Tuesday, March 19, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Apakah Sifat Allah Berdasarkan Dalil

 

Tanya ust, Apakah Sifat 20 Itu Ada Dalilnya?

 

Terkait sifat Allah, menurut ulama kalam, termasuk kalangan Asyari berpendapat bahwa sifat Allah harus berlandaskan pada dalil mutawatir, karena urusan akidah harus dilandasi dari dalil mutawatir. Yang berbeda dari pendapat ini hanya kalangan wahabi, di mana mereka membolehkan urusan akidah berrasarkan pada darlil ahad.

Muhammadiyah seperti yang termaktub dalam HPT mengikuti pendapat ulama kalam, dan bukan kalangan wahabi.  hal ini bisa dilihat dari teks HPT sebagai berikut:

 

وجِبُ عَلَيْنَا اَنْ نُؤْمِنَ بِمَا جَاءَ بِهِ النَّبِىُّ صَلَّى االله عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الْقُرْآنُ وَمَا تَوَاتَرَ الْخَبَرُ عَنهُ تَوَاتُرًا صَحِيحًا مُسْتَوْفِيًا لِشُرُوْطِهِ وَإِنَّمَا يَجِبُ الإِعْتِقَادُ عَلَى مَا هُوَ صَرِيْحٌ فِى ذَالِكَ فَقَطْ وَلاَ تَجُوْزُ الزِّيَادَةُ عَلَى مَاهُوَ قَطْعِىٌّ بِظَنِّىٍّ لِقَوْلِهِ تَعَالَ: إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا (يُونُس: 36 .( وَشَرْطُ صِحَّةِ الإِعْتِقَادِ فِى ذَالِكَ أَنْ لاَ يَكُونُ فِيهِ شَيئٌ يَمَسُّ التَّنْـزِيْهَ وَعُلُوَّ الْمَقَامِ الْاِلهِىِّ عَنْ مُشَابَحَةِ الْمَخْلُوْقِينَ فَاِنْ وَرَدَ مَا يُوْهِمُ ظَاهِرُهُ ذَالِكَ فِى الْمُتَوَاتِرِ وَجَبَ الإِعْرَاضُ عَنْهُ بِالتَّسْلِيْمِ لِلّهِ فِى العِلْمِ بِمَعْنَاهُ مَعَ الإِعْتِقَادِ بِأَنَّ الظَّاهِرَ غَيْرُ المُرَادِ أَوْ بِتَأْوِيلٍ تَقُومُ عَلَيهِ القَرَائِنُ الْمَقْبُوْلَةُ.

PERHATIAN Kita wajib percaya akan hal yang di bawa oleh Nabi s.a.w. yakni AlQur’an dan berita dari Nabi s.a.w yang mutawattir dan memenuhi syaratsyaratnya. Dan yang wajib kita percayai hanyalah yang tegas-tegas saja, dengan tidak boleh menambah – nambah keterangan yang sudah tegas – tegas itu dengan keterangan berdasarkan pertimbangan (perkiraan), karena firman Allah: “Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.” (Surat Yunus:36). Adapun syarat yang benar tentang kepercayaan, dalam hal ini ialah jangan ada sesuatu yang mengurangi keangungan dan keluhuran Tuhan, dengan mempersamakan-Nya dengan makhluk. Sehingga andaikata terdapat kalimat-kalimat yang kesan pertama mengarah kepada arti yang demikian, meskipun berdasarkan berita yang mutawattir (menyakinkan), maka wajiblah orang mengabaikan makna yang tersurat dan menyerahkan tafsir arti yang sebenarnya kepad Allah dengan kepercayaan bahwa yang terkesan pertama pada pikiran bukanlah yang dimaksudkan, atau dengan takwil yang berdasarkan alasan-alasan yang dapat diterima.

 

Dalam al-Quran, yang sudah pasti mutawatir dan qat’i, banyak sekali menyebutkan sifat-sifat allah, seperti dalam firman Allah:

ان الله سميع عليم

Pada ayat di atas, ada ada dua sifat yaitu:

سميع

عليم

Jadi, 20 sifat itu berdasarkan nas tadi.

Memang imam asyari belum menyebutkan sifat dua puluh. Dalam kitab-kitabnya seperti dalam kitab al Ibanah, Alluma, risalatu ila ahli at-Tsaghri, atau lainnya, beliau banyak menyebutkan tentang sifat Allah, dan tidak menyebutkan pada sifat dua puluh.  Sebutan dua puluh, adalah ijtihad ulama kalangan asyari setelah sang Imam. Sekali lagi, semua berlandaskan pada dalil mutawatir.

Apakah harus dua puluh? Seaungguhnya ulama kalam khilaf soal batasan sifat Allah. Madzhab Asyari mengatakan, tidak boleh memberikan sifat Allah yang tidak ada nasnya. Semntara sebagian kalangan berpendapat, bahwa selama sifat tersebut layak bagi Allah yang sesuai dengan kemahakuasaannya, maka boleh. Ini adalah pendapat kalangan Muktazilah.

Adapun makna bersemayam di atas  arsy, di madzhab asyari ada dua aliran

  1. Tafwith yaitu memahami lafal istiwa, sementara maknanya diserahkan kepada Allah. Pendapat ini seperti yang dinyatakan oleh imam Malik.

الاستواء معلوم

والكيف مجهول

والسؤال عنه بدعة

،2. Takwil, yaitu mentakwilkan ayat di atas dengan makna lain yang sesuai. Ulama Asyari mentakwil istiwa dengan kuasa Allah.

 

Di buku fatwanya, Muhammadiyah memilih tafwith.

Sementara utk ayat وهو اقرب من حبل الوريد Muhammadiyah memilih takwil.

Jadi pendapat Muhammadiyah tidak berbeda dg pendapat madzhab asyari. Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=