Tuesday, November 21, 2017
Artikel Terbaru

Bahasa Arab

Mengapa Tidak Alfiyah Binti Malik?

  Seri Kajian Ilmu : Jamaah D1 : Assalamu alaikum. Mau tanya ust. Mengapa sering kita menyatakan, Alfiyah Ibni Malik, dan bukan Alfiyah binti Malik? Syukran. 🏻Ustadz Wahyu Lc.: Saya jawab ya. Ini terkait dengan bahasa Arab. Dalam bahasa arab sering kita jumpai kata atau kalimat yang dibuang dengan tujuan tertentu, di antaranya ketika kata-kata tersebut sudah bisa dipahami, sulit ... Read More »

Mengenal Kata Dalam Bahasa Arab

Ust. Dedi Jamaluddin, Lc Untuk pendahuluan, kita lebih dahulu akan bahas sedikit tentang ‘kata’ dalam bahasa Arab. Kata adalah bentuk terkecil dari sebuah bahasa yang mempunyai makna. Sebenarnya ada bentuk yang lebih kecil lagi yaitu abjad. Ia berfungsi untuk menyusun sebuah kata. Namun karena abjad sudah makruf, maka di sini kita tinggalkan.   Dalam bahasa Arab ada 3 jenis kata, ... Read More »

Mengenal Kalimat Dalam Bahasa Arab

  Ust. Dedi Jamaludin, Lc Dalam bahasa Arab, kalimat itu ada dua macam/bntuk: 1. Jumlah ismiyah, terdiri dari mubtada+khobar, 2. Jumlah fi’liyah, trdiri dari fiil+fail. Jadi pembahasan utama dalam bahasa Arab adalah mubtada khobar dan fi’il fa’il. Bahasan ini sering disebut ‘umdah (pembahasan utama), sedangkan tema lainnya, seperti na’at, taukid, badal, hal, tamyiz, dan lain sebagainya adalah fadlah/takmilah (pembahasan tambahan/penyempurna). ... Read More »

Kumpulan Mahfudzat (Pribahasa Arab):

    Ust. Dedi Jamaludin, Lc 1. ﻣَﻦْ ﺳَﺎﺭَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺪَّﺭْﺏِ ﻭَﺻَﻞَ Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia 2. ﻣَﻦْ ﺟَﺪَّ ﻭَﺟَﺪَ Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia. 3. ﻣَﻦْ ﺻَﺒَﺮَ ﻇَﻔِﺮَ Barang siapa sabar beruntunglah ia. 4. ﻣَﻦْ ﻗَﻞَّ ﺻِﺪْﻗُﻪُ ﻗَﻞَّ ﺻَﺪِﻳْﻘُﻪُ Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya. 5. ﺟَﺎﻟِﺲْ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺼِّﺪْﻕِ ﻭَﺍﻟﻮَﻓَﺎﺀِ Pergaulilah orang yang jujur dan ... Read More »

Inilah Keunikan Bahasa Arab

  Dalam sebuah diskusi whatsapp, sempat ramai terkait tebak-tebakan bahas arab. Dari pertanyaan yang sangat sederhana, namun ternyata berbuntut panjang. Intinya bahwa bahasa arab sangat luas dan mengandung banyak makna. Bahasa arab sangat detail sehingga perli pemahaman khusus. Bahasa Arab menjadi kunci untuk memahami al-Quran. Mereka yang paham benar dengan bahasa Arab, minimal telah mempunyai satu kunci pembuka. Tinggal kemudian ... Read More »

Sebab-sebab Munculnya Lafazh Musytarak Arab

Dalam ungkapan bahasa Arab, terdapat lafazh yang memiliki makna ganda. Para ulama menyebutkan beberapa sebab terjadinya makna ganda dalam satu lafazh sebagai berikut: Perbedaan suku Arab dalam menerapkan dan menggunakan lafazh bahasa. Terkadang satu suku menggunakan lafazh tertentu untuk makna tertentu, sementara suku lain menggunakan lafazh yang sama namun dengan makna yang berbeda. Lafazh dipakai sesuai dengan makna terapan lafazh, ... Read More »

Markaz Ushuli; Metode Belajar Bahasa Arab Manhaji, Efektif dan Efisien

Belajar bahasa Arab, jika sekadar untuk percakapan, sesungguhnya tidak terlalu sulit. Kita hanya sekadar menghafal materi percakapan sehari-hari, maka dengan mudah kita dapat berbicara dengan bahasa Arab. Persoalannya, tatkala diminta untuk membaca kitab, apalagi memahami kitab kuning, ternyata tidak semudah belajar percakapan. Untuk itu, pelajaran dengan prioritas pemahaman terhadap bacaan kitab kuning, perlu mendapatkan perhatian lebih. Di Pesantren-pesantren salaf, bahasa ... Read More »

Benarkah Dalam Al-Quran Terdapat Bahasa Selain Arab?

Banyak dari kalangan orientalis yang menyangsikan mengenai orisinalitas seluruh bahasa Arab di dalam al-Quran. Mereka menganggap bahwa dalam al-Quran juga terdapat bahasa asing selain bahasa Arab. Di antara bahasa “asing” yang masuk dalam al-Quran adalah kata-kata berikut: لمشكاة: lampu, bahasa Habasyah (Ethiopia). الغساق : Peledak, bahasa Turki القسطاس: Timbangan, bahasa Romawi. السجيل: Batu dan tanah, bahasa Persia.   Jawabannya sebagai berikut: ... Read More »

Hukum Lafal Ijab Kabul dengan Menggunakan Selain Bahasa Arab

         Para fuqaha berpendapat bahwa ijab kabul dengan menggunakan selain bahasa dianggap sah. Menurut Imam Syafi’i dan Ibnu Qudama, seperti termaktub dalam kitab al-mughnî bahwa bagi yang menguasai lafal ijab kabul dengan bahasa Arab, maka dia harus menggunakan ijab kabul dengan bahasa Arab. Jika tidak, maka nikahnya diangap tidak sah.   Sementara itu, Abu Hanifah membolehkan akad nikah dengan selain ... Read More »

Open