Monday, May 27, 2019
Artikel Terbaru

Author Archives: wahyudi

Bukti Lain Bahwa Ilmu Adalah Fitrah

Argumen ke-2) Bahwa al-badihiyat (sesuatu yang bersifat aksiomatis) merupakan cabang dari al-ma’qulat (sesuatu yang dapat dirasionalkan). Sementara, alma’qulat cabang dari panca indra. Sebagaimana diketahui bahwa panca indera tidak meyakinkan. Jadi al-badihiyat pun tidak meyakinkan. Bukti bahwa pancaindera tidak meyakinkan: kita melihat matahari seakan diam, padahal bergerak. Kita melihat bayangan diam, padahal bergerak Kita melihat di dalam cermin seakan ada benda, ... Read More »

Tinjauan Sadd al-Dzarî`ah dalam Tataran Praktis

Perbedaan dalam menggunakan piranti hukum berimplikasi pada perbedaan mereka dalam memberikan ketetapan hukum fikih. Perbedaan kesimpulan hukum tidak hanya terjadi antara mereka yang menggunakan atau tidak menggunakan al-dzarî`ah atau sadd dzarî`ah, bahkan antara sesama mereka yang menggunakan metode ini dalam beberapa kasus juga memiliki implikasi hukum yang berbeda. Di bawah ini, penulis sedikit akan memberikan contoh praktis ketetapan hukum yang ... Read More »

Sumber dan Alat Pengetahuan: Hati dan Ilham

Kaum empiris yang memandang bahwa ada sama dengan materi sehingga sesuatu yang inmateri adalah tidak ada, maka pengetahuan tentang inmateri tidak mungkin ada. Sebaliknya kaum Ilahi ( theosopi) yang meyakini bahwa ada lebih luas dari sekedar materi, mereka mayakini keberadaan hal-hal yang inmateri. Pengetahuan seperti itu tidak mungkin lewat indra tetapi lewat akal atau hati. Tentu yang dimaksud dengan pengetahuan ... Read More »

Fitrah Sebagai Sumber Pengetahuan

Ada juga yang mengatakan bahwa pengetahuan bersifat fitrah. Nazar menurut mereka tidak dapat memberikan ilmu pengetahuan. Alasan mereka sebagai berikut: 1) Bahwa pengetahuan yang dihasilkan dari nazar bisa jadi berupa pengetahuan yang bersifat badihi atau pengetahuan yang bersumber dari yang bukan badihi agar tidak terjadi tasalsul dan daur. Padahal badihiyat tidak dapat dihasilkan (karena sudah ada dalam otak kita dan ... Read More »

B. Saksi; Hukum Saksi dalam Akad Nikah

Jumhur ulama mengatakan bahwa akad nikah belum dikatakan sah, jika tidak ada saksi yang bias hadir di tempat acara pernikahan. Hal ini dilandaskan dari hadis yang diriwayatkan Aisyah bahwa: لا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل   Artinya: “Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan saksi yang adil”. Read More »

Ternyata Hampir Seluruh Umat Islam Mengkonsumsi Babi?

 Islam adalah agama paripura. Sebagai agama terahir, Islam mengandung ajaran yang sempurna. Segala aktivitas insan muslim di dunia ini, telah diatur oleh Islam. Islam bahkan mengatur perbuatan umatnya, sampai hal yang paling kecil, seperti tata cara masuk WC dan aturan tidur yang baik. Jika persoalan yang kecil saja ada aturannya, apalagi yang lebih besar seperti halnya terkait dengan makanan.   ... Read More »

Pengamatan yang Benar Akan Mengantarkan Pada Kebenaran

Pengamatan yang benar akan mengantarkan kita pada kebenaran. Sekadar tambahan, baik buruk juga berlaku di ranah etika. Contoh: korupsi itu buruk. Karena ia mempunyai implikasi negatif. Ia melanggar agama, melanggar jiwa, melanggar kehormatan, melanggar penjagaan terhadap harta, dan lain sebagainya, Karena demikian, maka ia dilarang (diharamkan). (Pengamatam = proses berfikir / menggunakan akal)? (Logika / manthiq)? Ya, benar. Kiyas Iqirani: ... Read More »

Sumber dan Alat Pengetahuan: Akal

Kaum Rasionalis, selain alam tabi’at atau alam fisika, meyakini bahwa akal merupakan sumber pengetahuan yang kedua dan sekaligus juga sebagai alat pengetahuan. Mereka menganggap akal-lah yang sebenarnya menjadi alat pengetahuan sedangkan indra hanya pembantu saja. Indra hanya merekam atau memotret realita yang berkaitan dengannya, namun yang menyimpan dan mengolah adalah akal. Karena kata mereka, indra saja tanpa akal tidak ada ... Read More »

Tinjauan Sadd al-Dzarî`ah dalam Tataran Praktis

  Perbedaan dalam menggunakan piranti hukum berimplikasi pada perbedaan mereka dalam memberikan ketetapan hukum fikih. Perbedaan kesimpulan hukum tidak hanya terjadi antara mereka yang menggunakan atau tidak menggunakan al-dzarî`ah atau sadd dzarî`ah, bahkan antara sesama mereka yang menggunakan metode ini dalam beberapa kasus juga memiliki implikasi hukum yang berbeda. Di bawah ini, penulis sedikit akan memberikan contoh praktis ketetapan hukum ... Read More »

Insting dan Akal

Pertanyaannya, insting, masuknya ke akal atau indra? Karena ada binatang yang dengan instingnya mampu keluar dr suatu ruangan, seperti tikus percobaan. Ada lagi, kita sering menemukan binatang yang bisa pandai melakukan suatu pekerjaan. Biasanya ruang percobaan tsb terdiri dr berbagai jalan, tapi tikus yang pintar itu mampu menemukan pintu tmpt keluarnya. Insting bukan akal, bukan indra. Dia tersendiri. Namanya gharizah. ... Read More »