Monday, May 27, 2019
Artikel Terbaru

Ushul Fikih

Presiden, Di Mana Suaramu?

  Sebelumnya saya pernah sampaikan bahwa persoalan agama merupakan bagian terpenting dalam kuliyatul khamsah atau adh-dharuriyatul khamsah. Pelanggaran terhadap eksistensi agama, dalam hal ini adalah agama Islam berakibat sangat fatal. Ia dapat mengguncang stabilitas sosial. Agama Islam menjadi unsur penggerak setiap manusia muslim untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan spirit berislam ini, insan muslim ... Read More »

Melindungi Agama; Tidak Menikahi Ahli Kitab

  Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa yang dimaksudkan dengan agama dalam kajian ilmu maqashid adalah agama Islam. Agama samawi lainnya, yaitu Yahudi dan Nasrani dianggap mansuh dengan datangnya agama Islam. Mereka diperintahkan untuk mengikuti risalah nabi Muhammad saw. Meski demikian, dalam al-Quran disebutkan bahwa orang mukmin laki-laki diperbolehkan untuk menikahi kitabiyah. Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut ini:   ... Read More »

Melindungi Agama

Bahasan Pertama Melindungi Agama Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa maqashid syariah dibagi menjadi tiga, dharuriyat, hajiyat dan tahsiniyat. Dharuriya dibagi menjadi lima, yaitu melindungi agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. Dharuriyat ini sangat esensi dan sensitive. Jika salah satu dilanggar, maka akan merusak tatanan masyarakat. Bukan hanya itu, pelanggaran terhadap daruriyat itu dapat menimbulkan ketidakstabilan dan mungkin perang berkepanjangan. Ia ... Read More »

Pelanggaran Adh-Dharuriyatul Khamsah; Studi Kasus Ahok

  Beberapa waktu lalu, beredar video gubernur Jakarta , Ahok  yang membuat pernyataan kontraversi. Pernyataannya sarat dengan nada profokatif dan berbau sara. Ia menyarankan agar umat Islam tidak terprofokasi dan dibodohi dengan surat al-Maidah ayat 51. Akibatnya terjadi kegaduhan di republik inil.   Berikut kami sampaikan pernyataan Ahok yang sangat kontraversi itu: “Saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. ... Read More »

Adh-Dharuriyat al-Khamsah Dan Maslahat Manusia

  Sebelumnya telah kami sampaikan terkait pembagian maslahat yang dibagi menjadi tiga, yaitu dharuriyat, hajiyat dan tahsiniyat. Tiga bagian maslahat tadi, menjadi pilar utama dalam kajian ilmu maqashid. Secara umum terdapat kesepakatan di antara para ulama mengenai  pembagian maslahat dalam ilmu maqashid. Perbedaan hanya terletak pada urutan-urutan di bagian dharuriyat atau usulan tambahan atas dharuriyat yang lima sehingga mencakup hal-hal ... Read More »

Adakah Aplikasi Ijtihad Semantik Yang Lepas Dari Maqashid Dan Sebaliknya?

  Adakah aplikasi/contoh riil terkait ijtihad semantik yg terpisah dari ijtihad maqasidnya dan sebaliknya; sementara mnrt sy tdk mungkin menetapkan dasar hukum suatu masalah hanya pada maslahat dan di saat yg sama juga mesti dihindari penetapan hukum hanya berdasarkan teks dalil semata tanpa membicarakan kemaslahatan di balik teks. Jd sdh benar kedua pendekatan ini–usulul fiqh & usulul maqasid–utk sll berjalan ... Read More »

Perkataan Ulama Terkait Kiyas Ta’lil

  Sebelumnya telah kami sampaikan mengenai contoh sahabat umar yang menggunakan kiyas untuk menentukan suatu hokum syariat. Apa yang dilakukan oleh sahabat umat, dalam kenyataan tidak mendapatkan pertentangan dari sahabat lainnya. Ini sekaligus sebagai bukti mengenai ta’lil yang biasa digunakan oleh para sahabat.   Berikut ini kami sampaikan mengenai pendapat para ulama terkait ta’lil dari para sahabat: Imam Muzanni, sahabat ... Read More »

Contoh Hujah Ta’lil Dari Sahabat

  Ibul Qayyim dalam kitab I’lamul Muwaqqi’in mengatakan, “sahabat rasulullah saw dulu selalu melakukan ijtiad terhadap berbagai persoalan baru. Mereka mencocokkkan sebagian persoalan atas sebagian yang lain, dan mengidentifikasi persoalan dengan persoalan lainnya”.   Dalam kitab Syifa’ul Ghalil, Imam Ghazali berkata, para sahabat telah berijtihad sekuat tenaga untuk menggali hokum. Hal itu dilakukan dengan pengetahuan mereka yang sangat mendalam terkait ... Read More »

Contoh Hujah Ta’lil Dari al-Sunnah

  Sebelumnya kita telah melihat  contoh praktis terkait dengan ta’lil dari beberapa ayat al-Quran. Ta’lil tersebut kadang menggunakan lafal كي  kadang لعل  kadang menggunakan maf’ul li’ajlih dan lain sebagainya. Di sini kita akan mengambil contoh ta’lil yang termuat dari hadis Rasulullah saw.  Perhatikan contoh berikut ini:   عن سهل بن سعد قال اطلع رجل من جحر في حجر النبي صلى ... Read More »

Hujah Ta’lil Dari al-Quran

  Banyak sekali ayat al-Quran yang memberikan ta’lil atas suatu perbuatan. Lafal yang dijadikan sebagai pertanda illat bermacam-macam, si antaranya dengan menggunakan ta’lil كي Perhatikan ayat berikut ini: مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ... Read More »