Monday, February 17, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Antara Tujuan (Maqashid)  dan Sarana (Wasilah)

tangan_20131022_205404

 

Sering kita mendengar bahwa hukum potong tangan dan rajam merupakan wasilah (sarana). Tujuan utamanya adalah agar para pelaku kejahatan bisa jera dari perbuatannya. Jika dua macam hukuman tadi tujuan utamanya sekadar sebagai efek jera, maka sarana bisa berubah sesuai dengan ruang waktu. Yang terpenting adalah bahwa tujuan tetap bisa tercapai.

 

Alasan yang biasanya dikemukakan adalah bahwa pada zaman dahulu sarana yang paling efektif bagi orang yang mencuri adalah dengand memotong tangannya. Sementara bagi para pezina yang sudah beristri dengan hukum rajam. Hukum ini sangat sesuai dengan masyarakat Arab keras.

 

Benarkah demikian?

Memang benar bahwa hukum potong tangan dan rajam merupakan sarana. Tujuan utama dari hukum potong tangan adalah untuk menjaga harta. Sementara tujuan utama dari hukuman rajam adalah untuk menjaga kehormatan.

 

Apakah sarana bisa berubah sesuai ruang waktu? Di sini kita harus melihat kepada teks al-Qurannya. Ada sarana yang bisa berubah sesuai dengan ruang waktu, namun ada sarana yangsudah ditentukan oleh Allah dengan menurunkan ayat yang sudah qat’I dilalah. Artinya, penafsiran ayat tadi tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Jika sarana tadi sudah jelas ketentuannya dengan dalil qatiy tsubut dilalah, maka seorang mujtahid tidak bisa melakukan ijtihad lagi. Artinya, sarana tadi tetap harus dterapkan kapan dan dimanapun. Contohnya adalah hukum potong tangan da rajam tadi.

 

Hanya yang harus diperhatikan adalah masalah persyaratan, apakah memang seorang pencuri benar-benar mencuri karena tindakan kriminal, karena kebutuhan, atau karena apa? Lalu seberapa besar barang yang dia curi? Hal ini penting karena tidak semua pencuri harus dipotong tangannya. Jika ia mencuri karena kebutuhan mendesak, maka ia tidak boleh dihukum. Bahkan masyarakat sekitar yang harus dihukum karena telah kehilangan kepekaan terhadap saudaranya sesama muslim yang kelaparan. Ini pernah terjadi di zaman Umar.

 

Terkait hukum rajam, syaratnya lebih berat lagi. Harus ada empat saksi yang bisa dipercaya dan benar-benar melihat pelaku dalam kondisi berzina. Syarat ini tidak bisa digantikan dengan apapun juga, bahkan dengan dengan sarana modern seperti CCTV sekalipun. Jadi persyaratannya sangat berat. Makanya dalam sejarah islam sangat jarang terjadi hukum rajam. Jika ada, umumnya karena pengakuan pelaku, dan bukan karena tertangkap basah.

 

Mayoritas sarana bisa berubah. Contoh bahwa untuk shalat disunnahkan adzan. Dulu Bilal menaiki tempat yang tinggi untuk beradzan. Sekarang pakai pengeras suara.  Jadi ini sebagai sarana saja. Sama dengan wudhu untuk mendapatkan air, bisa dengan menggali sumur, bisa dengan ledeng atau lainnya. Intinya air bisa didapatkan dengan sarana apa saja. Shalat harus menutup awrat, bisa dengan memakai jubah, sarung dan baju takwa, celana panjang dan lain sebagainya. Jadi sarana yang tidak tertulis oleh nash secara qati dilalah, bisa berubah sesuai ruang waktu.

 

Banyak kelompok Islam yang mengatasnamakan sarana untuk menggugurkan berbagai hukum Islam. Bahkan tidak hanya hukum jinayat, hukum waris pun mereka persoalkan. Menurutnya, tujuan waris adalah untuk mendapatkan keadilan. Waktu itu bagi masyarakat Arab dengan pembagian laki-laki satu dan perempuan setengah sudah sangat adil. Namun bagi masyarakat modern di mana wanita sudah bekerja, maka ini sudah tidak sesuai lagi dan tidak ada nilai keadilan. Maka hukum waris harus dirubah.

 

Mereka yang berpednapat demikian umumnya tidak paham dengan hukum syariat dan ushul fikih. Ada istilah qati dilalah dan zhanni dilalah. Ada sesuatu yang boleh kita berijtihad dan  ada tempat di mana para mujtahid tidak boleh berijtihad. Standar seperti ini harus dipahami secara benar. Jika tidak, maka seluruh hukum al-Quran bisa berubah sesuai dengan keinginan manusia. Pada ahirnya, hukum Islam hanya dijadikan bulan-bulanan semata. Wallahu alam.

 

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

fifteen − seven =

*