Tuesday, October 16, 2018
Artikel Terbaru

Fikih Dan Fatwa

Siapa yang Berhak Menjadi Wali Nikah?

Jumhur ulama dari kalangan madzhab Tsauri, Maliki, Laithi dan Syafi’i sepakat bahwa wali dalam akad nikah adalah orang terdekat dari mempelai perempuan. Madzhab Syafi’i menambahkan bahwa wanita tidak boleh menjadi wali dalam akad nikah. Jika tidak ada kerabat dekat, maka wali dapat diambil alih oleh hakim.   Menurut madzhab Syafi’i, orang-orang yang dilarang menjadi wali adalah orang gila, anak kecil ... Read More »

Syarat Wajib Wali; Rusydu

Yaitu anak kecil yang belum balig tapi sudah mengerti dan berakal. Mengenai rusyd ini, di kalangan madzhab Syafii sendiri terjadi silang pendapat. Sebagian mengatakan bahwa rusydu termasuk syarat wali. Alasannya, seseorang tidak mungkin menjadi wali, manakala dia belum dapat berfikir dengan baik. Sementara menurut madzhab Hambali, Hanafi, Maliki dan sebagian ulama dari kalangan Syafiiyyah menganggap bahwa rusyd dan juga safîh ... Read More »

Apakah Rasul dan Sahabat Berkhitan?

 Pernah dalam sebuah group, ada yang menanyakan mengenai Rasul saw dan sahabat, apakah beliau berkhitan? Untuk menjawab mengenai pertanyaan di atas, akan saya cantumkan beberapa hadis berikut: Pertama, hadis tentang khitan: ، عن أبي هريرة – رضي الله تعالى عنه – سمعت النبي – صلى الله عليه وسلم – يقول: ((الفطرة خمس: الختان، والاستحداد، وقص الشارب، وتقليم الأظفار، ونتف الآباط))، ... Read More »

Syarat Wajib Wali; Orang Baik-baik (Adil)

Menurut madzhab Syafi’i bahwa di antara syarat seorang wali, ia adalah orang baik-baik (âdil). Sementara menurut madzhab Hanafi, Hambali dan Maliki, bahwa orang baik-baik tidak menjadi syarat seseorang menjadi wali nikah.[1]   Gambaran masalah Madzhab Hukum Bukan orang baik-baik menjadi wali Syafii Tidak sah Hanafi, Hambali dan Maliki Sah [1]                      Ibid.  hal.141-146 Read More »

Lanjutan Syarat Wajib Wali

Baligh dan berakal Ini sudah menjadi kesepakatan di kalangan para ulama. 2.      Orang yang merdeka Budak laki-laki ataupun perempuan tidak boleh menjadi wali karena budak menjadi milik tuannya. 3.      Laki-laki Menurut Syafiiyah, perempuan tidak boleh menjadi wali. Dia juga tidak diperkenankan menikahkan diri sendiri atau menikahkan orang lain, baik diizinkan atau tidak diizinkan oleh orang yang bersangkutan, karena secara etika ... Read More »

Syarat Wajib Wali

1. Islam Seorang wali harus beragama Islam sebagaimana dalam firman Allah Swt, yang berbunyi:   الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِّنَ اللّهِ قَالُواْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُواْ أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً   Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menunggu (peristiwa) yang akan ... Read More »

Pembagian Wali Nikah

 Wali nikah dapat dibagi menjadi dua, yaitu: Pertama: ijbâriyyah yaitu wali sebenarnya, seperti ayahnya atau kakeknya. Kedua: ikhtiyâriyyah yaitu wali yang bukan sebenarnya, namun dapat dijadikan sebagai wali dengan faktor tertentu, seperti perwakilan dari selain ayah dan kakek.[1]   [1]                      Dr. Fathiyah Mahmud al-Hanafi, Op. Cit., hal. 141 Read More »

Wali Nikah

Makna Wali Menurut bahasa, wilâyah artinya pertolongan atau keturunan. Ada yang mengatakan bahwa wali artinya hakim. Menurut jumhur ulama, seorang wali nikah, lebih baik dari kerabat dekatnya. Wali dimaksudkan bukan untuk mengekang calon mempelai, atau merubah nasab mempelai.   Abu Hanifah berpendapat bahwa apabila wanita tidak mempunyai wali, ataupun dia mempunyai wali tetapi mengekang keberadaannya, maka perwalian bias diambil alih ... Read More »

Syarat Saksi Nikah: Dapat Melihat dan Mendengarkan Secara Lagsung

Saksi dapat melihat dan mendengarkan secara lagsung apa yang terucap dalam ungkapan akad nikah, serta mengerti maksud arti ungkapan tersebut. Madzhab Syafi’i mensyaratkan bahwa seorang saksi harus orang yang bisa melihat dan mendengar. Sedangkan madzhab Hanafi tidak mensyaratkan hal tersebut.   Gambaran masalah Madzhab Hukum Tidak dapat melihat dan mendengarkan akad nikah secara lagsung Syafi’i Tidak sah Hanafi Sah   Read More »

Syarat Saksi Nikah: Orang Baik-baik

Madzhab Syafi’i dan Hambali mengatakan bahwa tidak sah akad nikah jika saksi seorang fasik, dengan alasan sebagaimana hadits: لا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل   Artinya: Tidak sah menikah kecuali dengan wali dan dua saksi yang adil. Keberadaan saksi nikah sesungguhnya sebagai wujud penghormatan atas sakralitas akad nikah. Saksi juga akan menjadi bukti riil atas berlangsungnya akad nikah. Oleh karenanya, ... Read More »

Open