Monday, October 22, 2018
Artikel Terbaru

Ushul Fikih

Ibnu Hazm Menolak Illat Hukum

  Sebelumnya pernah kami sampaikan terkait Ta’lil Antara Al-Adah dan Ibadah. Lengkapnya bisa dirujuk di tulisan dengan tema tersebut di atas. Sekarang kita akan melihat tanggapan Ibnu Hazm yang bermadzhab Zhahiriyah dalam memandang illat ini.   Meski demikian, seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa tidak semua ulama sependapat dengan adanya ta’lil nas tadi. Ada ulama seperti Ibnu Hazm yang sangat ... Read More »

Argumen Para Ulama Yang Mengakui Illat Hukum

  Para ulama ketika berpendapat tentang illat atas suatu perkara, bukan tanpa landasan. Mereka mengambil kesimpulan illat ini juga berdasarkan pada nas. Berikut ini di antara dalil yang dijadikan sebagai landasan para ulama:   Dalil Quran Allah swt menciptakan alam raya, bumi, langit seisinya, termasuk juga manusia mempunyai hikmah tertentu. Hal ini dapat dilihat dari firman Allah berikut ini:   ... Read More »

Begini Ulama Ushul Memandang Masalah Ta’lil

    Menurut Ibnu taimiyah bahwa terkait ta’lil atas af’alullah, terdapat dua pendapat di kalangan para ulama: Pertama, tidak ada illat terkait af’alllah dan hukum syariat yang diturunkan Allah kepada umat amnusia. Hal itu karena Allah mempunyai kekuasaan mutlak seingga kita tidak werwenang untuk mengetahui mengenai tujuan atas perbuatan dan juga diturunkannya hukum allah. Di antara yang berpendapat demikain adalah ... Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Pembicara

Pembicara merupakan unsur kedua untuk memahami sebuah wicana. Pembicara sangat penting, karena ia yang menjadi unsur utama munculnya suatu wicana. Tanpa pembicara, wicana tidak akan pernah ada. Oleh karenanya, perlu kiranya memberikan perhatian pada pembicara ini. Setidaknya ada beberapa urgensi mengapa kita harus memperhatikan pembicara untuk menangkap makna, di antaranya sebagai berikut: A) Kemampuan pembicara dalam mengungkapkan sebuah wicana. Tiap ... Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Pemahaman Atas Suatu Wicana

  Sebagaimana pernah saya singgung sebelumnya bahwa salah satu sarana untuk mengetahui mengenai maqashid syariah adalah dengan melihat factor kebahasaan secara keseluruhan. Kaitan dengan hal ini, imam Ghazali dalam kitab al-Mustasfa berkata, “Salah satu cara memahami maksud dari teks adalah dengan melihat pada struktur bahasa. Jika secara bahasa sudah dapat dipahami, bearti makna zhahir tersebut yang dimaksudkan oleh teks. Jika ... Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Pembacaan Wahyu Secara Komperhensif

    Bahasa terkait dengan pembicara, orang yang diajak bicara dan juga lingkungan yang melatarbelakangu munculnya bahasa. Ketiga komponen tadi mempunyai hubungan erat. Makna dari sebuah ungkapan kalimat, banyak ditentukan oleh tiga faktor tadi.   Oleh karena itu, tatkala kita bermaksud memahami suatu kalimat, perlu kiranya melihat siapa yang berbicara, siapa yang diajak bicara dan mengapa ia bicara demikian. Dari ... Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Perubahan Terminologi Bahasa

  Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa di antara sarana untuk mengetahui ilmu maqashid adalah dengan memahami konteks bahasa. Hanysa saja, pengetahuan terhadap konteks bahasa saja belum cukup. Acapkali lafal bahasa yang telah mempunyai makna tertentu, lantas dirubah oleh al-Quran menjadi sebuah terminology tertentu. Dengan kata lain bahwa sebelum al-Quran diturunkan, ada sebuah lafal yang maknanya sudah jamak diketahui bersama. Namun ... Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Paham Dengan Konteks Bahasa

  Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai urgensi bahasa Arab sebagai salah satu sarana untuk menggali maqashid syariah. Di sini, masih akan kita lanjutkan terkait urgensi bahasa Arab tersebut sehingga kita bias menguak tujuan diturunkanya hokum syariah.   Pengetahuan terkait dengan struktur bahasa Arab atau penguasaan bahasa secara leksikal saja tidak cukup untuk mengetahui mengenai makna yang terkandung dalam kitab suci. ... Read More »

Sarana Mengetahui Ilmu Mqashid: Memahami Struktur Bahasa Arab

    Sebelumnya pernah kami sampaikan mengenai salah satu sarana untuk mengetahui ilmu maqashid, yaitu dengan istiqra atau kajian induktif. Berikut kami sampaikan mengenai cara keduya untuk mengetahui ilmu maqashid, yaitu dengan melihat struktur bahasa Arab. Untuk dapat memahami bahasa Arab secarfa mendalam, dibutuhkan pengetahuan mengenai struktur bahasa Arab secara mendalam pula. Al-Quran dan sunnah nabi Muhammad saw menggunakan bahasa ... Read More »

Antara Ta’lil Al-Adah dan Ibadah

Sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa sebagian besar ulama berpendapat, untuk urusan ibadah tidak perlu dicarikan ta’lilnya. Hanya saja, ada sebagian kecil ulama yang memberikan ta’lil baik dalam urusan ibadah maupun al-adah. Di antara ulama tersebut adalah Ibnu ad-Daqiq al-Id. Menurutnya bahwa illat dalam perkara ibadah juga dilakukan oleh para sahabat. Beliau memberikan contoh Umar bin Khathab yang mencium hajar aswad ... Read More »

Open