Saturday, July 4, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Bentuk Fisik Malaikat


Malaikat mempunyai bentuk fisik, yang tentu ada perbedaan dengan manusia. Di antara fisik malaikat adalah sebagai berikut:
Bahwa fisik mereka sangat kuat. Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut ini;
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. Tahrim: 6)

Terdapat sebuah riwayat menarik berkenaan dengan Kota Thaif ini. Diriwayatkan dalam sebuah hadis, Rasul SAW pergi ke Kota Thaif, setelah meninggalnya paman beliau, Abu Thalib. Dengan meninggalnya Abu Thalib, maka kekejaman dan caci maki semakin kencang disuarakan orang-orang Quraisy kepada Rasul SAW.
Ketika itu, Rasul berencana melakukan dakwah kepada penduduk Thaif, yakni keturunan Bani Tsaqif. Dengan jumlah penduduk yang banyak, Rasul SAW berharap, kedudukan umat Islam semakin kuat di Makkah dan bisa menghilangkan gangguan dari kafir Quraisy. Namun sebaliknya, sambutan yang diterima malah menyakitkan hati yang menyaksikannya.
Awalnya Rasul SAW berbicara dengan tiga orang pimpinan kabilah dan mengajak mereka untuk memeluk Islam. Namun, ajakan itu dibalas dengan cacian dan makian. Bahkan, di antara mereka tak percaya bila Muhammad SAW adalah utusan Allah.
Orang pertama berkata, ”Oh kamukah yang dipilih oleh tuhan untuk menjadi nabi-Nya?”
Yang kedua mengatakan, ”Apakah tidak ada lagikah orang yang lebih pantas dipilih untuk menjadi nabi selain dirimu?”
Yang ketiga berkata, ”Saya tidak mau berbicara dengan kamu, karena jika memang kamu benar-benar nabi seperti yang kamu akui, dan kemudian aku menolakmu, tentu akan bisa mendatangkan bencana. Dan jika kamu berbohong, maka tiada gunanya berbicara denganmu.”
Rasulullah SAW lalu pergi meninggalkan mereka dan mengajak penduduk lainnya untuk beriman. Namun, tak ada satu pun dari mereka yang menerima ajaran yang disampaikan Rasul SAW. Bahkan, mereka malah mengejek dan melempari Rasul SAW dengan batu, hingga berdarah.
Karena itu, Rasul SAW kemudian meninggalkan Thaif dan mencari tempat yang aman. Di lokasi itu, Rasul SAW berdoa. ”Ya Allah, Aku mengadukan kepadamu lemahnya kekuatanku, dan sedikitnya daya upayaku pada pandangan manusia. Wahai Yang Maha Pengasih, Engkaulah Tuhan orang-orang yang merasa lemah, dan Engkaulah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau serahkan diriku, kepada musuh yang akan menguasaiku atau kepada keluargaku yang Engkau berikan segala urusanku. Tiada suatu keberatan asal tetap dalam ridha-Mu. Afiat-Mu lebih berharga bagiku. Aku berlindung kepada-Mu dengan nur wajah-Mu, yang menyinari segala kegelapan, dan yang memperbaiki urusan dunia dan akhirat, dari turunnya murka-Mu atasku atau turunnya azab-Mu atasku. Kepada Engkaulah kuadukan, hingga Engkau ridha. Tiada daya dan upaya melainkan dengan-Mu.”
Mendengar doa Rasul SAW, Allah mengutus Jibril untuk menyampaikan bahwa Allah menerima doanya. ”Allah SWT telah mendengar perbincanganmu dengan kaummu dan Allah SWT pun mendengar jawaban mereka, dan Allah telah mengutus kepada-Mu malaikat penjaga gunung agar siap melakukan apa yang kamu perintahkan. Malaikat itu pun datang dan memberi salam kepada Rasulullah SAW seraya berkata, ”Apa pun yang engkau perintahkan, akan kulaksanakan, kalau kamu mau, saya akan benturkan kedua gunung di samping kota ini, sehingga siapa pun yang tinggal di antara keduanya akan mati terhimpit. Jika tidak apa pun hukuman yang engkau perintahkan, saya siap melaksanakannya.’
Rasul SAW menjawab, ”Saya hanya berharap kepada Allah SWT, andaikan pada saat ini, mereka tidak menerima Islam, mudah-mudahan kelak mereka akan menjadi orang-orang yang beribadah kepada Allah SWT.”
Diriwayatkan dalam hadis lain, ketika Rasulullah SAW banyak mendapat gangguan dari para kafir Quraisy, beliau hanya berdoa, ”Allahumma ihdi qawmiy, fa innahum laa ya’lamun (Ya Allah, tunjukilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui (bahwa yang aku bawa ini benar).”

Malaikat Mempunyai sayap. Sayam mereka pun tidak sama, ada yang dua dua, tiga tiga atau empat empat. Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Q.S 35:1

Malaikat tidak makan dan juga tidak minum. Hal ini dijelaskandalam firman Allah berikut:
وَلَقَدْ جَاۤءَتْ رُسُلُنَآ اِبْرٰهِيْمَ بِالْبُشْرٰى قَالُوْا سَلٰمًا ۖقَالَ سَلٰمٌ فَمَا لَبِثَ اَنْ جَاۤءَ بِعِجْلٍ حَنِيْذٍ

Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “Selamat.” Dia (Ibrahim) menjawab, “Selamat (atas kamu).” Ma-ka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.( Q.S 11:69)
فَلَمَّا رَاٰىٓ اَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ اِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗقَالُوْا لَا تَخَفْ اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمِ لُوْطٍۗ

Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, “Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut.” (Q.S 11:70)

Imam Ar-Razi dalam tafsir mafatihul ghaib mengatakan bahwa para ulama sepakat bahwasanya malaikat tidak makan, tidak minum, dan juga tidak menikah.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

three × five =

*