Tuesday, April 13, 2021
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Bantu Top Up Saldo Go-Pay untuk Judi Online, Bagaimana Hukumnya?

Tanya:
Assalamualaikum ustadz saya mau tanya saya kan jualan pulsa serta isi saldo gopay apabila ada pembeli saldo gopay ke kita untuk judi online dan kita tau, hukumnya seperti apa ya?

Jawab:
Wa’alaikum salam

Sesungguhnya, prinsip jual beli itu boleh selama tidak ada unsur riba, penipuan atau unsur judi. hal ini berdasarkan pada firman Allah berikut ini:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Dan Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba”. [al Baqarah : 275].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu”. [an Nisa : 29].

Judi jelas diharamkan sebagaimana firman Allah berikut:

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maidah: 90).

Kita juga diharamkan untuk saling tolong menolong dalam perbuatan dosa sebagaimana firman Allah berikut:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya. – (Q.S Al-Maidah: 2)

Jika kita tahu persis bahwa pembeli untuk judi online, lebih baik tidak kita lakukan. Hal ini sebagai perbuatan nahi munkar dan untuk menutup pintu perjudian dan supaya kita terhindar dari sikap tolong menolong dalam perbuatan dosa tersebut. Insya Allah, Allah akan membukakan banyak pintu rezeki lain untuk kita.

Namun jika kita tidak tahu, atau kita hanya mengira saja dan tidak ada bukti riil, atau ada bukti tapi tidak meyakinkan, maka yang dikedepankan bagi kita adalah sifat husnuzhan. Kita berbaik sangka bahwa semua yang membeli barang halal dari kita, tujuannya untuk kebaikan. Selalu berhuanuzhan ini sesuai dengan firman Allah berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Wahai orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12)

Adapun jika disalahgunakan, itu bukan lagi wewenang kita. Itu sudah menjadi hak pembeli dan yang berdosa adalah pembeli. Wallahu a’lam.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

20 − 14 =

*