Monday, May 27, 2019
Artikel Terbaru

Ushul Fikih

Ushul FIkih Membuat Kita Liberal, Benarkah?

  Beberapa waktu lalu di whatsapp muncul isu wacana bahwa ushul fikih membuat kita liberal. Saya cukup kaget dan tersentak. Benarkah dengan ushul fikih akan menjadikan pemikiran kita menjadi liberal?   Secara sederhana, ushul fikih itu sebuah metodologi Ijtihad dalam menggali kesimpulan hukum baik dari Quran ataupun sunnah. Ushul fikih juga merupakan sebuah sarana untuk menentukan sikap kita supaya dalam ... Read More »

Definisi Takwil

Takwil secara etimologi adalah رجع. (kembali). Firman Allah: وَابْتِغَاءتَأْوِيلِهِ Artinya: Dan untuk mencari-cari kembaliannya (takwilnya). (QS. Ali Imrân: 7).   Maksudnya adalah sesuatu yang dikembalikan kepadanya. Sedangkan takwil secara terminologi adalah membawa makna lafazh kepada makna lain yang tidak sama dengan makna zhâhirnya, namun demikian ada kemungkinan lafazh tersebut mempunyai makna secara zhâhir. Takwil yang benar adalah takwil dengan membawa ... Read More »

Takwil

Syariat Islam yang berupa teks, baik al-Qur’an maupun al-Sunnah merupakan sarana untuk mengetahui apa yang diinginkan syariat sebagaimana tertuang dalam berbagai hukum mengenai tema tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui keadilan Tuhan sebagaimana terkandung dalam makna nash, atau juga dapat diketahui melalui hikmah yang berada di balik nash tersebut, di mana ketika makna nash diterapkan dalam alam realita akan menghasilkan ... Read More »

Persamaan dan Perbedaan Antara Az-Zhâhir dengan An-Nash

Bahwa al-zhâhir dan al-nash dilihat dari segi bentuk lafazh, menunjukkan kejelasan makna sehingga untuk memahaminya tidak diperlukan indikator (qarînah) dari luar.[1] Hanya saja, dalâlah al-nash terhadap suatu makna lebih jelas dibandingkan dengan dalâlah al-zhâhir. Makna al-nash adalah makna utama (ashlîy( dari ungkapan kalimat. Dilihat dari segi tingkatan kejelasan makna, al-nash lebih jelas dibandingkan dengan al-zhâhir. Makna al-zhâhir adalah makna kedua ... Read More »

Hukum Al-Nash

Al-nash masih memungkinkan adanya takwil. Ada kemungkinan perubahan (nashkh) pada masa Rasulullah Saw. Selama tidak terdapat dalil yang menunjukkan takwil,dalam artian, tidak ada bukti yang dapat menunjukkan kepada pengalihan dari makna al-nash menuju makna lainnya, maka al-nash harus dilaksanakan sebagaimana adanya.[1] Meski al-nash masih ada kemungkinan terjadinya takwil, namun bukan berarti bahwa kemudian memberikan cacat pada kepastian (qat’iy)dilâlah nash terhadap ... Read More »

Idealnya Sekolah Muhammadiyah Antara Putra dan Putri Dipisah

  Waktu saya sekolah di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, saya sering mengamati perilaku para siswa di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Yogyakarta merupakan basicnya Muhammadiyah. TK hingga Perguruan Tingga Muhammadiyah bertebaran di mana-mana.   Meski demikian, ada dua hal yang membuat saya risih. Pertama, pacaran merupakan hal yang sangat lumrah. Kedua, banyak yang tidak bisa membaca al-Quran. Untuk yang pertama ini, saya melihat ... Read More »

Al-Nash

Al-nash secara terminologi adalah ungkapan kalimat, di mana lafazh dan bentuk struktur susunan kalimat menunjukkan suatu makna tertentu tanpa harus bergantung kepada hal lain yang berada di luar makna. Sementara, makna tersebut merupakan makna yang dimaksud oleh ungkapan kalimat.[1] Atau, dilâlah suatu lafazh sesuai dengan ungkapan kalimat.[2] Makna yang ditunjukkan oleh al-nash lebih jelas dibanding dengan lafazh al-zhâhir. Kejelasan makna ... Read More »

Posisi Ijtihad Dengan Akal Dalam Nash Zhâhir

Nash zhâhir wajib diamalkan karena ia adalah hujjah. Nash zhâhir merupakan makna yang diambil dari lafazh secara langsung dari shîghah lafazh (susunan bahasa). Makna yang diambil dapat dikatakan sebagai maksud musyarri’ (Allah). Ia hanya dapat ditakwilkan jika terdapat dalil yang jelas dan pasti.   Ijtihad dengan akal dalam nash zhâhir berkisar dalam beberapa hal sebagai berikut: Makna zhâhir adalah bukan ... Read More »

Hukum Zhâhir

Lafazh zhâhir memungkinkan adanya takwil. Yang dimaksudkan dengan takwil di sini adalah, memalingkan dari makna zhâhir, menuju makna lain yang dimaksud. Seperti mengkhususkan suatu lafazh yang masih bersifat umum (takhshîsu’l ‘âm), atau memberikan batasan (qayat) jika lafazh tersebut berbentuk mutlak, atau kemungkinan lafazh tersebut merupakan ungkapan metafor (al-majâz), bukan ungkapan yang sesungguhnya (al-haqîqah), atau bentuk-bentuk takwil lainnya. Selama tidak ada ... Read More »

Al-Zhâhir

Al-zhâhir secara etimologi adalah al-wudhûh yang berarti jelas. Secara terminologi adalah makna yang terkandung dalam suatu lafazh dapat dipahami dari lafazh itu sendiri tanpa harus bersandar dari makna yang berada di luar lafazh.[1] Menurut Fakhrul Islam al-Bazdawi, al-zhâhir adalah makna dari ungkapan kalimat di mana maksud dari kalimat tersebut dapat diketahui oleh pendengar langsung dari bentuk susunan kalimat.[2] Bagi mereka ... Read More »