Saturday, February 29, 2020
Artikel Terbaru

Ilmu Kalam

Resmum “Trinitas” Tauhid?

Berikut resum diskusi group al-muflihun terkait ilmu kalam Pembagian tauhid menjadi tiga: 1. Salafi (wahabi) membagi tauhid menjadi tiga, yaitu tauhid rububiyyah, sifat dan uluhiyyah. 2. Pembagian tauhid menjadi tiga, menurut mereka berdasarkan dari berbagai tafsiran para ulama mutaqaddimin seperti imam qurtubi. 3. Tujuan pembagian sekadar untuk pemetaan tauhid saja. Hanya saja, pembagian tauhid itu banyak mendapat kritikan, dengan alasan: ... Read More »

Bagi Para Filsuf, Tuhan Tidak Berkehendak

  Sebelumnya pernah saya sampaikan mengenai perbedaan antara illat ma’lul yang biasa digunakan sebagai argumen para filsuf dan dalilul hudus yang biasa digunakan oleh para ulama kalam. Illat ma’lul maksudnya bahwa keberadaan makhluk (alam raya), sifatnya otomatis tanpa butuh penciptaan. Ia ada karena Tuhan ada. Alam dengan Tuhan sama-sama qadim. Bedanya terletak di peringkat, yaitu bahwa Tuhan sempurna sementara alam ... Read More »

Siapakah Ahlu Sunnah Itu?

Berikut kami sampaikan sejarah singkat perkembangan Ahlu Sunnag. Tulisan ini dari geroup WA rumah ilmu, memang masih sangat mentah. Meski demikian kami share di sini, semoga membawa manfaat.   Untuk sejarah ahlu sunnah, secara singkat sebagai berkut: Pada masa Sahabat dan awal dinasti Bani Umayyah belum ada kelompok Ahlu Sunnah yang terlembagakan. Yang sudah terlembagakan waktu itu adalah Syiah, Khawarij, ... Read More »

Imam Razi, Ulama Kalam Sekaligus Ilmuan Ternama

  Sebelumnya saya sampaikan bahwa para ulama kalam tetap memuliakan ilmu pengetahuan eksakta. Tidak benar jika ulama kalam anti terhadap kemajuan, meski tidak menganut teori sebab akibat. Ulama kalam menggunakan al adah al muthradah untuk menyingkap berbagai fenomena alam.   Pernyataan ini tidak sekadar omong kosong. Ada bukti nyata bahwa seorang mutakallim juga dapat menjadi ilmuan sejati. Sebut saja misalnya ... Read More »

Ini Alasannya Mengapa Ulama Kalam Tidak Menggunakan Istilah Sebab Akibat

  Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa para ulama kalam enggan menggunakan istilah sebab akibat dalam melihat berbagai fenomena alam. Meski mereka tidak menafikan tentang “hukum alam”, namun mereka lebih memilih istilah al adah al muthradah, yaitu kebiasaan yang berulang dan bersifat tetap.   Mengapa mereka tidak menggunakan istilah sebab akibat? Setidaknya ada dua alasan: Pertama, sebab akibat merupakan jebakan yang ... Read More »

Bagi Ulama Kalam, Tuhan Hadir Di Alam Raya

  Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa para ulama kalam menggunakan istilah al-adah al-muthradah untuk menentukan berbagai kejadian alam yang ada di duni ini. Al-adah al mutradah adalah kebiasaan yang sifatnya kontinuitas, berulang-lang dan tidak berubah. Tugas manusia adalah menyingkap rahasia Allah di alam raya yang tidak berubah ini. Karena dengan kepastian hukum alam, ilmu pengetahuan dapat berkembang.   Jika ada ... Read More »

Benarkah Ulama Kalam Menafikan Ilmu Pengetahuan?

  Sering kita mendengar bahwa para ulama kalam, termasuk di antaranya adalah ulama kalam dari kalangan Asy’ariyah menolak ilmu pengetahuan. Bahkan tidak sedikit para pemikir Islam, baik klasik maupun kontemporer yang menuduh ulama kalam sebagai biyang kerok kemunduran peradaban Islam. Ulama kalam bahkan dianggap menghancurkan ilmu pengetahuan.   Ini tidak lain karena ulama kalam menolak terjadinya sebab akibat. Padahal dalam ... Read More »

Wujud dan Adam Perspektif Para Filsuf

  Para mutakallimun menyatakan bahwa wujud bermula dari adam (ketiadaan). Artinya bahwa makhluk Tuhan yang ada di alam raya ini bisa wujud, karena kehendak Allah semata. Ia ada dari tiada. Tentu ini berbeda dengan pandangan para filsuf yang menyatakan bahwa alam raya ini ada, nukan dari ketiadaan. Alam raya ada karena adanya Tuhan sebagai wujud awal. Tuhan sebagai illat pertama ... Read More »

  Wujud dan Adam

  Semua sepakat bahwa ada wajibul wujud dan mumkinul wujud. Wajibul wujud adalah sesuatu yang wujudnya harus ada dan akan selalu ada. Ia wujud tidak membutuhkan yang lain. Ia wujud sejak azal dan akan selalu wujud.   Sementara mumkinul wujud adalah sesuatu yang mungkin ada. Dengan kata lain, ia ada karena faktor lain dan membutuhkan yang lain. Istilah para filsuf, ... Read More »

Dalilul Hudus dan Penciptaan Alam Raya

  Dalilul hudus memandang bahwa Tuhan adalah wajibul wujud. Ia sang pencipta alam raya. Ia sifatnya qadim dan azal. Ia ada dan harus ada sebelum semua ciptaannya wujud. Alam raya ini sifatnya mumkinul wujud. Dikatakan mumkinul wujud, karena ia ada dari ketiadaan. Tuhanlah yang menciptakan alam raya ada dari ketiadaan tadi.   Lantas bagaimana dengan pendapat para filsuf yang menyatakan ... Read More »