Sunday, February 24, 2019
Artikel Terbaru

Ilmu Kalam

Lanjutan Macam-macam Dalil; Bagian Kedua

Bagian kedua ini, tatkala had al-awsad berada di posisi mahmul, baik ia berada di posisi mukadimah sughra ataupun mukadimah kubra. Konklusi dari model dalil seperti ini baru benar, manakala memenuhi syarat sebagai berikut: 1. Antara mukadiah sugra dan kubra harus berbeda, baik secara positif atau negatif. Jika mukadimah kubra dan sugra semuanya positif, atau semuanya negatif, maka konklusi yang dihasilkan ... Read More »

Macam-macam Dalil

Ada empat macam-macam dalil, yaitu:  1. Had awsat yang posisinya sebagai mahmul yang terletak di mukadimah sughra dan sebagai maudu, posisinya di mukadimah kubra. 2. Had awsat yang posisinyaa sebagai mahmul di mukadimah sughra dan kubra. 3. Had awsat yang posisinyaa sebagai maudu di mukadimah sughra dan kubra. 4. Had awsat yang posisinyaa sebagai maudu di mukadimah sughra dan mahmul ... Read More »

Mukadimah Dalil Zaniy

 Mukadimah Dalil Zaniy yaitu premis yang mempunyai kebenarat tidak terlalu akurat. Ia terkadang dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, atau justru mendorongnya untuk meninggalkan sesuatu tersebut. Mukadimah dalil shanniy terbagi menjadi dua: 1) Khayalan, yaitu suatu ungakan dengan menggunakan kiasan tertentu untuk lebih menarik orang lain agar melakukan sesuatu. Atau dengan ungkapan kiyasan tadi, dengan tujuan agar orang menjauh dan ... Read More »

Mukadimah Dalil Qat’i

Mukadimah dalil, terbagi menjadi qat’i dan tidak qat’iy Mukadimah dalil qat’i adalah mukadimah yang mempunyai akurasi kebenaran yang sangat tinggi. Untuk dalil qat’i, terbagi menjadi tuju, yaitu: 1. Al-awliyat Yaitu ketika disebutkan sesuatu, akal langsung menerimanya tanpa banyak berfikir. Contoh; 1 lebih kecil dari 2 2) Mukadimah nazariyah kiyas Yaitu ketika disebutkan sesuatu, akal menerimanya, namun masih butuh pemikiran. Contoh: ... Read More »

Siapa Ulama Pertama Yang Membagi Tauhid menjadi Tiga (Uluhiyah, Rububiyah dan Sifat)?

Cukup sulit untuk melacak siapa sesungguhnya ulama pertama yang membagi tauhid menjadi tiga komponen tadi. Dalam kitab syarh Ibnu Abil Iz yang bermazhab hanafi (368-463 H), dia menyatakan: pembahasan tauhid mencakup tiga hal, yaitu pembahasan terkait sifat, tauhid rububiyyah, yaitu yang menerangkan bahwa allahlah pencipta segala sesuatu, dan ketiga tauhid uluhiyyah, yaitu bahwa hanya allah saja yang layak untuk disembah. ... Read More »

Apakah makna Tauhid Uluhiyah, Rububiyah dan Sifat?

Dalam sebuah diskusi, ada yang menanyakan sebagai berikut:  siapa ulama pertama yang membagi tauhid menjadi tiga, yaitu tauhid uluhiyah, rububiyah dan tauhid sifat? Apakah pembagian di atas sama dengan paham trinitas di kalangan kristiani? Sebelum memberikan jawaban, selayaknya kita ketahui dulu, makna dari tiga bagian di atas. Tauhud uluhiyah adalah adalah percaya hanya ALlahs emata dzat yang layak untuk disembah. ... Read More »

Analogi Dengan Menentukan Pilihan

Ketika kita ingin mengidentifikasikan sesuatu, bisa juga dengan menyodorkan beberapa pilihan, lantas kita memilih satu dari sekian pilihan tersebut. Contoh: (Kuliyah mujibah +) Pasti bahwa setiap yang bergerak itu benda mati, atau pepohonan. Maka jawabnya: pepohonan (Kuliyah salibah -) Pasti bahwa sesuatu yang bergerak itu bukan manusia, atau manusia. Maka jawabnya: manusia Bisa juga dua piliham namun dua komponen dalam ... Read More »

Cara Membuat Definisi Dengan Rasm

Jika had tamm, merupakan definisi yang menggunakan an-nau’ dengan al-fashl, maka berbeda dengan definisi dengan rasm. Definisi rasm, langsung memberikan contoh kongret di lapangan. Contoh: Apakah manusia? Muhammad Apakah hewan? Kambing Apakah buah? Apel Secara umum, ketika ada pertanyaan dan diberi contoh secara langsung, maka pendengar sudah dapat memami. Hanya saja, pemahaman pendengar tidak sempurna. Bisa saja, ketika ada pertanyaan, ... Read More »

Cara Mermbuat Definisi Dengan Hadd Tamm

Ketika akan membuat definisi, banyak cara yang bisa dilakukan. Hanya saja, umumnya para ulama mantik lebih memilih dengan menggunakan definisi bil had (definisi dengan batasan tertentu). Dalam hal ini, para ulama mantik menggunakan al0jinsu dan al-fashlu. Contoh: Apakah manusia? Jawab; manusia adalah hewan yang berakal Hewan: al-jinsu Berakal: al-fashlu Hewan masih bersifat umum, masuk di dalamnya kucing, kambing, kerbau dan ... Read More »

Mantik Tashawuri dan Tasdiqi

Dalam kajian ilmu matik, biasanya dibagi menjadi dua bagian: 1) Tashawuri 2) Tasdiqi Mantik tashawuri berkaitan erat dengan ungkapan yang ada dalam pikiran manusia. Tujuan dari mantik tashawuri adalah membentuk ungkapan kalimat yang sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Atau, agar sesuatu yang ada dalam pikirkan kita, sesuai dengan makna yang ingin kita sampaikan. Mantik tashawuri sangat penting tatkala kita ... Read More »