Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru

Ushul Fikih

Perkataan Ulama Terkait Kiyas Ta’lil

  Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai contoh sahabat umar yang menggunakan kiyas untuk menentukan suatu hokum syariat. Apa yang dilakukan oleh sahabat umat, dalam kenyataan tidak mendapatkan pertentangan dari sahabat lainnya. Ini sekaligus sebagai bukti mengenai ta’lil yang biasa digunakan oleh para sahabat.   Berikut ini kami sampaikan mengenai pendapat para ulama terkait ta’lil dari para sahabat: Imam Muzanni, sahabat ... Read More »

Contoh Hujah Ta’lil Dari Sahabat

  Ibul Qayyim dalam kitab I’lamul Muwaqqi’in mengatakan, “sahabat rasulullah saw dulu selalu melakukan ijtiad terhadap berbagai persoalan baru. Mereka mencocokkkan sebagian persoalan atas sebagian yang lain, dan mengidentifikasi persoalan dengan persoalan lainnya”.   Dalam kitab Syifa’ul Ghalil, Imam Ghazali berkata, para sahabat telah berijtihad sekuat tenaga untuk menggali hokum. Hal itu dilakukan dengan pengetahuan mereka yang sangat mendalam terkait ... Read More »

Contoh Hujah Ta’lil Dari al-Sunnah

  Sebelumnya kita telah melihat  contoh praktis terkait dengan ta’lil dari beberapa ayat al-Quran. Ta’lil tersebut kadang menggunakan lafal كي  kadang لعل  kadang menggunakan maf’ul li’ajlih dan lain sebagainya. Di sini kita akan mengambil contoh ta’lil yang termuat dari hadis Rasulullah saw.  Perhatikan contoh berikut ini:   عن سهل بن سعد قال اطلع رجل من جحر في حجر النبي صلى ... Read More »

Hujah Ta’lil Dari al-Quran

  Banyak sekali ayat al-Quran yang memberikan ta’lil atas suatu perbuatan. Lafal yang dijadikan sebagai pertanda illat bermacam-macam, si antaranya dengan menggunakan ta’lil كي Perhatikan ayat berikut ini: مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ... Read More »

Ibnu Hazm Menolak Illat Hukum

  Sebelumnya pernah kami sampaikan terkait Ta’lil Antara Al-Adah dan Ibadah. Lengkapnya bisa dirujuk di tulisan dengan tema tersebut di atas. Sekarang kita akan melihat tanggapan Ibnu Hazm yang bermadzhab Zhahiriyah dalam memandang illat ini.   Meski demikian, seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa tidak semua ulama sependapat dengan adanya ta’lil nas tadi. Ada ulama seperti Ibnu Hazm yang sangat ... Read More »

Argumen Para Ulama Yang Mengakui Illat Hukum

  Para ulama ketika berpendapat tentang illat atas suatu perkara, bukan tanpa landasan. Mereka mengambil kesimpulan illat ini juga berdasarkan pada nas. Berikut ini di antara dalil yang dijadikan sebagai landasan para ulama:   Dalil Quran Allah swt menciptakan alam raya, bumi, langit seisinya, termasuk juga manusia mempunyai hikmah tertentu. Hal ini dapat dilihat dari firman Allah berikut ini:   ... Read More »

Begini Ulama Ushul Memandang Masalah Ta’lil

    Menurut Ibnu taimiyah bahwa terkait ta’lil atas af’alullah, terdapat dua pendapat di kalangan para ulama: Pertama, tidak ada illat terkait af’alllah dan hukum syariat yang diturunkan Allah kepada umat amnusia. Hal itu karena Allah mempunyai kekuasaan mutlak seingga kita tidak werwenang untuk mengetahui mengenai tujuan atas perbuatan dan juga diturunkannya hukum allah. Di antara yang berpendapat demikain adalah ... Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Pembicara

Pembicara merupakan unsur kedua untuk memahami sebuah wicana. Pembicara sangat penting, karena ia yang menjadi unsur utama munculnya suatu wicana. Tanpa pembicara, wicana tidak akan pernah ada. Oleh karenanya, perlu kiranya memberikan perhatian pada pembicara ini. Setidaknya ada beberapa urgensi mengapa kita harus memperhatikan pembicara untuk menangkap makna, di antaranya sebagai berikut: A) Kemampuan pembicara dalam mengungkapkan sebuah wicana. Tiap ... Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Pemahaman Atas Suatu Wicana

  Sebagaimana pernah saya singgung sebelumnya bahwa salah satu sarana untuk mengetahui mengenai maqashid syariah adalah dengan melihat factor kebahasaan secara keseluruhan. Kaitan dengan hal ini, imam Ghazali dalam kitab al-Mustasfa berkata, “Salah satu cara memahami maksud dari teks adalah dengan melihat pada struktur bahasa. Jika secara bahasa sudah dapat dipahami, bearti makna zhahir tersebut yang dimaksudkan oleh teks. Jika ... Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Pembacaan Wahyu Secara Komperhensif

    Bahasa terkait dengan pembicara, orang yang diajak bicara dan juga lingkungan yang melatarbelakangu munculnya bahasa. Ketiga komponen tadi mempunyai hubungan erat. Makna dari sebuah ungkapan kalimat, banyak ditentukan oleh tiga faktor tadi.   Oleh karena itu, tatkala kita bermaksud memahami suatu kalimat, perlu kiranya melihat siapa yang berbicara, siapa yang diajak bicara dan mengapa ia bicara demikian. Dari ... Read More »

Open