Monday, September 16, 2019
Artikel Terbaru

Artikel

Ada Campur Tangan Manusia Dalam “Pembuatan” Al-Quran?

  Di buku Fikih Kebhinekaan hal. M. Amin Abdullah menyatakan sebagai berikut:   Meskipun al-Quran sepenuhnya adalah bersifat divine (ilahiyah, ketuhanan), namun sepenuhnya ia juga menggunakan bahasa manusia (insaniyah, kemanusiaan)-dalam hal ini adalah bahasa Arab. Namun pendapat di atas dimentahkannya sendiri. Dia mengamini pendapat yang menyatakan bahwa ayat-ayat al-Quran ada unsur humanitasnya. Di sini, dia tidak konsisten. Perhatikan pernyataan berikut ... Read More »

Beda Antara Produk Budaya Dengan Kalamullah

  Di halaman 50, Amin Abdullah menukil pendapat Nasr Hamid sebagai berikut: Al-Quran bagi umat manusia adalah kitab suci. Al-Quran adalah kalam ilahi (kalam allah). Kalam allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Meskipun al-Quran sepenuhnya adalah bersifat divine (ilahiyah, ketuhanan), namun sepenuhnya ia juga menggunakan bahasa manusia (insaniyah, kemanusiaan)-dalam hal ini adalah bahasa Arab. Dengan menggunakan media ... Read More »

Amin Abdullah; Al-Quran Sebagi Muntaj Tsaqafi (Produk Budaya).

  Sebelumnya saya menyatakan bahwa dalam tulisannya, M. Amin Abdullah menggunakan literatur sekunder dan bukan literatur primer. Model penulisan seperti ini saya anggap sebuah kesalahan fatal sehingga tulisan di lembaran-lembaran selanjutnya dianggap gugur. Meski demikian, saya akan mencoba untuk memberikan catatan dari tulisannya beliau tersebut.   Catatan kedua: Al-Quran sebagi muntaj Tsaqafi (produk budaya). Di halaman 50 dituliskan sebagai berikut: ... Read More »

Urgensi Maqashid Syariah Bagi Seorang Mujtahid

  Bagi seorang mujtahid, pengetahuan terhadap Ilmu maqashid sangat panting. Tentu bukan sekadar tau, namun juga mampu menerapkan Ilmu maqashid untuk menggali berbagai kesimpulan hokum bai  dari al-Quran maupun sunnah. Pemahaman mendalam terhadap Ilmu maqashid akan sangat membantu mujtahid dalam mengambil sebuah kesimpulan hokum sehingga dapat selaras dengan nas dan maslahat hamba.   Seorang mujtahid yang hanya menguasai ilmu semantik ... Read More »

Ilmu Kalam Itu Bukan Sekadar Masalah Ketuhanan  

  Dalam beberapa diskusi WA, sering muncul pernyataan mengenai ilmu kalam dan masalah ketuhanan. Hal itu mengingat bahwa ilmu kalam banyak membahas tentang persoalan ketuhanan. Benarkah demikian?   Jawabnya sebagai berikut: Jika kita membuka kitab-kitab ilmu kalam, katakanlah al-Ibkar fi Ushuluddin karya Imam Amidi yang bermadzhab Asyari, atau Ushulul Khamsah  dan al-Mughni karya Qadhi Abdul Jabbar yang bermadzhab muktazilah, kita ... Read More »

Benarkah Ilmu Maqashid Membuat Hukum Syariah Jadi Fleksibel?

Dalam sebuah diskusi, ada yang menyatakan bahwa bahwa “Dengan ilmu makashid syariah ini terkesan syareat Islam itu jadi fleksibel. Terutama jika membahas hukum pidana (qisos, rajam dll). Juga ketika membbahas masalah bid’ah serta khilafiyah”.   Benarkah demikian?   Maqashid syariah berpijak pada maslahat. Hanya saja, maslahat di sini bukan maslahat tanpa ada standar yang jelas dan hanya berdasarkan dari kepentingan ... Read More »

Antara Maqashid Syariah Dan ilmu Ushul Fikih

  Dalam diskusi WA, ada yang menanyakan, apakah maqashid syariah adalah ilmu yang independen, ataukah ia bagian dari ilmu ushul fikih?   Jawabnya adalah sebagai berkut: Sesungguhnya Ilmu ushul fikih berkembang sejak awal, yaitu sejak masa Rasulullah saw. wafat. Ini terkait dengan persoalan umat yang tidak terbatas, sementara teks Quran dan sunnah sangat terbatas. Banyak persoalan yang membutuhkan ijtihad sehingga ... Read More »

Apakah Ijtihad Umar Menyalahi Nas

  Dalam diskusi di Wa, ada satu pertanyaan terkait ijtihad Kholifah Umar bin Khotthob ra., kenapa ghonimah yang berupa tanah tidak dibagikan kepada para tentara, padahal tanah tersebut diperoleh dengan peperangan untuk pembukaan daerah? Bukankah harta tersebut bukan Fa’i yang memang pembagiannya murni otoritas Rasulullah dan Kholifah atau Ulil Amri? Bukankah masalah ghanimah ini aturannya sudah jelaa dalam al Quran ... Read More »

Inilah Waktu Termudah Jin Dan Santet Masuk Tubuh Manusia

  Sebelumnya pernah saya sampaikan mengenai kemungkinan jin dan santet yang dapat menembus seseorang. Juga tentang bagaimana dukun melakukan kontrak dengan jin. Di bawah ini saya akan sampaikan secara ringkas mengenai waktu dan saat jin dan santet dapat masuh ke dalam tubuh manusia secara mudah, yaitu:   1). Waktu tatkala manusia jauh dari Allah dan lalai dari dzikir kepada Allah. ... Read More »

Tauhid Itu Bukan Sekadar Mengesakan Tuhan

    Dalam sebuah diskusi ada yang menyatakan bahwa para tokoh posutivisme juga percaya pada Tuhan dan percaya dengan alam metafisik. Jika demikian, apakah mereka bertauhid?   Saya sampaikan bahwa para filsuf Barat sejak masa Yunani, baik Socrates, Plato, Aristoteles, lalu para filsuf skolastik abad pertengahan memang banyak yang masih meyakini keberadaan alam metafisik. Kepercayaan didasari dari pandangan filsafatnya atas ... Read More »