Saturday, October 31, 2020
Artikel Terbaru

Ushul Fikih

Ilmu Maqashid dan Problem Persoalan Kontemporer

    Tatkala kita berbicara mengenai ilmu maqashid, kita tidak hanya membahas tentang ijtihad maqashidi dalam bidang fikih saja. Ijtihad maqashidi jauh lebih luas dari bahasan ilmu fikih. Ia mencakup berbagai persoalan umat, baik terkait dengan urusan individu, sosial, politi, , militer, tegnologi modern, pemikiran Islam dan lain sebagainya. Jika kita mengesampingkan ilmu maqashid, apalagi sampai “membuang” dan menutup pintu ... Read More »

Al-Hailah Dalam Timbangan Ilmu Maqashid

  Terkadang kita menemukan sebuah fatawa yang membolehkan suatu perbuatan, padahal perbuatan tersebut secara syariat terlarang. Ia membolehkan perbuatan tadi, lantaran menggunakan kaedah hail sehingga kesannya mencari celah hukum dalam syariat. Tujuan utamanya sesungguhnya adalah bagaimana perbuatan terlarang tadi, menjadi boleh dari celah kecil yang ia dapatkan itu.   Menurut Ibnu Asyir, hailah adalah menampakkan suatu perbuatan menjadi boleh padahal ... Read More »

Maqashidul Ibadah

  Dalam al-Quran banyak terdapat ayat yang memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat. Di antaranya adalah ayat berikut: أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا   Artinya: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra: 78)   Dalam al-Quran ... Read More »

Maqashidul Mukallaf

    Suatu saat, Anda datang ke masjid untuk melaksanakan shalat jamaah Isya. Anda shalat mengikuti imam, dari takbir hingga salam usai. Dengan niat shalat jamaah Isya itu, Anda akan mendapatkan lipatan pahala shalat jamaah. Anda akan mendapatkan seperti yang bernah disabdakan Rasulullah saw berkut: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ ... Read More »

Begini Ilmu Kalam Dan Logika Aristetolian Mempengaruhi Ushul Fikh

  Pada masa awal-awal penulisan buku ushul fikih, seperti pada zaman Imam Syafii dan masa-masa setelahnya, ilmu mantik atau yang lebih dikenal dengan logika Aristetolian tidak nampak dalam kajian ilmu ushul fikih. Demikian juga dengan ilmu kalam, sama sekali tidak nampak. Bahkan imam Syafii sendiri cenderung tidak sependapat dengan para ulama kalam. Ushul fikih masih kajian yang sifatnya teoritis, namun ... Read More »

Benarkah Ushul Fikih Klasik Bersifat Atomistik?

  Fitur kemenyeluruhan (الكلية  : al-kulliyyah, wholeness). Elemen fitur ini ingin membenahi kelemahan ushul fikih klasik yang sering menggunakan pendekatan reduksionis dan atomistik. Pendekatan atomistik terlihat dari sikap mengandalkan hanya pada satu nas untuk menyelesaikan kasus-kasus yang dihadapinya tanpa memandang nas-nas lain yang terkait. Solusi yang diterapkan adalah menerapkan prinsip holisme melalui operasionalisasi “tafsir tematik” yang tidak lagi terbatas pada ... Read More »

Al-Mufassar

Al-mufassar berasal dari kata  الفسر yang berarti  الكشف yaitu menyingkap, atau sesuatu yang sudah tersingkap. Secara terminologi adalah makna lafazh suatu nash semakin jelas, dan dengan sendirinya menunjukkan makna secara detail sehingga tidak ada lagi kemungkinan adanya takwil. Tingkat kejelasan dalam al-mufassar dapat diketahui dari shîghah lafazh, atau dari lafazh lain. Contoh untuk yang pertama, yaitu mufassar yang dapat diketahui ... Read More »

Ushul FIkih Membuat Kita Liberal, Benarkah?

  Beberapa waktu lalu di whatsapp muncul isu wacana bahwa ushul fikih membuat kita liberal. Saya cukup kaget dan tersentak. Benarkah dengan ushul fikih akan menjadikan pemikiran kita menjadi liberal?   Secara sederhana, ushul fikih itu sebuah metodologi Ijtihad dalam menggali kesimpulan hukum baik dari Quran ataupun sunnah. Ushul fikih juga merupakan sebuah sarana untuk menentukan sikap kita supaya dalam ... Read More »

Definisi Takwil

Takwil secara etimologi adalah رجع. (kembali). Firman Allah: وَابْتِغَاءتَأْوِيلِهِ Artinya: Dan untuk mencari-cari kembaliannya (takwilnya). (QS. Ali Imrân: 7).   Maksudnya adalah sesuatu yang dikembalikan kepadanya. Sedangkan takwil secara terminologi adalah membawa makna lafazh kepada makna lain yang tidak sama dengan makna zhâhirnya, namun demikian ada kemungkinan lafazh tersebut mempunyai makna secara zhâhir. Takwil yang benar adalah takwil dengan membawa ... Read More »

Takwil

Syariat Islam yang berupa teks, baik al-Qur’an maupun al-Sunnah merupakan sarana untuk mengetahui apa yang diinginkan syariat sebagaimana tertuang dalam berbagai hukum mengenai tema tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui keadilan Tuhan sebagaimana terkandung dalam makna nash, atau juga dapat diketahui melalui hikmah yang berada di balik nash tersebut, di mana ketika makna nash diterapkan dalam alam realita akan menghasilkan ... Read More »