Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Belajar Ilmu Logika Dari Imam Al-Ghazali

13422231

 

Ilmu logika Aristetoloan mulai masuk ke dunia Islam bersamaan dengan maraknya penerjemahan buku-buku asing, terutama di masa al-Ma’mun. Tidak tau pasti, siapakah orang pertama yang menerjemahkan ilmu logika ke dalam bahasa Arab.

 

Dalam sejarah Islam dikatakan bahwa orang yang pertama kali menerjemahkan buku-buku Aristoteles adalah Yohanes bin al-Batrik. Namun yang paling terkenal dalam penerjemahan buku-buku filsuf Yunan adalah Ibnu Muqaffa. Bisa jadi, di masa ini ini juga ilmu logika Aristeteles diterjemahkan. Hal itu mengingat tidak bisa dipisahkan antara logika Aresto dengan pemikiran filsafatnya.

 

Sejak itu, logika Aristetolian berkembang pesat di dunia Islam. Banyak para filsuf muslim yang terpengaruh dengan logika ini, di antaranya adalah Imam al-Ghazali. Beliau menuliskan buku logika yang cukup sederhana namun sangat sistematis. Buku itu adalah “Al-Qisthas al-Mustaqim” dan “Mi’yarul Ilmi”.

 

Untuk “Mi’yarul Ilmi”, buku ini terbagi ke dalam 3 bahasan, yaitu tashawwurat, tasdiqat dan al-wujud. Tashawurat merupakan bahasan ilmu logika yang terkait dengan abstraksi sesuatu dalam otak kita. Pemahaman yang baik tentang tashawurat akan mempermudah kita mengetahui atas hakekat sesuatu. Ia mencakup bahasan tentang al-jins, an-nau, irdul am, irdhal khas dan fasl. Dengan menguasai tentang lima bagian tadi, akan mempermudah kita tatkala membuat sebuah definisi akan sesuatu. Dengan demikian, definisinya bisa singkat, padat dan mencakup.

 

Bahasan kedua terkait dengan tasdiqat, yaitu kiyas Aristetolian beserta syarat dan bagian-bagiannya. Kiyas ini biasanya digunakan untuk membuktikan mengenai kebenaran sesuatu. Selain kiyas, juga dibahas tentang sistem istiqra (kajian induktif).

 

Al-Ghazali dalam bab tiga membahas tentang wujud. Umumnya ilmu logika Arestotelian disederhanakan hanya menjadi dua bahasan saja, yaitu terkait tashawurat dan tasdiqat. Hanya saja imam Ghazali memasukkan kajian wujud (ontologi). Dalam ilmu kalam mutaakhirin, bahasan wujud masuk dalam bahasan bab-bab awal, sebelum bahasan wujud yang lebih jauh. Nampaknya, filsafat Yunani sangat mempengaruhi kajian ilmu kalam mutaakhirin.

 

Buku ini sangat bagus bagi mereka yang ingin belajar ilmu logika. Dengan bahasa yang tidak berbelit-belit, buku ini bisa dipelajari bagi mereka yang masih awal belajar ilmu logika. Selamat mencoba.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open