Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Benarkah Pengambil Pajak Diancam Masuk Neraka?

080833100_1422933463-ilustrasi-pajak-150203-andri

 

Assalamualaykum Ustadz, saya ingin menanyakan asbabun wurud dari hadis tentang orang yang bekerja sebagai pemungut pajak/bea cukai akan masuk neraka ustadz. Terima kasih.

Hal ini d dasari atas maraknya orang yang share rekaman pengajian tentang haramnya bekerja di sektor pajak/bea cukai

 

Ust. Wahyudi Abdurrahim, Lc

 

Waalaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh

Hadis yang umum digunakan dan dipahami sebagai ancaman pengambil pajak masuk neraka adalahs ebagai berikut:

 

إن صاحب المكس في النار

 

“Sesungguhnya shahibul makshi masuk neraka” (HR. Ahmad)

 
لا يدخل الجنة صاحب مكس

“Tidak akan masuk surga penarik pajak” (HR. Ahmad  dan Abu Dawud).

 

Penulis buku Aunul Ma’bud, Abu Abdurrahman Syamsul Haq Muhammad Syraf memaknai maks dengan kedhaliman. Hal itu karena di zaman jahiliyah sering ada orang yang memalak para pedagang dengan mengambil uang dari mereka. Para pemalak itu disebut dengan shahibul maks. Sementara orang yang biasa mengambil pajak dari ahli dzimmah, mereka disebut dengan muhtasib dan bukan maks.

 

Makna lain dari al-maks menurut Allamah al-Ibadh adalah mengurangi. Dikatakan shahibul maks karena ia mengurangi hak orang yang diambil hartanya. Menurut Imam Nawawi bahwa al-maks maknanya adalah orang yang mengambil pajak secara ilegal.

 

Dalam sejarah Islam sendri, disamping ada zakat juga menerapkan system pajak. Jizyah adalah pajak bagi non muslim yang hidup di negeri muslim. Dengan membayar jizyah (pajak personal), maka ia berhak untuk mendapatkan hak dan kewajiban di Negara muslim. Al-Usyur adalah pajak bagi non muslim yang negerinya dibuka oleh tentara muslim. Tanah tetap menjadi milik mereka, namun mereka harus membayar pajak sebesar 10 persen.

 

Dari uraian para ulama tentang makna shahibul maks dan juga sejarah Islam yang juga menerapkan pajak, teranglah bahwa makna shahibul maks itu bukan pengambil pajak, namun para pemalak. Wallahu a’lam.

 
================
Telah dibuka pendaftaran Pondok Almuflihun untuk Tahfez dan Ngaji Turas Islam. Informasi lebih lanjut, hubungi Ust Toyib Arifin (085868753674). Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899 web: almuflihun.com

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open