Tuesday, August 4, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Bani Umayyah Di Andalus

sdgah

Lantas bagaimana dengan nasib Bani Umayah? Mereka ke mana? Tatkala Abbaaiyah berdiri, langkah pertama adalah membersihkan sisa-sisa penguasa Bani Umayyah. Mereka dikejar dan dibunuh. Bahkan kuburan para pembesar Bani Umayah ada yang dibongkar dan mayatnya dipermalukan di depan publik.
Namun tidak lantas mereka semua habis. Ada yang berhasil melarikan diri hingga ke daerah Maroko. Dia adalah Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Muluk. Di sana ia mulai menyusun kekuatan untuk menguasai Andalus. Bani Umayyah, baik yang di Syam maupun di Afrika Utara banyak yang memberikan dukungan penuh dengan keinginan Abdurrahman tersebut. Maka ia mulai menyusun kekuatan besar, lalu menyeberangi selat Jabal Thariq dan menguasai kota-kota di Andalus. Waktu itu Andalus berada di bawah kekuasaan Yusuf bin Abdurrahman al-Fakhri.

 

Yusuf sendiri tidak disukai oleh rakyat karena sifat rasisnya. Ini juga menjadi faktor dia mudah dikalahkan oleh Abdurrahman. Tidak berlangsung lama, seluruh bumi Andalus dapat dikuasai oleh Abdurrahman. Sejak saat itu (756 M), berdirilah secara resmi khalifah Bani Umayyah di Andalus. Sejak saat itu, Andalus secara resmi lepas dari khalifah Abbasiyah. Jadi di dunia Islam berdiri dua khalifah, yaitu Abbasiyah dan Umawiyah Andalus.
Mengapa Andalus basic kekhalifahan Bani Umayyah? Karena Andalus dibuka pada masa Khalifah Bani Umayyah oleh Thariq bin Ziyad dan pasukan Bani Umayyah. Jadi sejak awal memang Andalus berada di bawah kekuasaan Bani Umayyah.

 

Karena Andalus cenderung satu warna, maka perseteruan antar partai politik lebih terkendali. Berbeda dengan di kawana Timur (Bahdad) yang memang sedari awal menjadi sumber konflik antar partai politik Islam.

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

11 + fourteen =

*