Saturday, July 21, 2018
Artikel Terbaru

Ilmu Kalam

Ragu-ragu

Apakah ‘ragu-ragu’ itu? Menurut Abu Hasyim, ragu ragu adalah ketiadaan ilmu Namun pendapat ini ditolak oleh al-Amidi Karena benda mati juga tiada ilmu Namun tidak disbeut ragu ragu Jika dikatakan, ketiadaan ilmu yang (tidak tau) semestinya ia berilmu (semestinya tau), juga tidak dapat diterima Karena dengan ketidak tauannya tersebut, ia tidak dapat menghukumi sesuatu benar atau salah Jadi ia tidak ... Read More »

Anonim Ilmu, Bodoh bastih dan murakkab

Kebalikan (antonim) dari al-ilmu al-hadis adalah: bodoh, ragu2, praduga, lalai, tidur, pingsan dan mati   Bodoh bastih dan murakkab Bodoh dibagi menjadi bocoh basith (sederhana) dan bodoh murakab Yang dimaksud basith adalah dia tidak berilmu, meski dia sesungguhnya dapat berilmu jika mau mencarinya Bodoh basith bukan bearti seseorang tidak berilmu sama sekali Karena benda-benda mati juga tidak berilmu, namun tidak ... Read More »

Apakah Ilmu Itu Tetap atau Berubah?

Asyariyah berpendapat bahwa ilmu tersebut ‘tidak tetap’. Dengan kata lain, ilmu selalu berubah. Karena ilmu adalah a’rad dan a’rad selalu berubah tiap waktu Muktazilah berpendapat bahwa jika berkaitan dengan ilmu daruri dan kasbi, dan tidak ada hubungannya dengan taklif (beban syariat), maka ia tidak tetap. Namun jika berkaitan dengan beban taklif, maka ia ‘tetap’. Muktazilah ingin mengatakan bahwa manusia bertanggung ... Read More »

Dalam Diri Kita, di Manakah Tempat Ilmu Pengetahuan?

Namun di manakah letak ilmu? Para filsuf mengatakan bahwa ilmu terletak di dalam jiwa (nafs) Para mutakalimun mengatakan bahwa ilmu terletak dalam dua esensi (tempat), pertama yang bersifat zahir (nampak)n yaitu panca indera. Panca indera ini menyimpan ilmu pengetahuan Lisan menyimpan ilmu ‘rasa’ Mata menyimpan ilmu ‘melihat’ Hidung menyimpan ilmu ‘mencium’ Dan demikian seterusnya Dengan kata lain, panca indera punya ... Read More »

Apakah Ada Ilmu yang Sama?

Apakah ada ilmu yang sama? Jawab: tidak ada Ketika ada dua kertas segi empat yang mirip, maka sesungguhnya keduanya berbeda. Dilihat dari sisi jauhar maupun ard juga beda. Jika kita berkata ‘Muhammad berdiri. Ali berdiri’ Meski keduanya sama-sama berdiri, namun substansi keberdirian mereka berbeda. Meski kalimatnya saya gabung menjadi ‘Muhammad dan Ali berdiri’, tetap saja penggabungan kata tersebut tidak menghilangkan ... Read More »

Pengetahuan Secara global, Belum Tentu Mengetahui Secara Terperinci

Contoh: ada seseorang di dalam rumah. Bisa jadi kita tau detailnya orang tersebut, pakaian dia, apa yang sedang dia lakukan, danlain sebagainya. Tapi bisa jadi kita tidak tau. Kita hanya tau ada orang di dalam rumah Namun apakah ini bisa dikiyaskan kepada Khaliq? Kiyas ghaib ala syahid? Para mutakalimun menolak, karena menurut mereka bahwa Allah mengetahui sesuatu secara global dan ... Read More »

Ilmu Daruri dan Ilmu Nazari

Dalam ilmu kalam, bab pertama biasanya tentang ilmu Karena sesuatu dapat diketahui dengan ilmu Namun apa itu ilmu? Teramat sulit mendefinisikan ilmu, karena untuk buat definisi sendiri butuh ilmu Meski ilmu sulit didefinisikan, namun banyak yang mengatakan bahwa ilmu adalah pengetahuan. Jelas ini bukan jami’ dan mani’, namun minimal sudah memberikan gambaran Ilmu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu ilmu daruri ... Read More »

Pembagian Kiyas

Ada empat macam kiyas: 1. Kiyas minul kul ila juz’, disebut juga istidlal Contoh: kullu muskirin khamrun wa kullu khamrin haraam, izan, kullu muskirin haraam. Semua yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar haram, maka setiap yang memabukkan adalah haram. 2. Kiyas minal juz’ ilal kul, disebut istiqra Yaitu melakukan penelitian terhadap suatu obyek, untuk menghasilkan sebuah konklusi Jika yang ... Read More »

Muqaddimah Ilmu Kalam

Banyak istilah/nama yang digunakan dalam menyebut ilmu ini; 1. Ilmu ushuluddin, karena ilmu ini pondasi dasar agama Islam. 2. Ilmu kalam, karena di dalam ilmu ini ulama berbicara -kalam- dalam masalah: sang pencipta alam -ilahiyat-..kalam tentang nabi -nubuwwat- kalam tentang berita langit -sam’iyaat- siksa kubu, kebangktan setelh mati, surga neraka dll) 3. Ilmu tauhid (karena di dalamnya membahas keesaan Allah ... Read More »

Jauhar dan Ard

Selain Allah, disebut Ma’lum yang terdiri dari al-maujud atau al-jauhar. Al-jauhar dibagi menjadi dua, yaitu jauhar al-katif (al-ajsam/benda) dan jauhar al-latif (benda halus) Contoh jauhar katsif adalah, manusia, batu, kayu dan lain sebagainya. Contoh jauhar latif: ruh, malaikat, jin Al-jism (benda) terdiri dari kumpulan jauhar (atom) Setiap al-jauhar (atom) mempunyai sifat tersendiri (al-ard) Al-Aard akan selalu ada dengan keberadaan al-jauhar ... Read More »

Open