Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru

Ilmu Kalam

Ilmu Kalam Itu “Pandangan Hidup” Kelompok Islam

 Ketika kita bicara ilmu kalam, banyak dari kita yang memahami bahwa ilmu kalam sekadar ilmu yang membahas mengenai Tuhan dan sifat-sifat Tuhan. Memang benar bahwa ilmu kalam membahas tenang seluk beluk ke-Tuhan-an, hanya saja membatasi ilmu kalam hanya sebatas pada kajian ketuhanan serasa urang tepat. Bahasan ketuhanan dalam ilmu kalam merupakan bagian dari bahasa kalam secara keseluruhan.   Jika kita ... Read More »

Berikut Kelemahan Argumen Filsuf Terkait Argumen Illat Ma’lul

Dari paparan di atas sangat nampak mengenai kelemahan argumen illal ma’lul yang digunakan oleh para filsuf. Indikasi kelemahannya di antaranya bisa dilihat sebagai berikut: 1. Suatu benda yang bermula dari ketiadaan, tidak dapat dijadikan sebagai argumen bahwa seluruh benda bermula dari ketiadaan. 2. Seluruh benda baru dikatakan tidak akan ada, manakala benda pertama yang kelak akan menjadi syarat atas keberadaan ... Read More »

Kritik Al-Amidi Terkait Argumen Illat Ma’lul

  Jika illat malul seperti yang disampaikan oleh para filsuf tadi dianggap mempunyai kelemahan, lantas argumen apa yang kiranya lebih sesuai dan lebih kuat?  Imam Amidi memberikan solusi sebagai berikut: Jika illat dan ma’lul tidak terbatas dan keduanya bersifat mumkinul wujud (mungkin ada), maka keberadaan mumkinul wujud hanya da dua kemungkinan, pertama ia akan terjadi tasalsul (berantai tiada batas), kedua ... Read More »

Antara Wujud dan Maujud Menurut Imam Amidi

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa para filsuf menganggap ada perbedaan antara wujud dan maujid. Wujud adalah eksistensi suatu benda, sementara maujud adalah keberadaan riil akan benda tersebut. Menurut Imam Amidi bahwa pendapat ini terdapat kelemahan mendasar: 1) Wujud dan maujud adalah sesuatu yang sama. Ia satu eksistensi. Istilah wujud dan maujud tidak ada saling ketergantungan karena pada hakekatnya keduanya adalah ... Read More »

Bukti Tuhan Itu Ada Menurut Mutakallimun

  Sebelumnya sudah saya sampaikan mengenai bukti keberadaan Tuhan perspektif para filsuf. Kemudian argumen tadi mendapatkan bantahan dari para mutakallimun karena dianggap mempunyai banyak kelemahan. Sekarang kita akan membahas mengenai bukti keberadaan Tuhan perspektif  para ulama kalam. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa titik tolak penolakan para mutakallimun terletak pada pemahaman mereka seputar benda, yang menurut mereka bisa dibelah hingga ... Read More »

Prinsip Dasar Paham Muktazilah

  Muktazilah dalam menentukan berbagai ketetapan hukum serta dalam menguatkan berbagai macam argumentasi terhadap wacana yang mereka gelindingkan selalu berpijak pada akal murni. Dengan argumentasi logis tersebut, mereka mampu menandingi berbagai syubhah yang dilontarkan pemeluk agama dan kepercayaan lain di luar Islam. Mereka telah banyak berjasa dalam mengemban dakwah Islam dan membela eksistensi agama Islam.   Namun yang patut disayangkan ... Read More »

Muktazilah

  Muktazilah adalah nama partai yang muncul di dunia Islam pada awal abad II H. Mereka dalam mengkaji aqidah Islam menggunakan metodologi akal murni. Mereka adalah pengikut Washil bn Athâ’ yang dirajihkan sebagai pendiri partai tersebut.[1]   Para sarjana muslim berbeda pendapat seputar asal mula dinamakan sebagai Muktazilah. Pertama: kata Muktazilah dinisbatkan kepada pengikut Washil bin Atha’ dari partai Ahlu ... Read More »

Kritik Al-Amidi Atas Argumen Filsuf Terkait Bukti Keberadaan Tuhan

Beberapa poin di atas merupakan argumen para filsuf untuk mendukung pendapat mereka mengenai wujud Tuhan. Jika dilihat sepintas lalu, pendapat tadi memang sangat rasional dan masuk akal. Meski demikian, ia tidak luput dari kritikan Imam Amidi. Beliau menganggap bahwa banyak terdapat kelemahan pada argumen para filsuf di atas, di antaranya adalah:   Di antara kritikan imam amidi adalah terkait pendapat ... Read More »

Argumen Para Filsuf Terkait Bukti Tuhan Itu Ada

Keberadaan Tuhan diakui oleh para filsuf muslim. Untuk membuktikan keberadaan Tuhan tadi, mereka menggunakan argumen sebagai berikut: Bahwa penciptaan alam raya pasti akan sampai pada illat terakhir, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Mustahil jika sesuatu tercipta tanpa batas, artinya faktor pertama diciptakan oleh faktor ke dua, faktor kedua diciptakan oleh faktor ke tiga dan demikian seterusnya. Mengapa tasalsusl tanpa batas ... Read More »

Antara Kiyas Ghaib Ala Syahid Dan hukum Illat Ma’lul  

Sebagaimana telah saya singgung sebelumnya bahwa kiyas ghaib ala syahid merupakanbentuk kiyas yang menganalogikan antara alam fisik dengan alam metafisik. Alam fisik dijadikan  asal, sementara alam metafisik dijadikan sebagai cabang. Jika ada kesamaan antara keduanya, maka dianggap memiliki hukum yang sama.   Dengan kata lain bahwa apa yang terjadi di alam fisik sangat mungkin juga terjadi di alam metafisik. Contoh ... Read More »

Open