Tuesday, December 18, 2018
Artikel Terbaru

Ilmu Kalam

Di Sini Bedanya Antara Dalilul Hudus Dengan Illat Ma’lul

Coba kita amati perdebatan antara Imam Amidi dengan para filsuf. Lalu kita telurusi, di manakah letak perbedaan antara dua pendapat tadi?   Untuk membutkikan keberadaan Tuhan, para filsuf menggunakan argumen ilat ma’lul. Artinya bahwa setiap yang ada, membutuhkan illat terakhir. Benda-benda di alam raya ini, terkait erat dengan illat  yang mewujudkannya. Artinya bahwa antara mumkinul wujud dengan wajibul wujud, mempunyai ... Read More »

Alam Raya Bisa Wujud Karena Ada Wajibul Wujud

  Jika illat berada di luar alam raya, atau di luar dari benda-benda tadi, juga ada dua kemungkinan: Ia mumkinul wujud Ia wajibul wujud.   Jika ia mumkinul wujud, artinya statusnya sama dengan wujudnya benda-benda itu. Ia masih membutuhkan yang lain untuk mewujudkannya.   Jadi supaya ia bisa mewujudkan yang lain dan ia ada dengan sendirinya dari azal, ia harus ... Read More »

Imam Amidi dan Dalilul Hudus

Para uama kalam, di antaranya juga Imam Amidi dan para filsuf sepakat bawah alam raya merupakan mumkinul wuud. Ia membutuhkan Sang Pencipta yang harus ada dan tetap akan ada. Sang Pencipta yang harus ada itu disebut dengan Wajibul Wujud. Hanya saja, antara mereka terdapat perbedaan pandangan dalam memberika argumen terkait wajibul wujud tadi. Para filsuf menggunakan dalil illat ma’lul  yang ... Read More »

Perbedaan Antara Ilmu Kalam dan Filsafat

  Jika kita membaca buku-buku ilmu kalam, kita akan menemukan bahasan yang sangat filosofis. Apalagi buku-buku ilmu kalam mutaakhirin, hampir tidak bisa dibedakan antara bahasan kalam dan filsafat. Meski demikian, terdapat perbedaan mendasar antara kalam dan filsafat, di antaranya adalah sebagai berikut: Dari sisi episteme, ilmu kalam berpijak dari wahyu (baca: al-Quran dan sunnah. Meski demikian dalam rangka menyampaikan kandungan ... Read More »

Ilmu Kalam Itu “Pandangan Hidup” Kelompok Islam

 Ketika kita bicara ilmu kalam, banyak dari kita yang memahami bahwa ilmu kalam sekadar ilmu yang membahas mengenai Tuhan dan sifat-sifat Tuhan. Memang benar bahwa ilmu kalam membahas tenang seluk beluk ke-Tuhan-an, hanya saja membatasi ilmu kalam hanya sebatas pada kajian ketuhanan serasa urang tepat. Bahasan ketuhanan dalam ilmu kalam merupakan bagian dari bahasa kalam secara keseluruhan.   Jika kita ... Read More »

Berikut Kelemahan Argumen Filsuf Terkait Argumen Illat Ma’lul

Dari paparan di atas sangat nampak mengenai kelemahan argumen illal ma’lul yang digunakan oleh para filsuf. Indikasi kelemahannya di antaranya bisa dilihat sebagai berikut: 1. Suatu benda yang bermula dari ketiadaan, tidak dapat dijadikan sebagai argumen bahwa seluruh benda bermula dari ketiadaan. 2. Seluruh benda baru dikatakan tidak akan ada, manakala benda pertama yang kelak akan menjadi syarat atas keberadaan ... Read More »

Kritik Al-Amidi Terkait Argumen Illat Ma’lul

  Jika illat malul seperti yang disampaikan oleh para filsuf tadi dianggap mempunyai kelemahan, lantas argumen apa yang kiranya lebih sesuai dan lebih kuat?  Imam Amidi memberikan solusi sebagai berikut: Jika illat dan ma’lul tidak terbatas dan keduanya bersifat mumkinul wujud (mungkin ada), maka keberadaan mumkinul wujud hanya da dua kemungkinan, pertama ia akan terjadi tasalsul (berantai tiada batas), kedua ... Read More »

Antara Wujud dan Maujud Menurut Imam Amidi

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa para filsuf menganggap ada perbedaan antara wujud dan maujid. Wujud adalah eksistensi suatu benda, sementara maujud adalah keberadaan riil akan benda tersebut. Menurut Imam Amidi bahwa pendapat ini terdapat kelemahan mendasar: 1) Wujud dan maujud adalah sesuatu yang sama. Ia satu eksistensi. Istilah wujud dan maujud tidak ada saling ketergantungan karena pada hakekatnya keduanya adalah ... Read More »

Bukti Tuhan Itu Ada Menurut Mutakallimun

  Sebelumnya sudah saya sampaikan mengenai bukti keberadaan Tuhan perspektif para filsuf. Kemudian argumen tadi mendapatkan bantahan dari para mutakallimun karena dianggap mempunyai banyak kelemahan. Sekarang kita akan membahas mengenai bukti keberadaan Tuhan perspektif  para ulama kalam. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa titik tolak penolakan para mutakallimun terletak pada pemahaman mereka seputar benda, yang menurut mereka bisa dibelah hingga ... Read More »

Prinsip Dasar Paham Muktazilah

  Muktazilah dalam menentukan berbagai ketetapan hukum serta dalam menguatkan berbagai macam argumentasi terhadap wacana yang mereka gelindingkan selalu berpijak pada akal murni. Dengan argumentasi logis tersebut, mereka mampu menandingi berbagai syubhah yang dilontarkan pemeluk agama dan kepercayaan lain di luar Islam. Mereka telah banyak berjasa dalam mengemban dakwah Islam dan membela eksistensi agama Islam.   Namun yang patut disayangkan ... Read More »

Open