Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Bolehkan Menyingkat Ucapan Salam


gaw

Seri Kajian Ilmu :

Jamaah D1 :
Tad, Tanya lagi doong. Hukum mengucapkan “salaam” tdk lengkap assalamu alaikum. Gimana? Apakah tergolong bidah, seperti kulonuwun, sampurasun? Syukran

🏻Ustadz Wahyu Lc.:
Mengucapkan salam yang baik memang lengkap, yaitu lafal
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

📚Ketika kita menulis sms, kadang untuk menulis lengkap dianggap kepanjangan, sehingga banyak yang menyingkat dengan “Salam”, saja.

Menggunakan kata “salam” saja dibolehkan.

Lafal ini secara bahasa Arab benar dan sudah dapat dipahami. Kata ini juga terdapat dalam al-Quran, seperti firman Allah:

{دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}

“Doa mereka (penghuni surga) di dalam surga adalah: “Subhanakallahumma” (maha suci Engkau ya Allah), dan salam penghormatan mereka ialah: “Salaam” (kesejahteraan bagimu), serta penutup doa mereka ialah: “Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamin” (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam)” (QS Yunus: 10)[3].

سَلَامٌ قَوْلًا مِن رَّبٍّ رَّحِيم

(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yasin: 57)

Lantas apa harus dijawab? Iya..jawabannya “Waalaikum salam”.

Kulonuwun, sampurasun dan sejenisnya bukan perbuatan bid’ah. Karena salam ini tidak terkait dengan perkara ibadah, namun muammalah. Hanya saja, menggunakn salam jauh lebih baik karena ia merupakan doa yang berpahala dan sebagai identitas seorang muslim.
Wallahu a’lam

〰〰〰〰〰
🔜 Raih pahala. Sebarkan
Ikuti kajian lainnya….gabung bersama kami 🏻

Tim Sang Pencerah
🆔 Website: sangpencerahDOTcom
Fanspage FB : websiteSangPencerah
🌐 Twitter : @SangPencerahWeb
▶ Chanel Telegram : kajiansangpencerah
📧 Email : websangpencerah@gmail.com

Comments

comments

 border=
 border=

One comment

  1. Alrosyid ridlo

    Assalamu’alaikum.
    tad mohon penjelasan hdist :

    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,

    *“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya?* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, *“Iya”*.

    (HR. Bukhori muslim)

    Terkait dg putusnya amal anak adam stlh mati, trus sedekah yg seperti apa yg dimaksud?
    Nuwun
    wassalam

    Tembarak, juni 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open