Monday, August 20, 2018
Artikel Terbaru

Artikel

Kita Ikut Ulama

Ust. Musa Alazhar, Lc. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati salat dalam keadaan mabuk sampai kalian tahu apa yang kalian katakan…” (al-Nisa: 43) Bagaimana kita memahami ayat ini? Ketika ada larangan yang terkait dengan kondisi tertentu, artinya larangan tersebut tidak berlaku dalam kondisi ... Read More »

Ust. Rifki Arriza, Lc: Bermazhab Bukan Nama Lain Dari Fanatisme

Dalam melihat perbuatan orang lain (dalam ibadah, muamalah atau permasalahan fikih lainnya), kaidahnya kita harus melihat dalam semua mazhab fikih yg ada. Jika ada yg membolehkannya, atau minimal ada yg mengatakan hal itu tidak batal, maka kita harus tolerir dan tasamuh terhadapnya. Tidak asal teriak batal, apalagi menyalahi sunah. Batalnya suatu ibadah dlm ranah fikih itu saat semua imam dan ... Read More »

Ilustrasi Sederhana Atas Pemahaman Kembali ke al-Quran dan Sunnah  

     Ust. Musa Alazhar, Lc.  Ilustrasi Pertama Suatu hari penulis pernah berdiskusi di dunia maya dengan seseorang yang semangat dalam beragama. Semangat tersebut beliau artikan dengan membuat kajian al-Quran. Uniknya, sistem kajian yang beliau usung adalah membaca terjemahan al-Quran dari awal Surah al-Fatihah, al-Baqarah dan seterusnya sampai khatam. Dari hasil baca terjemah al-Quran tersebut, kata beliau, nanti akan menemukan ... Read More »

Antara Dalil dan Istidlal

  Sering sekali kita mendengar itislah dalil. Jika ada suatu persoalan, maka akan ada yang bertanya, apa dalilnya? Jadi, dalil selalu dijadikan sebagai justifikasi kebenaran. Pertanyaannya, apakah dalil itu? Mengapa dalam penentuan hukum syariah harus selalu ada dalil?   Secara bahasa, dalil adalah petunjuk kepada arah tertentu, baik ia menunjukkankepada arah yang benar atau salah. Menurut ulama ushul, dalil secara ... Read More »

Makna Kembali ke al-Quran dan Sunnah

 Ust. Musa Alazhar, Lc.  Apabila kita bertanya kepada muslim manapun di muka bumi, apa pedoman hidup seorang muslim? Rasanya sulit untuk menemukan yang jawabannya bukan ‘al-Quran dan Sunnah’. Apabila kita bertanya lagi bagaimana caranya untuk memahami al-Quran dan Sunnah? Jawaban terbaik disematkan untuk kalimat, “Sesuai dengan pemahaman sahabat dan salafus salih”. Mungkin jawaban tersebut juga akan ditambah dengan hadis ’73 ... Read More »

Saat Umat Lalai Dengan Nilai Subtantiif Al-Quran

Meski sudah lewat beberapa waktu, kontraversial soal pembacaan Quran dengan langgam Jawa belum juga reda. Antara yang pro dan kontra masih mengeluarkan argument untuk memperkuat pendapatnya masing-masing. Bahkan banyak juga diskusi “debat kusir” dengan bahasa yang tidak layak.   Saya mencoba untuk berhusnuzan dengan peristiwa “bersejarah” tersebut. Dengan lantunan Quran yang menggunakan langgam Jawa di depan publik, berdampak pada keingintahuan ... Read More »

Dr. Muhlis M. Hanafi; Tujuh Nagham Terkait Dengan Penghayatan Makna Al-Quran

Di tengah berbagai sorotan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) membuat langkah kontroversi. Menambah ingar-bingar diskursus keagamaan dan jagat perpolitikan Tanah Air. Pada peringatan Isra Miraj di Istana Negara, Jumat, 15 Mei 2015, seorang qari melantunkan bacaan Al-Quran dengan cengkok atau langgam Jawa. Gagasan ini sebelumnya dilontarkan Menag saat menghadiri Milad ke-18 Bayt Al-Qur`an dan ... Read More »

Begini Tanggapan Ulama Azhar Terkait Bacaan Quran Dengan Langgam Jawa

Wacana terkait Islam Nusantara ternyata semakin meluas. Islam Nusantara tidak hanya dijadikan sebagai budaya Islam Nusantara yang berkembang dan “dibiarkan” hidup secara alamiyah, namun sebagian mencoba untuk menghidupkan gaya Islam Nusantara dengan menggali budaya Nusantara dan dipopulerkan ke ranah publik. Barangkali salah satu caranya adalah dengan mengangkat bacaan Quran dengan langgam jawa ini.   Namun ternyata, bacaan Quran tersebut menimbulkan kontraversi di ... Read More »

Ternyata, Sistem Ekonomi Menjadi Prioritas Hukum Islam

Di masyarakat, penerapan hukum Islam sering diidentikkan dengan penerapan hukum hudud dan qishash. Negara Islam yang sudah menerapkan hudud dan qishash, seperti Saudi Arabia sudah dianggap menerapkan hukum Islam. Sementara Negara lain yang belum menerapkan hukuman tersebut, belum dianggap menerapkan hukum Islam.   Jadi, hukum Islam menyempit sekadar hanya urusan hudud dan qishas saja. Padahal hukum Islam itu sangat luas. ... Read More »

Antara Fatawa dan Hukum Positif

  Suatu kali di diskusi whatsapp, ada yang melontarkan pertanyaan berikut, “Kapan ya MUI dapat mengeluarkan fatwa hukum rajam bagi pezina? Salah satu kelemahan posisi MUI bukan termasuk lembaga tinggi negara yang memiliki otoritas untuk menerapkan hukum sehingga setiap hasil fatwa yang dikeluarkan tidak mengikat. Bagi yg mau terapkan silahkan, bagi yang tidak juga silahkan. Contoh kasus fatwa Haramnya Riba ... Read More »

Open