Monday, May 28, 2018
Artikel Terbaru

Ushul Fikih

Pengertia al-Dzarî`ah atau Sadd al-Dzarî`ah

Sadd al-dzarî`ah merupakan murakkab idhâfiy (kata majemuk) yang terdiri dari lafal sadd dan al-dzarî`ah. Secara etimologi, sadd berarti menutup. Sementara dzarî`ah berarti sarana menuju sesuatu.[1] Dzarî`ah juga dapat berarti sebab dari sesuatu. Al-darî`ah menurut ulama ushul sebagai berikut: Menurut Ibnu al-Qayyim, dzarî`ah adalah sarana terhadap sesuatu.[2] Menurut al-Qarrafi, dzarî`ah  adalah suatu sarana dan jalan menuju sesuatu. Menurut al-Syathibi, dzarî`ah adalah ... Read More »

Sadd al-Dzarî`ah; Sebuah Tinjauan Praktis-Normatif

Allah menciptakan manusia di muka bumi dengan tujuan tertentu, yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah sendiri memiliki makna yang sangat luas. Segala perbuatan manusia yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan dimaksudkan hanya untuk mencari rida-Nya dinilai sebagai ibadah. Secara sederhana, ibadah dapat dibagi menjadi dua; ibadah yang bersifat vertikal dan ibadah yang bersifat horizontal. Ibadah vertikal sering disebut sebagai hablun minalLâh, ... Read More »

Dr. Yusuf al-Qardawi dan Fikih Taisir

Fikih adalah satu cabang ilmu Islam yang mengorientasikan kajian pada hukum syar’i yang bersifat praktis (amaliyah) dari dalil tafsîlî. Fikih juga dapat disebut sebagai cabang ilmu mengenai perundang-undangan dalam Islam. Bedanya dengan hukum konvensional adalah bahwa fikih mempunyai cakupan kajian lebih luas dan lebih mendalam.   Fikih dianggap sebagai perundangan yang universal dan komperhensif karena mengatur kehidupan individu seorang muslim ... Read More »

Al-Tsawâbit Wal Mutaghoyirât; Perspektif Qaradhawi

  Setelah meruntuhkan khilafah Islamiyah, Musthofa kamal mengganti hukum syari’ah yang berlaku di Turki dengan hukum Barat sekuler. Musthafa Kamal beranggapan bahwa hukum syari’ah bersumber dari agama yang tidak dapat berubah mengikuti perputaran zaman. Jika negara menjadikan agama sebagai rujukan hukum, maka negara selamanya tidak akan pernah berkembang. Untuk itu agama harus difungsikan sebagaimana mestinya, yaitu sekedar hubungan manusia dengan ... Read More »

Dr. Yusuf al-Qardhâwi dan Fikih Realitas

   Fikih Qaradawi juga realistis, artinya menyelaraskan hukum sesuai dengan realitas sosial dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan antara maslahah dengan mafsadah. Qaradawi sangat menjauhi permasalahan fikih yang bersifat mengada-ada (al-ahkâm al-iftiradhiyah) dan selalu menjauhi permasalahan klasik yang sudah tidak ditemukan dalam realitas kontemporer. Qaradawi juga tidak tertarik dengan pembahasan fikih klasik yang cenderung melebar sehingga permasalahan sederhana menjadi berbelit-belit.[1]   ... Read More »

Dr. Yusuf al-Qaradawi dan Fikih Maqashid (III)

  Maqashid syar’i adalah tujuan umum dari berbagai hukum dalam syari’ah. Menurut Ibnu Qoyim bahwa tujuan utama diturunkannya hukum syar’i adalah demi kemaslahatan manusia serta menghindari segala sesuatu yang dapat menimbulkan kesengsaraan (madlorot) bagi manusia. Namun demikian bukan bearti maslahat di sini berdasarkan penilaian manusia, namun maslahat dalam pandangan syari’at. Manusia sering terpengaruhi oleh hawa nafsu sehingga penilaian terhadap suatu ... Read More »

Dr. Yusuf al-Qaradawi dan Rekonstruksi Ilmu Usul Fikih (II)

 Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa perkembangan ilmu ushul fikih bersamaan dengan ilmu fikih. Hanya saja pembukuan fikih lebih dulu dari pada ilmu ushul fikih. Sebagian besar ulama mengatakan bahwa orang pertama kali yang membukukan ilmu ushul fikih adalah imam Syafi’i. Dalam kitab ar-risalah, ia banyak membahas mengenai posisi al Qur’ân dan al Sunnah sebagai landasan argumentatif dalam hukum, kiyas, ... Read More »

Kemunduran Umat, Salah Siapa?

Empat belas abad yag lalu, Nabi Muhammad SAW berdiri dibukit Shafa, beliau mengumpulkan orang-orang Mekkah seraya berkata, ”wahai manusia, kuperingatkan bahwa dihadapanmu adalah adzab yang sangat pedih.” Da’wah ini adalah pembatas dari masa lalu yang kelam menuju masa depan yang penuh dengan cahaya terang benderang. Orang-orang jahliyah menentang da’wah Rosul dengan berbagai cara, fitnahan, ancaman bahkan usaha pembunuhan terhadab diri ... Read More »

Akal Ushûlî dalam Pemikiran Islam; Menguak Landasan Pemikiran Dr. Yusuf al-Qaradawi (I)

 Ushul fikih merupakan metodologi ijtihad yang digunakan oleh para fuqaha untuk mencari solusi alternatif terhadap berbagai macam persoalan umat. Ushul fikih tidak hanya berkutat pada halal haram suatu persoalan, lebih dari itu, ia adalah acuan yang dapat dijadikan sebagai pegangan para fuqaha sehingga solusiyang ditawarkan selalu sesuai dengan apa yang digariskan Allah dalam kitab suci.   Karena itu, sejak Rasul ... Read More »

Ali Jumah: Pioner Ushul Fikih Kontemporer (III)

Dr. Ali Jum’ah termasuk pioner dalam kajian ilmu ushul fikih kontemporer. Baginya, ilmu ushul fikih merupakan metodologi yang dapat berkembang sesuai dengan tempat dan waktu. Sebagai satu metodologi, tentu saja ilmu ushul fikih sangat terpengaruhi oleh kondisi sosial yang melatarbelakangi pembentukan ilmu tersebut. Mengingat bahwa sejak pembukuan awal ilmu ushul hingga saat ini telah berlangsung selama sekian abad, maka sudah ... Read More »

Open