Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru

Ushul Fikih

Maslahat Itu Syaratnya Sesuai Maqashid

Sebelumnya telah kami sampaikan terkait maslahat. Ada sesuatu yang harus digarisbawahi bahwa maslahat yang ada dalam rumusan ilmu maqashid adalah maslahat yang sesuai dengan nilai maqashid syariah. Artinya tidak semua perbuatan yang mengandung maslahat, diakui oleh syariat. Maslahat mempunyai rambu-rambu yang pasti, yaitu harus sesuai dengan rel yang telah diletakkan oleh syariah. Alasannya adalah karena jika timbangan maslahat diberikan mutlak ... Read More »

Generasi Tabiin dan Tabiit-Tabiin Bukan Dalil?

Sebelumnya pernah kita sebutkan mengenai dalil. Sederhananya dalil seperti yang disebutkan dalam kitab Alluma’ karya Imam Syairazi maknanya adalah petunjuk menuju sesuatu yang diinginkan. Di ushul fikih, maksud dari dalil itu adalah petunjuk untuk mengetahui ketentuan hukum fikih. Para ulama memberikan urutan-urutan terkait petunjuk tadi, bermula dari Quran, lalu sunnah, lalu ijmak, lalu kiyas. Empta dalil tadi sudah menjadi “kesepakatan” ... Read More »

Relasi Antara Maqashid Dengan Maslahat

Ilmu maqashid punya keterkaitan yang sangat erat dengan maslahat. Bisa dikatakan bahwa maslahat merupakan inti dari kajian ilmu maqashid. Maslahat, bagi umat manusia merupakan kebutuhan primer. Karena itu, ia perlu mendapatkan perhatian khusus juga standarisasi yang jelas.dengan demikian, maslahat yang ada pada diri manusia sesuai dengan apa yang digariskan Allah dalam kitab suci. Bagaimana caranya seorang mujtahid dapat mengetahui standar ... Read More »

Islam Itu Agama Fitrah

Fitrah adalah ketetapan Allah yang sudah pasti. Ketetapan tadi tidak dapat dirubah oleh manusia. Fitrah menjadi kehendak mutlak Allah Yang Maha Kuasa. Jika ada perubahan pada ciptaan-Nya, itu murni karena kehendak Allah yang maha Mutlak itu. Fitrah laki-laki bersikap layaknya laki-laki yang maskulin, demikian juga seorang perempuan bersikap seperti seorang perempuan yang feminim. Jika ada seorang laki-laki yang sikapnya seperti ... Read More »

Relevansi Makna Dalam Ilmu Maqashid

Sebelumnya telah kita sampaikan mengenai perbedaan antara semantic dan maqashid. Kemudian juga telah kita bahas antara ilmu ushul fikih secara umum dan sistemp pembacaan teks kontemporer seperti hermeneutika. Lalu saya sampaikan mengenai kesalahan beberapa tokoh yang menganggap para ulama Islam seperti Qaradhawi menggunakan system pembacaan teks hermeneutika karena ada irisan yang sama. Lalu pendapat ini saya tolak dengan berbagai argument ... Read More »

Antara Hermeneutika Dan Ushul Fikih

Ada sebuah penelitian yang ditulis oleh Bisri Tanjung dan dirilis jurnal Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’I Jember. Judul penelitiannya sangat unik, yaitu “HERMENEUTIKA HADIS YUSUF QARDAWI (Studi Analisa Terhadap Metodologi Interpretasi Qardawi). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa beliau adalah seorang tokoh Hermeneutika yang “moderat-eklektis. Penulis juga menyebutkan bahwa Qaradhawi dalam sebagian metodenya masih komitmen menelusuri metode dan prinsip interpretasi para ... Read More »

Mengapa Tidak Menggunakan Hermeneutika?

Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai karakteristik ushul fikih terkati dengan system pembacaan teks, baik dari sisi ijtihad semantic maupun maqashidi. Keduanya mempunyai kelebihan masing-masing dan punya porsi ijtihad masing-masing. Keduanya slaing melengkapi dsatu sama lain dan tidak bisa menegasikan antara ijtihad semantic atau maqashidi. Menggunakan salah satu dari dua model ijtihad tadi, akan mengakibatkan pada kepincangan dalam sistem ijtihad. Belakangan ... Read More »

Ijtihad Semantik sifatnya Zhanni sementara Maqashid Qat’iy?

Sebelumnya telah kami sampaikan terkait dengan ijtihad semantik dan ijtihad maqashidi. Para ulama ushul menyatakan bahwa ijtihad semantik, selain yang terkait dengan dalil qath’iy, hukum yang dihasilkan adalah zhanni. Bisa dikatakan bahwa sebagian besar ketentuan hukum yang berasal dari ijtihad semantik bersifat zhanni. Mengapa ia zhanni? Ini bisa dilihat dari dua sisi, pertama sisi rumusan dan ke dua sisi penerapakn ... Read More »

Dalil Itu Kyai Yang Ulama

Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa dalilnya orang awam adalah kyainya. Kemudian saya menukil berbagai pendapat para ulama terkait hal ini. Hanya saja, timbul berbagai pertanyaan, kyai yang bagaimana yang bisa dijadikan sebagai dalil? Tentu saja bukan semua Kyai. Tidak semua orang yang berceramah di mana-mana, di Tv atau bahkan sering nongol di media bisa dijadikan sebagai dalil. Kyai yang dapat ... Read More »

Ini Lhoo Contoh Perbedaan Ijtihad Semantik Dengan Maqashidi

Sebelumnya pernah saya sampaikan mengenai ijtihad semantic dan ijtihad maqashidi. Dalam tulisan tersebut saya sampaikan mengenai berbagai perbedaan mendasar antara ijtihad semantic dam maqashidi. Namun timbul pertanyan, bagaimanakah contoh praktis dari model ijtihad tersebut: Contoh Sederhananya, sebagai berilut: Firman Allah: وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ ... Read More »

Open