Tuesday, December 18, 2018
Artikel Terbaru

Fikih Dan Fatwa

Syarat Saksi Nikah: Dapat Melihat dan Mendengarkan Secara Lagsung

Saksi dapat melihat dan mendengarkan secara lagsung apa yang terucap dalam ungkapan akad nikah, serta mengerti maksud arti ungkapan tersebut. Madzhab Syafi’i mensyaratkan bahwa seorang saksi harus orang yang bisa melihat dan mendengar. Sedangkan madzhab Hanafi tidak mensyaratkan hal tersebut.   Gambaran masalah Madzhab Hukum Tidak dapat melihat dan mendengarkan akad nikah secara lagsung Syafi’i Tidak sah Hanafi Sah   Read More »

Syarat Saksi Nikah: Orang Baik-baik

Madzhab Syafi’i dan Hambali mengatakan bahwa tidak sah akad nikah jika saksi seorang fasik, dengan alasan sebagaimana hadits: لا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل   Artinya: Tidak sah menikah kecuali dengan wali dan dua saksi yang adil. Keberadaan saksi nikah sesungguhnya sebagai wujud penghormatan atas sakralitas akad nikah. Saksi juga akan menjadi bukti riil atas berlangsungnya akad nikah. Oleh karenanya, ... Read More »

Hukum Saksi Wanita dalam Akad Nikah

 Madzhab Syafi’i dan Hambali membolehkan wanita menjadi saksi dalam berbagai macam persoalan, kecuali saksi nikah. Hal ini berlandaskan dari Hadis yang diriwayatkan Abu Abid: “Bahwa wanita tidak layak sebagai saksi dalam batas-batas tertentu yaitu saksi dalam perkawinan dan saksi dalam thalak” Perempuan tidak boleh menjadi saksi nikah, karena akad nikah bukanlah akad yang berkaitan dengan harta benda, dan bukan akad ... Read More »

Hukum Saksi Nikah Lebih dari Satu (Ta`addud)

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah yang berbunyi:   وَاسْتَشْهِدُواْ شَهِيدَيْنِ من رِّجَالِكُمْ فَإِن لَّمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاء   Artinya: “Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai.” (QS. Al-Baqarah: 282).   ... Read More »

Hukum Saksi Nikah Yang Beragama Kristen atau Yahudi

Ada Perbedaan pendapat tentang saksi nikah yang beragama Kristen dan Yahudi (ahli kitab) di antaranya: Jumhur fuqaha mengatakan bahwa syarat sahnya saksi, ia harus beragama Islam. Sedangkan saksi yang beragama Kristen atau Yahudi (Ahli Kitab) tidak sah, dengan landasa dalil di atas. Juga berdasarkan dari hadits Nabi: لا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل   Artinya: tidak sah menikah kecuali dengan ... Read More »

Syarat Saksi Nikah; Islam

Para ulama sepakat bahwa keislaman seseorang menjadi syarat dia dibolehkan menjadi saksi pernikahan. Tentu saja, jika yang sedang melangsungkan akad pernikahan adalah orang Islam.[1]   Tentang syarat keislaman saksi, didasarkan pada firman Allah Swt, yang berbunyi:   فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَـؤُلاء شَهِيدًا   Artinya:Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang ... Read More »

B. Saksi; Hukum Saksi dalam Akad Nikah

Jumhur ulama mengatakan bahwa akad nikah belum dikatakan sah, jika tidak ada saksi yang bias hadir di tempat acara pernikahan. Hal ini dilandaskan dari hadis yang diriwayatkan Aisyah bahwa: لا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل   Artinya: “Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan saksi yang adil”. Read More »

Hukum Ijab dan Kabul yang Diucapkan oleh Satu Orang

Prinsipnya, ungkapan ijab dilakukan oleh satu orang, demikian juga ungkapan kabul yang dilakukan oleh satu orang. Hal ini karena akad nikah dapat disetarakan dengan akad jual beli, hibah, dan lainnya. Semua ungkapan dalam transaksi tersebut terdapat lafal serah dan terima. Perbedaannya, dalam jual beli tidak boleh dalam akad transaksinya hanya dilakukan oleh satu orang saja. Artinya yang mengatakan “Saya membeli” ... Read More »

Hukum Ungkapan Akad Nikah yang Diwakilkan

 Dalam kitab al-Badâ’i karya al-Kasa’i dikatakan bahwa seorang laki-laki mengutus seseorang untuk meminta dinikahkan, kemudian utusan tersebut diterima kedua orang saksi. Model akad nikah seperti ini dibolehkan. Meski yang datang ke tempat akad nikah adalah utusannya, namun akad tetap dianggap sah dan mempelai dianggap masih dalam satu tempat. ungkapan akad nikah dari utusan, posisinya dianggap sama persis dengan akad yang ... Read More »

Hukum Lafal Ijab Kabul dengan Tulisan

      Madzhab Hanafi berpendapat bahwa akad nikah dengan tulisan, dapat digolongkan ke dalam dua bangian.   Pertama, ungkapan lafal akad di mana salah satu dari mempelai sedang tidak ada di tempat, seperti calonsuami di Indonesia, sementara calon istri ada di Mesir.   Kedua, ungkapan akad nikah dengan tulisan, sementara kedua mempelai ada di tempat.   Ungkapan akad dengan tulisan, ... Read More »

Open