di tempat.   Ungkapan akad dengan tulisan, ... Read More »

Lalai dan Lupa

Setelah pembahanas ilmu, bodoh, ragu dan praduga, sekarang kita masuk kepada pembahasan lalai dan lupa. Lalai dan lupa juga antonim dari ilmu. Karena seseorang tidak mungkin ‘mengetahui’, namun disatu waktu dia juga ‘lupa dan lalai’. Apakah lupa dan lalai berkaitan dengan dua esensi? Hal ini sama pembahasannya dengan ilmu, bodoh, ragu dan praduga. Jawabannya bisa dirujuk ke belakang. Semua sepakat ... Read More »

Aktivis Muhammadiyah; Bekerja dalam Diam

Setiap kita adalah dai. Setiap muslim adalah manusia yang diberi amanah Allah untuk melakukan kegiatan amar makruf nahi munkar dan saling nasihat menasihati dalam kebenaran. Amar makruf nahi munkar, secara lisan nampaknya mudah, namun dalam tataran praktis, perbuatan ini menjadi sangat berat. Apalagi kemunkaran yang berada di depan mata kita sangat banyak dan menggunung. Kita hidup dalam sebuah genberasi ahir zaman, ... Read More »

Open