Saturday, July 21, 2018
Artikel Terbaru

Ilmu Kalam

Baik dan Buruk, Apakah Dinisbatkan Kepada Allah?

Menurut muktazilah bahwa Allah adalah Maha Suci yang terlepas dari sikap buruk. Dengan kata lain, sesuatu yang buruk tidak dapat dinisbatkan kepada Allah. Allah Maha Suci, lepas dari hal-hal yang buruk. Allah adalah baik maka hanya sesuatu yang baik saja yang layak dinisbatkan kepada Allah. Terbukti bahwa dalam al-Quran, Allah selalu memerintahkan manusia untuk melakukan hal yang baik dan menjauhi ... Read More »

Bukti Lain Bahwa Ilmu Adalah Fitrah

Argumen ke-2) Bahwa al-badihiyat (sesuatu yang bersifat aksiomatis) merupakan cabang dari al-ma’qulat (sesuatu yang dapat dirasionalkan). Sementara, alma’qulat cabang dari panca indra. Sebagaimana diketahui bahwa panca indera tidak meyakinkan. Jadi al-badihiyat pun tidak meyakinkan. Bukti bahwa pancaindera tidak meyakinkan: kita melihat matahari seakan diam, padahal bergerak. Kita melihat bayangan diam, padahal bergerak Kita melihat di dalam cermin seakan ada benda, ... Read More »

Fitrah Sebagai Sumber Pengetahuan

Ada juga yang mengatakan bahwa pengetahuan bersifat fitrah. Nazar menurut mereka tidak dapat memberikan ilmu pengetahuan. Alasan mereka sebagai berikut: 1) Bahwa pengetahuan yang dihasilkan dari nazar bisa jadi berupa pengetahuan yang bersifat badihi atau pengetahuan yang bersumber dari yang bukan badihi agar tidak terjadi tasalsul dan daur. Padahal badihiyat tidak dapat dihasilkan (karena sudah ada dalam otak kita dan ... Read More »

Pengamatan yang Benar Akan Mengantarkan Pada Kebenaran

Pengamatan yang benar akan mengantarkan kita pada kebenaran. Sekadar tambahan, baik buruk juga berlaku di ranah etika. Contoh: korupsi itu buruk. Karena ia mempunyai implikasi negatif. Ia melanggar agama, melanggar jiwa, melanggar kehormatan, melanggar penjagaan terhadap harta, dan lain sebagainya, Karena demikian, maka ia dilarang (diharamkan). (Pengamatam = proses berfikir / menggunakan akal)? (Logika / manthiq)? Ya, benar. Kiyas Iqirani: ... Read More »

Insting dan Akal

Pertanyaannya, insting, masuknya ke akal atau indra? Karena ada binatang yang dengan instingnya mampu keluar dr suatu ruangan, seperti tikus percobaan. Ada lagi, kita sering menemukan binatang yang bisa pandai melakukan suatu pekerjaan. Biasanya ruang percobaan tsb terdiri dr berbagai jalan, tapi tikus yang pintar itu mampu menemukan pintu tmpt keluarnya. Insting bukan akal, bukan indra. Dia tersendiri. Namanya gharizah. ... Read More »

Hubungan Akal dengan Jauhar

Jika yang dimaksud adalah hubungan akal dan jauhar secara umum, maka tidak ada. Akal independen dan jauhar independen. Karen yang dimaksud akal disini bukan otak, namun hal lain yang bersifat abstrak. Sementara otak adalah kumpulan jauhar. Mengenai hubungan akal dengan otak akan dibahas kemudian. Mengenai letak proses berfikir bisa dilihat tulisan sebelumnya. Akal jugaa bukan a’raad karena orang bsa disbut ... Read More »

Nazar

Secara bahasa, nazar bisa diartikan melihat, menunggu, bertemu, berfikir dan merenung Dalam ilmu kalam, nazar biasa diartikan dengan berfikir dan merenung (Bukan melamun lhoo…) Menurut Qadhi Abu Bakar nazar adalah proses berfikir untuk menghasilkan pengetahuan atau mendapatkan prasangka yang dekat dengan pengetahuan/ilmu. Nazar dibagi dua, ayitu 1. Nazar dimana sarana menuju obyek pemikiran benar, maka nazarnya benar. Sederhananya, metodologi yang ... Read More »

Proses Berfiki (Nazar) Dan Mati

Masuk ke pembahasan analisa atau proses berfiki (nazar) Proses berfikir (nazar) juga antonim dari ilmu (pengetahuan). Karena Proses berfikir merupakan sarana untuk mendapatkan ilmu. Atau sarana untk mendapatkan pengetahuan terhadap obyek yang sedang dia fikirkan. Masuk pembahasan “kematian”. Menurut Abu Hasyim, mati merupakan hilangnya struktur tertentu yang menjadi syarat kehidupan. Pendapat ini dipertanyakan oleh imam Amidi, karena dapat dipahami bahwa ... Read More »

Lalai dan Lupa

Setelah pembahanas ilmu, bodoh, ragu dan praduga, sekarang kita masuk kepada pembahasan lalai dan lupa. Lalai dan lupa juga antonim dari ilmu. Karena seseorang tidak mungkin ‘mengetahui’, namun disatu waktu dia juga ‘lupa dan lalai’. Apakah lupa dan lalai berkaitan dengan dua esensi? Hal ini sama pembahasannya dengan ilmu, bodoh, ragu dan praduga. Jawabannya bisa dirujuk ke belakang. Semua sepakat ... Read More »

Praduga

Praduga adalah memilih antara dua kemungkinan yang saling bertentangan. Praduga juga bukan ilmu, karena ilmu adalah sebuah keyakinan Antara ilmu dan praduga juga tidak dapat terjadi dalam satu waktu dan dalam menyikapi esensi yang sama Contoh: “Kayaknya saya akan makan pisang, tapi di satu waktu saya yakin akan makan pisang” “Kayaknya” dan “keyakinan” tidak dapat terjadi dalam satu waktu pada ... Read More »

Open