Tuesday, October 27, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Apakah Waktu Shalat Dagu Muslimah Itu Aurat?

Assalamu alaikauma

Ustadz mau bertanya, ketika shalat, apakah dagu wanita termasuk aurat dan jika dagu terbuka, apakah shalatnya sah?

 

 

Waalaikum salam

Menurut madzhab Syafii bahwa dagu adalah aurat bagi wanita. Oleh karena itu, ia harus ditutup. Jika seorang muslimah shalat dan dagunya terbuka, maka shalatnya tidak sah.

Hal ini menurut madzhab Syafii bahwa batasan wajah adalah tempat antara tumbuhnya rambut kepala sampai ke dagu, ujung dua rahang. Artinya dagu bagian bawah atau dalam, ia masuk aurat.

 

Imam Syairazi dalam kitab al-Muhazzab ketika menjelaskan ayat berikut:

فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ

beliau menerangkan sebagai berikut:

ثم يغسل وجهه وذلك فرض لقوله تعالى: فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ. والوجه ما بين منابت شعر الرأس إلى الذقن ومنتهى اللحيين طولاً، ومن الأذن إلى الأذن عرضاً.

Kemudian membasuh wajah dan itu wajib sebagaimana sabda Allah Ta’ala, “maka basuhlah wajah kalian”. dan wajah adalah apa yang ada di antara tempat tumbuhnya rambut kepala sampai ke dagu dan ujung kedua jenggut, itu panjangnya, dan dari kuping ke kuping adalah lebarnya.

Mengenai batasa dagu ini, dalam kitab majmu, Imam an-Nawawi menerangkan sebagai berikut:

والوجه عند العرب ما حصلت به المواجهة

”Wajah dalam bahasa arab adalah anggota badan untuk saling berhadap-hadapan.”

Imam Asy-Syirazi dalam kitab al-Muhadzab menjelaskan batasan wajah sebagai berikut:

والوجه ما بين منابت شعر الرأس إلى الذقن ومنتهى اللحيين طولاً، ومن الأذن إلى الأذن عرضاً

“Wajah adalah wilayah antara tumbuhnya rambut kepala sampai ke dagu, ujung dua rahang. Batas membentang antara telinga sampai telinga satunya.”

Mengomentari ungkapan Imam Asy-Syairazi, Imam An-Nawawi dalam kitab Majmu mengatakan sebagai berikut:

هذا الذي ذكره المصنف في حد الوجه هو الصواب الذي عليه الأصحاب ونص عليه الشافعي رحمه الله في الأم.

”Batasan wajah seperti yang disebutkan penulis, itulah batasan yang benar, yang diikuti oleh para ulama Syafi’iyah, dan yang ditegaskan Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitab Al-Umm.”

Kesimpulannya, dalam Madzhab Syafii dagu adalah aurat. Membuka dagu bearti membuka aurat dan shalatnya tidak sah. Maka dagu harus ditutup. Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

16 + nineteen =

*