Wednesday, June 20, 2018
Artikel Terbaru

Ushul Fikih

Ingatlah Allah, Maka Allah Akan Mengingatmu

Ust. Wahyudi Abdurrahim, Lc Wasiat Imam Turmudzi al-Hakim Abu Abdullah. Mengingat Allah dapat melembutkan hati. Sebaliknya mengikuti syahwat hanya akan mengeraskan hati. Jika seseorang selalu disibukkan dengan mengingat Allah, ia bagaikan pohon rindang yang segar. Pohon itu bisa segar karena mendapatkan pasokan air yang cukup. Namun jika pohon tadi tidak pernah mendapatkan air, ia akan kering. Dedauan akan rontok dan ... Read More »

Sarana Untuk melaksanakan Kewajiban

Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai perkara qat’iyyadn dan zhanniyat. Terkait hal ini bisa dirujuk artikel sebelumnya dengan judul, “Antara Qat’iyyat dan Zhaniyat”. Di antara qat’iyyat itu adalah ibadah wajib, seperti shalat, puasa dan haji bagi yang mampu. Tiga perkara itu menjadi sebuah kewajiban bagi setiap insan muslim. Jika ada orang Islam mengingkari tiga perkara tersebut, oleh para ulama, mereka dihukumi ... Read More »

Hujah Istiqra

Sebelumnya pernah kami singgung terkait pembagian istiqra, yaitu tam dan naqis Istiqra tam adalah meneliti semua sampel yang ada dalam obyek penelitian, dari sini lantas dibuat suatu kesimpulan. Sementara istiqra naqis hanya meneliti sebagian sampel saja, lalu dibuat kesimpulan. Hasil penelitian yang menggunakan metode istiqra tamm bersifat pasti (qatiy). Hal ini karena peneliti melakukan kajian secara mendetail dan terperinci terkait ... Read More »

Pembagian Istiqra

Menurut Ibnu Asyur, istiqra dapat dibagi menjadi dua macam: Pertama, Istiqra hukum syariat. Istiqra seperti ini dilakukan dengan meneliti teks al-Quran dan assunah dengan melihat kepada illat hokum seperti yang sudah tertera secara sharih dalam nas. Meski illat telah disebutkan oleh nas, namun penelitian terhadap iillat hokum demi mencapai pengetahuan terhadap tujuan diturunkannya nas tersebut tetap diperlukan. Hal ini selain ... Read More »

Istiqra Dalam Kajian Ilmu Maqashid

Istiqra adalah kesimpulan atau rumusan teori (kaedah) yang diambil setelah dilakukan penelitian atas semua atau sebagan elemen. Jika penelitian dilakukan kepada semua sampel, disebut dengan istiqra am, namun jika penelitian hanya sebagian dari sampel, disebut dengan istiqra naqis. Istiqra, dalam teori riset modern bisa disebut dengan istilah kajian induktif. Dalam ilmu ushul fikih, termasuk di dalamnya kajian ilmu maqashid, umum ... Read More »

Antara Illat Pada Kiyas Bayan dan Burhan

Sebelumnya pernah kami singgung mengenai kiyas bayan, yaitu kiyas yang biasa dipakai oleh para fuqaha dengan bertumpu pada kaedah bahasa. Dalam kiyas bayan, rukun kiyas ada empat, yaitu asal, cabang, illat dan hukum. Asal merupakan persoalan pertama yang telah tertulis dalam nas. Cabang merupakan persoalan kedua yang belum tertulis dalam nas. Secara otomatis, ketetapan hukum juga belum ada dalam nas. ... Read More »

Niat Ibadah Dan Niat Untuk Sarana Ibadah

Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai urgensi niat dan bahwa niat sangat menentukan terhadap amal perbuatan seorang hamba. Terkait hal ini bias dirujuk kembali tulisan dengan judul “Maqashidul Mukallaf” dan “Maqasidul Ibadah”.. Terkait perkara ibadah, para ulama sepakat bahwa ibadah membutuhkan niat. Jika seseorang beribadah tanpa niat, atau dengan niat berbeda, maka ibadahnya tidak sah. Contoh, shalat merupakan maqshad asliyah dari ... Read More »

Kerangka Ilmu Maqashid Perspektif Ibnu Asyur

Sebelumnya telah kami sampaikan ringkasan terkait kerangka maqashid menurut Ibnu Taimiyah. Berikut kami sampaikan ringkasan kerangka ilmu maqashid perspektif Ibnu Asyur. Beliau sendiri adalah ulama besar asal Tunis yang wafat tahun 1973. Beliau pakar ilmu maqashid dan dianggap sebagai pembaharu ilmu maqashid abad ini. Secara ringkas Ibnu Asyur menyebutkan poin penting urgensi ilmu maqashid bagi seorang mujtahid, setidaknya dalam 5 ... Read More »

Antara Tsawabit dan Mutagayyirat

Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai pandanganIbnu Taimiyah terkait kerangka maslahat seperti yang beliau tulisdalam kitab majmu. Terkati hal ini bisa dirujuk tulisan sebelumnya yang berjudul, “Begini Ibnu Taimiyah Melihat Kerangka Maslahat”. 10 point yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah merupakan persepsi dan kaedah terpenting dalam pembahasan maqashid syariah. Haya perlu diharisbawahi bahwa dalam penerapan ijtihad maqashidi ini harus memperhatikan kaedah yang ... Read More »

Begini Ibnu Taimiyah Melihat Kerangka Maslahat

Sebelumnya kami sampaikan bahwa kerangka maqashid syariah bertumpu pada kajian induktif atas nas al-Quran dan sunnah Nabi. Kerangka maqashid syariah menjadikan nas sebagai standar maslahat. Jika yang dijadikan standar sekadar maslahat hamba yang sifatnya subyektif, dan bukan berdasarkan pada nas syari, maka kerangka berfikir seperti ini tidak disebut sebaai kerangka berfikir maqashidi. Jadi, akal maqashidi adalah kerangka berfikir yang tetap ... Read More »

Open