Monday, October 22, 2018
Artikel Terbaru

Author Archives: wahyudi

Nazar

Secara bahasa, nazar bisa diartikan melihat, menunggu, bertemu, berfikir dan merenung Dalam ilmu kalam, nazar biasa diartikan dengan berfikir dan merenung (Bukan melamun lhoo…) Menurut Qadhi Abu Bakar nazar adalah proses berfikir untuk menghasilkan pengetahuan atau mendapatkan prasangka yang dekat dengan pengetahuan/ilmu. Nazar dibagi dua, ayitu 1. Nazar dimana sarana menuju obyek pemikiran benar, maka nazarnya benar. Sederhananya, metodologi yang ... Read More »

Sumber dan Alat Pengetahuan; Wahyu

Yang dimaksud dengan wahyu di sini adalah segala ajaran yang diturunkah Tuhan kepada nabi Muhammad saw. Dari sini wahyu dapat dibagi menjadi dua, wahyu yang berupa kalam ilahi (al-Qur’ân) dan wahyu yang diekspresikan oleh nabi Muhammad saw (hadits nabi). (QS. Al-Najm: 34). Wahyu memberikan pengetahuan manusia pada beberapa hal, diantaranya adalah: a.   Alam metafisika Para ulama membagi permasalahan metafisika menjadi ... Read More »

Hukum Ungkapan Akad Nikah yang Diwakilkan

 Dalam kitab al-Badâ’i karya al-Kasa’i dikatakan bahwa seorang laki-laki mengutus seseorang untuk meminta dinikahkan, kemudian utusan tersebut diterima kedua orang saksi. Model akad nikah seperti ini dibolehkan. Meski yang datang ke tempat akad nikah adalah utusannya, namun akad tetap dianggap sah dan mempelai dianggap masih dalam satu tempat. ungkapan akad nikah dari utusan, posisinya dianggap sama persis dengan akad yang ... Read More »

Proses Berfiki (Nazar) Dan Mati

Masuk ke pembahasan analisa atau proses berfiki (nazar) Proses berfikir (nazar) juga antonim dari ilmu (pengetahuan). Karena Proses berfikir merupakan sarana untuk mendapatkan ilmu. Atau sarana untk mendapatkan pengetahuan terhadap obyek yang sedang dia fikirkan. Masuk pembahasan “kematian”. Menurut Abu Hasyim, mati merupakan hilangnya struktur tertentu yang menjadi syarat kehidupan. Pendapat ini dipertanyakan oleh imam Amidi, karena dapat dipahami bahwa ... Read More »

Bagian sadd al-dzarî`ah

Bagian sadd al-dzarî`ah Imam Syathibi membagi sadd al-dzarî`ah dilihat dari besar kecilnya maslahat atau mafsadah yang ditimbulkan menjadi empat bagian: 1. Suatu perbuatan yang pasti (qath’iy) dapat menimbulkan mafsadah, seperti orang yang membuat sumur di tengah jalan, atau membuat lobang di rumahnya yang dapat meruntuhkan dinding rumah tetangga. Dalam hal ini ada dua poin yang harus diperhatikan. Pertama, perbuatan yang ... Read More »

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Dakwah Jamaah Muhammadiyah

   Dakwah Jamaah merupakan ciri khas pengajian dalam organisasi Muhammadiyah. Sejak gerakan ini lahir, sudah dibiasakan dengan pengajian model ini. Biasanya dilakukan seminggu sekali di suatu kawasan tertentu. Ia tidak terikat dengan struktur organisasi secara formal, meski biasanya yang melaksanakan gerakan ini adalah unsur atau pimpinan organisasi. Ia berbasic “kawasan”, atau tempat domisili warga Muhammadiyah. Dengan kata lain, jika dalam ... Read More »

Aktifis Dakwah Korupsi, Salah Siapa?

Kondisi umat Islam saat ini memang sangat memprihatinkan. Kemaksiatan merajalela, moral bobrok, hilangnya rasa malu hingga pergaulan bebas yang sudah sangat memprihatinkan. Umat Islam memang banyak mempunyai ormas,  partai Islam, bahkan ada juga partai yang mengklaim sebagai partai dakwah. Mereka  yang berada di posisi puncak negeri ini,  baik di DPR/MPR, menteri atau di pimpinan parpol, bahkan sampai yang parpol nasionalis ... Read More »

Syarat Realisasi Kaidah Sadd al-Dzarî`ah

  Sadd al-dzarî`ah sebagai salah satu piranti ijtihad memiliki sumbangsih yang sangat besar dalam perkembangan fikih Islam. Meski demikian, sadd al-dzarî`ah tidak dapat diterapkan dengan hanya bersandar pada hawa nafsu. Ada standar dan batasan-batasan yang harus diperhatikan sehingga piranti tersebut tetap sejalan dengan tujuan dasar diturunkannya hukum syariah. Setidaknya ada lima poin yang dianggap sebagai standar atau syarat realisasi sadd ... Read More »

Sumber dan Alat Pengetahuan

Pengetahuan adalah mungkin dan realistis. Namun bagaimana manusia dapat mengetahui? Masalah sumber dan alat pengetahuan juga dibahas dalam literatur-literatur epistimologi Islam. Sesuai dengan hukum kausaliltas bahwa setiap akibat pasti ada sebabnya, maka pengetahuan adalah sesuatu yang sifatnya aksidental -baik menurut teori recolection-nya Plato, teori Aristoteles yang rasionalis-paripatetik, teori iluminasi-nya Suhrawardi, dan filsafat-materialisnya kaum empiris. Tentunya sumber pengetahuan beragam sesuai dengan ... Read More »

Almarhum Chaerul Umam; Pemuda Muhammmadiyah Lebih Tertarik Pada Politik

Suatu kali, PCIM Kairo mengadakan pertemuan kader dengan sutradara ternama, Bapak Chaerul Umam di rumah salah satu penasihat PCIM. Beliau sengaja dating ke Kairo bersama krunya untuk membuat film Ketika Cinta Bertasbih. Saya duduk di samping sang sutradara sambil bicara ringan. Saya memang mengagumi beliau. Meski sudah sepuh, namun semangat dakwah beliau lewat film benar-benar patut dijadikan contoh. Dalam dialog ... Read More »

Open