Thursday, August 16, 2018
Artikel Terbaru

Ushul Fikih

Melindungi Akal: Kewajiban Menuntut Ilmu

Sebelumnya pernah kami sampaikan bahwa melindungi akal bisa berjalan di dua arah, yaitu menjaga akal agar tidak sirna dan kedua melindungi agar agar tetap eksis dan berkembang. di antara hal terpenting yang diperintahkan agama dalam upaya melindungi akal adalah dengan mendorong manusia untuk menggapai ilmu pengetahuan. Manusia diciptakan di dunia, mengemban tugas yang sangat berat, yaitu menjadi khalifah Allah di ... Read More »

Melindungi Akal; Tidak Mengkonsumsi Sesuatu Yang Memabukkan

Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya bahwa akal manusia wajib dijaga. Di antaranya karena akal sebagai manatul hukmi atau tempat manusia mendapatkan beban hukum syariat. Karena ia sebagai manatul huikmi, maka ia menjadi penentu terhadap tanggungjawab manusia di hadapan Tuhan. Karena orang gila, anak kecil, orang pingsan atau orang tidur dianggap tidak berakal, maka segala perbuatannya tidak dianggap dalam hukum syariat. ... Read More »

Relasi Antara Maslahat Amah dan Khasah Terhadap Aksi Terorisme

Ibnu Asyur membagi maslahat menjadi dua, yaitu maslahat amah dan maslahat khassah. Pertama, maslahat amah adalah perkara yang mengandung maslhat bagi publik secara luas. Ia bukan bagian dari maslahat parsial yang sifatnya sangat personal. Memang individu masuk di dalamnya, hanya saja bukan sebagai individu, namun sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Contoh: melindungi kepentingan umum dari kerusakan. Yang dimaksudkan dengan ... Read More »

Ini Lhoo, Argumen Bidah Hasanah

Belakangan kita sering mendengar mengenai sekelompok orang yang dangat mudah membidahkan kelompok lain. Segala “amalan” yang dianggap tak oernah dilaksanakan oleh rasulullah saw, dikategirikan bidah. Maka, berdzikir menggunakan tasbih, bacaan ushalli, dzimir bersama bakda salat, berjabat tangan bakda salat, acara maulid nabi, shalawatan, yasinan, tahlilan dan lain sebagainya dianggap sebagai bidah yang sesat. Persoalan yang kadang masih berupa pandangan berbeda ... Read More »

Konser Shalawat Di Asrama Putra Universitas Al-Azhar

Malam ini, saya berkesempatan menghadiri peringatan maulid nabi yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa al azhar. Acara dimulai dari pukul 19.00 hingga 21.00 Waktu Cairo di asrama putra al azhar. Dalam acara tersebut dibagikan majalah tengah bulanan, “Azhariyun Alal Manhaj”, yang berisikan tulisan para santri al azhar. Tema yang diangkat cukup menarik, dan umumnya counter atas pemikiran menyimpang yang menyerang Islam ... Read More »

Kaedah Fikih Terkait Perbedaan Pendapat Ulama

Di masyarakat, sering terjadi keributan hanya karena persoalan furuiyah. Satu sama lain saling menyalahkan dan membidahkan. Akibatnya terjadi kerenggangan dan kadang sampai saling emosi dan pembubaran pengajian. Doal qunut subuh, bacaan niat, bilangan shalat tarawih, tahlilan, shalawatan, ziarah kubur dan lain sebagainya, yang setiap kelompok sesungguhnya mempunyai argument sendiri-sendiri. Dalam kaedah ushul, perbedaan furu ini sesungguhnya hal lumrah dan tidak ... Read More »

Melindungi Harta: Tidak Melakukan Perjudian

Bekerja memang dianjurkan oleh syariat. Meski demikian, tidak lantas manusia dibolehkan bekerja sesuka hatinya. Allah telah memberikanaturan yang jelas kepada manusia agar bekerja sesuai dengan koridor hokum syariah. Bekerja apapun, pada prinsipnya boleh kecuali jika ia mengandung penipuan, unsur riba, merugikan orang lain atau ada unsur judi. Jika pekerjaan terkumpul beberapa komponen tadi, maka apa yang ia lakukan menjadi haram. ... Read More »

Melindungi Harta; Selalu Bekerja Mencari Nafkah

Sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan pekerjaan. Bekerja, sebagai bagian dari amal shalih yang dapat menuntun manusia menuju jalan yang diridhai Allah saw. Dalam al-Quran, banyak sekali perintah untuk bekerja dengan menggunakan fiil amr atau kata perintah. Di antaranya adalah firman Allah berikut ini: فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِي اْلأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللهِ ... Read More »

Melindungi Jiwa: Hak Hidup Itu Sejak Dikandungan

Hak merupaka tanggungan yang layak diperoleh bagi manusia. Dalam Islam, manusia berhak menerima tanggungan sejak ia masih berbentuk janin dalam kandungan sang ibu. Hanya saja, hak yang diperolehnya tidak penuh sebagaimana manusia yang sudah terlahir di dunia. Dari satu sisi, jani memang bagian dari sang ibu. Ia bernafas bersama dengan desah nafas sang ibu, ia berjalan bersama dengan langkah kaki ... Read More »

Kapan Al-Maskut Anhu Bisa Diterapkan?

Kapan Al-Maskut Anhu Bisa Diterapkan? Pertanyaan: Kapan maskut ‘anhu itu ma’afu (sebagaimana dalam hadits wa sakata ‘an asya rahmatan lakum) dan kapan harus ditetapkan hukum nya? Apakah ada dhawabitnya? Jawab Waalaikum salam Terkait al-Maksut anhu Ini diambil dari firman hadis nabi berikut: ما أحل الله في كتابه فهو حلال ، وما حرم فهو حرام ، وما سكت عنه فهو عافية ... Read More »

Open