Saturday, January 20, 2018
Artikel Terbaru

Fikih Dan Fatwa

Hukum Orang Bisu yang Mengucapkan Akad Nikah dengan Bahasa Isyarat atau dengan Tulisan

  Menurut madzhab Hambali bahwa bagi orang bisu yang menikah dengan ijab kabul menggunakan bahasa isyarat atau tulisan, selama isyarat tersebut dapat dipahami, maka nikahnya sah. Menurut madzhab Hambali bahwa mengungkapkan ijab kabul dengan tulisan bagi orang bisu lebih diutamakan. Hal ini karena tulisan lebih jelas dan lebih dapat dipahami. Meski demikian, Hanabilah tetap membolehkan orang bisu melafalkan ijab kabul ... Read More »

Hukum Ijab Kabul dengan Isyarat

          Para fuqaha membolehkan lafal ijab kabul dengan bahasa isyarat selama dapat dipahami. Jika bahasa isyarat tidak dipahami oleh para saksi, maka hukum akad batal dan tidak sah. Intinya adalah pemahaman tersebut, sehingga hukum ijab kabul dengan bahasa isyarat sama dengan mengucapkan lafal dengan bahasa selain bahasa Arab. Jika tidak paham dengan cara tersebut, maka akad tidak sah.[1] Ijab kabul ... Read More »

Hukum Lafal Ijab Kabul dengan Menggunakan Selain Bahasa Arab

         Para fuqaha berpendapat bahwa ijab kabul dengan menggunakan selain bahasa dianggap sah. Menurut Imam Syafi’i dan Ibnu Qudama, seperti termaktub dalam kitab al-mughnî bahwa bagi yang menguasai lafal ijab kabul dengan bahasa Arab, maka dia harus menggunakan ijab kabul dengan bahasa Arab. Jika tidak, maka nikahnya diangap tidak sah.   Sementara itu, Abu Hanifah membolehkan akad nikah dengan selain ... Read More »

Ungkapan Ijab Kabul (II)

 Para fuqaha mensyaratkan dua ungkapan dalam akad. Pertama: ungkapan ijab kabul yang menunjukkan masa yang sudah lampau; (mâdhi). Kedua: ijab menggunakan ungkapan yang sudah lampau (mâdhi), sementara kabul menggunakan ungkapan yang akan datang (mustaqbal). Contoh bentuk pertama: ucapan bagi yang menikahi: “zawajtuka ibnati” (saya telah nikahkan anak saya) dan yang menerima menjawab”qabiltu” (telah aku terima) dan contoh yang kedua adalah: ... Read More »

Ungkapan Ijab Kabul (Shîgah)

  Pertama: dilihat dari segi lafal kabul. Para fuqaha sepakat bahwa lafal kabul boleh dengan ungkapan apa saja asalkan dapat menunjukkan kepada keridaan dan kesepakatan dari pihak pertama (ijab).   Kedua: dilihat dari segi lafal ijab. Para fuqaha sepakat bahwa dibolehkan menggunakan lafal ijab dengan lafal al-inkhâh atau al-tazwîj atau lafal lain yang dapat menunjukkan keridaan kedua mempelai. Di sini ... Read More »

Ijab dan Kabul (Shîgah)

Makna Ijab Kabul   Ijab adalah ucapan pertama dari pihak laki-laki, sedangkan kabul adalah jawaban dari pihak perempuan.[1] Ungkapan akad nikah tersebut sering disebut dengan shîgah, dan isi dari pada shîgah adalah ijab kabul.[2]   Makna ijab menurut madzhab Hanafi adalah ucapan pertama dari kedua mempelai dan kabul adalah ucapan kedua setelah lafal ijab.[3]   Syarat -syarat Ijab dan Kabul ... Read More »

Rukun dan Syarat Pernikahan

Pernikahan merupakan awal menuju kehidupan baru. Pernikahan, yang merupakan bersatunya dua insan, oleh al-Qur’an disebut dengan “janji yang sangat berat”. Hal ini, karena dengan adanya pernikahan akan memunculkan banyak konsekwensi, baik secara individu maupun sosial. Banyak tanggung jawab yang akan dipikul oleh kedua belah pihak dalam mengarungi bahtera kehidupan bersama.   Pernikahan yang didasari atas landasan al-Qur’an dan Sunnah akan ... Read More »

Hukum Menggunakan Ilmu Hisab Boleh

Dalil Naqli 1. Firman Allah: يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ   Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah :”Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”. (QS. 2:189)   Wajhu al-Dilâlah Ayat di atas menunjukkan bahwa perputaran bulan merupakan petunjuk dari waktu ibadah haji dan juga ibadah lainnya.   2. Firman Allah: ... Read More »

Hukum Menggunakan Ilmu Hisab Tidak Boleh

  Dalil Naqli   1. Firman Allah: فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ   Artinya: Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu.   Wajhu al-Dilâlah   Ayat di atas dapat dipahami bahwa setiap orang Islam yang menyaksikan hilal pada bulan Ramadhan, maka umat Islam sudah diwajibkan berpuasa.   2. Sabda Rasulullah: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى ... Read More »

Pengertian Ilmu Hisab

Sebelum menginjak kepada pembahasan tentang pandangan hukum, alangkah lebih baiknya jika kami mengetengahkan lebih dahulu mengenai definisi ilmu hisab, ilmu falak atau astronomi dan astrologi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengambilan ketetapan hukum. Ilmu falak atau astronomi adalah ilmu tentang matahari, bulan, bintang dan planet-planet lainnya. Atau ilmu falak adalah ilmu yang mempelajari tentang tata lintas benda-benda angkasa secara sistematis ... Read More »

Open