Tuesday, November 21, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Begini Ilmu Mantik Masuk Dalam Ushul Fikih

Alsoufi-3-3

Imam al-Ghazali memang layak mendapatkan gelar hujjatul islam. Setiap bukunya ditulis secara runut dan sangat sistematis. Beliau selalu memulai dari yang global, lalu dikerucutkan kepada yang sifatnya partikular.

Model penulisan seperti ini sudah menjadi ciri khas ghazali. Kita dapat menemukan dalam kitab ihya, almustasfa, a mabsut dan lain sebagainya. Model penulisan dari yg global ke partikukar merupakan ciri khas dari ilmu mantik. Ia bergerak dari ranah kulli, lalu secara pelan-pelan ke juz’iy.

Ghazali memang pakar mantik. Beliau juga sangat fanatik dg ilmu mantik. Kitab al mustasfa termasuk kitab terahir ghazali. Di mukadimah buku, beliau menyebutkan bahwa almustasfa ditulis setelah kitab ihya ulumuddin.

Saking fanatiknya dg ilmu mantik, sebelum mengkaji lebih dalam terkait ilmu ushul fikih, beliau membahas ilmu mantik terlebih dahulu. Beliau sendiri jujur bahwa ilmu mantik bukanlah bagian dari ilmu ushul fikih. Hanya saja, beliau punya kecenderungan mantik ini sehingga beliau memasukkan ilmu mantik. Beliau beralasan bahwa tiap pakar punya spesialisasi ilmu sendiri sendiri. Karya tiap pakar akan sangat terpengaruhi oleh kecenderungan ilmu yang dimiliki.

Beliau menyebutkan bahwa bagi mrk yg pakar bahasa, cenderung menulis ilmu ushul fikih dg memperlebar bahasan bahasa. Bagi pakar fikih, kecenderungan menulis ushul akan berbau fikih. Dan beliau adalah pakar mantik sehingga menulis ushul fikih dg kecenderungan mantik.

Kesadaran beliau bahwa mantik bukan bagian dari ushul, dituliskan dalam mukadimah buku al mustasfa dengan menyatakan bahwa bahasan ini bukan bagian dari ushul. Dipersilahkan jika para ulama ushul akan menuliskan sebagai mukadimah dan dipersilahkan juga jika para ulama ushul tidak akan menuliskan dalam mukadimah.

Ada pernyataan ghazali yang cukup tajam terkait dg ilmu mantik sebagaimana yg ditulis dalam kitab al mustasfa. Beliau mengatakan bahwa orang yg tidak paham ilmu mantik maka kualitas keilmuannya layak dipertanyakan.

Ghazali adalah ulama pertama yang memasukkan mantik dalam ilmu ushul fikih. para ulama setelahnya, banyak yg mengikuti jejak ghazali sehingga manti dijadikan mukadimah ilmu ushul.

Implikasi positifnya, bahasan ushul sangat rasional. Namun di sisi lain menjadi ilmu yang cukup berat. Membaca ushul layaknya membaca ilmu kalam dan filsafat, namun terkait dg falsafah hukim islam.

Pada ahirnya, mantik mentradisi gabung dg ushul fikih. Adalah yasin alfaddani, salah seorang ulama nusantara yang menghabiskan umurnya di negeri hijaz, menyadari benar mengenai kesusahan para santri utk belajar ushul fikih yang sudah tetcampur dengan ilmu mantiki ini. Maka beliau menulis buku mantik sederhana dan sistematis, khusus untuk santri pemula yg ingin belajar ushul fikih. Buku tersebut berjudul risalah fi ilmi almantiq

Al mustasfa, menurut pengakuan ghazali dalam mukadimah, ditulis karena permohonan mahasiswanya agar beliau menuliskan diktat ushul fikih yg praktis dan sistematis. Menurut ghazali, almustasfa ditulis dg bahasa yg mudah dipahami, tidak terlalu bertele tele sehingga sampai berjilid-jilid, tidak juga terlampau singkat. Ia disesuaikan dg kemampuan mahasiswa sebagai anak didiknya.

 

===============

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899 web: almuflihun.com

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open