Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru

Artikel

Antara Dalil dan Istidlal

  Sering sekali kita mendengar itislah dalil. Jika ada suatu persoalan, maka akan ada yang bertanya, apa dalilnya? Jadi, dalil selalu dijadikan sebagai justifikasi kebenaran. Pertanyaannya, apakah dalil itu? Mengapa dalam penentuan hukum syariah harus selalu ada dalil?   Secara bahasa, dalil adalah petunjuk kepada arah tertentu, baik ia menunjukkankepada arah yang benar atau salah. Menurut ulama ushul, dalil secara ... Read More »

Makna Kembali ke al-Quran dan Sunnah

 Ust. Musa Alazhar, Lc.  Apabila kita bertanya kepada muslim manapun di muka bumi, apa pedoman hidup seorang muslim? Rasanya sulit untuk menemukan yang jawabannya bukan ‘al-Quran dan Sunnah’. Apabila kita bertanya lagi bagaimana caranya untuk memahami al-Quran dan Sunnah? Jawaban terbaik disematkan untuk kalimat, “Sesuai dengan pemahaman sahabat dan salafus salih”. Mungkin jawaban tersebut juga akan ditambah dengan hadis ’73 ... Read More »

Saat Umat Lalai Dengan Nilai Subtantiif Al-Quran

Meski sudah lewat beberapa waktu, kontraversial soal pembacaan Quran dengan langgam Jawa belum juga reda. Antara yang pro dan kontra masih mengeluarkan argument untuk memperkuat pendapatnya masing-masing. Bahkan banyak juga diskusi “debat kusir” dengan bahasa yang tidak layak.   Saya mencoba untuk berhusnuzan dengan peristiwa “bersejarah” tersebut. Dengan lantunan Quran yang menggunakan langgam Jawa di depan publik, berdampak pada keingintahuan ... Read More »

Dr. Muhlis M. Hanafi; Tujuh Nagham Terkait Dengan Penghayatan Makna Al-Quran

Di tengah berbagai sorotan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) membuat langkah kontroversi. Menambah ingar-bingar diskursus keagamaan dan jagat perpolitikan Tanah Air. Pada peringatan Isra Miraj di Istana Negara, Jumat, 15 Mei 2015, seorang qari melantunkan bacaan Al-Quran dengan cengkok atau langgam Jawa. Gagasan ini sebelumnya dilontarkan Menag saat menghadiri Milad ke-18 Bayt Al-Qur`an dan ... Read More »

Begini Tanggapan Ulama Azhar Terkait Bacaan Quran Dengan Langgam Jawa

Wacana terkait Islam Nusantara ternyata semakin meluas. Islam Nusantara tidak hanya dijadikan sebagai budaya Islam Nusantara yang berkembang dan “dibiarkan” hidup secara alamiyah, namun sebagian mencoba untuk menghidupkan gaya Islam Nusantara dengan menggali budaya Nusantara dan dipopulerkan ke ranah publik. Barangkali salah satu caranya adalah dengan mengangkat bacaan Quran dengan langgam jawa ini.   Namun ternyata, bacaan Quran tersebut menimbulkan kontraversi di ... Read More »

Ternyata, Sistem Ekonomi Menjadi Prioritas Hukum Islam

Di masyarakat, penerapan hukum Islam sering diidentikkan dengan penerapan hukum hudud dan qishash. Negara Islam yang sudah menerapkan hudud dan qishash, seperti Saudi Arabia sudah dianggap menerapkan hukum Islam. Sementara Negara lain yang belum menerapkan hukuman tersebut, belum dianggap menerapkan hukum Islam.   Jadi, hukum Islam menyempit sekadar hanya urusan hudud dan qishas saja. Padahal hukum Islam itu sangat luas. ... Read More »

Antara Fatawa dan Hukum Positif

  Suatu kali di diskusi whatsapp, ada yang melontarkan pertanyaan berikut, “Kapan ya MUI dapat mengeluarkan fatwa hukum rajam bagi pezina? Salah satu kelemahan posisi MUI bukan termasuk lembaga tinggi negara yang memiliki otoritas untuk menerapkan hukum sehingga setiap hasil fatwa yang dikeluarkan tidak mengikat. Bagi yg mau terapkan silahkan, bagi yang tidak juga silahkan. Contoh kasus fatwa Haramnya Riba ... Read More »

Menguatkan Gerakan Kultural Jamaah Muhammadiyah

Muhammaduyah adalah organisasi modern. Salah satu indikasinya adalah sistem organisasi dan keanggotaann yang sangat rapi. Jarang organisasi keislaman yang mempunyai sistem administrasi serapi Muhammariyah. Tentu ini sangat bagus dan layak untuk jadi percontohan. Sistem organisasi moderm ini menuntut segala sesuatu yang dilakukan oleh Muhammadiyah, harus sesuai dengan administrasi organisasi. Dengan demikian, sekecil apapun tindakan yang dilakukan oleh organisasi dapat dipertanggunhjawabkan ... Read More »

Menanti Peran Muhammadiyah Di Kerajaan Mataram Islam

Muhammadiyah berdiri di kauman, kawasan yang sangat erat kaitannya dengan keraton Yogyakarta. Berdirinya Muhammadiyah juga banyak didukung oleh Sultan. Artinya sejak awal hubungan antara Muhammadiyah dengan kerajaan Mataram sangat baik. Bahkan K.H Ahmad Dahlan pernah menjadi  khatib Amin di Masjid Gedhe.  Hubungan seperti ini akan sangat baik jika terus diputuk hingga saat ini.     Memang benar bahwa di dalam ... Read More »

K.H Anang Rikza Masyhadi: Bagi Kaum Mmuslimin, Buta Huruf Itu Tatkala Tidak Bisa Membaca al-Quran  

Bagi kaum muslimin, buta huruf bukan sekedar buta aksara latin, melainkan juga buta aksara hijaiyyah. Padahal aksara hijaiyyah itulah yang digunakan untuk menuliskan wahyu Allah (Al-Quran) dan sabda Nabi Muhammad  SAW (Hadis). Maka, jika ada seorang muslim yang masih belum bisa mengenali dan membaca Al-Quran, meskipun ia fasih membaca huruf-huruf latin, maka ia tetap saja tergolong buta huruf. Bagi muslim, ... Read More »

Open