Sunday, April 5, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Antara Syiah Ali dan Syiah Muawiyah

 

perang

Beberapa waktu lalu, di group diskusi sejarah whatsappa, membahas tentang Ali dan Muawiyah. Saya coba menjawabnya dengan singkat melalui pendekatan sosiologi sejarah. Beda dengan yang umu digunakan, yaitu pendekatan ideologi. Memang masih sangat mentah, karena sangat singkat. Meski demikians aya share di sini. Semoga ada manfaatnya.
pada masi Ali bin Abi Thalib, istilah syiah belum menjadi terminologi yang memberikan makna pada kelompok tertentu. Syiah masih mempunyai makna asli, yaitu pendukung. Oleh karena itu, waktu itu ada istilah Syiah Ali dan Syiah Muawiyah, maksudnya para pendukung Ali dan para pendukung Muawiyah.
Syiah mengalami penyempitan makna dan menjadi nama bagi kelompok oposisi, tatkala Mumawuyah berkuasa. Syiah adalah para pendukung Imam Ali dan keturunannya yang menjadi oposisi bagi pemerintah yang sah. Istilah Syiah Muawiyah redup dan hilang, digantikan dengan istilah pemerintah Bani Umayyah.

 

 

Dalam sikap oposisinya, Syiah terlihat sangat kritis. Mereka tetap menolakj pemerintahan Bani Umayyah karena menurut mereka tidak ilegal. Sikap penolakan tersebut kadang dilakukan melalui media, baik dengan halaqah dars, menulis buku, mimbar jumat atau lainnya, atau dengan mengangkat senjata langsung melawan pemerintah Bani Umayyah. Jadi ada pasang surut dalam melakukan perlawanan dengan Bani Umayyah.
Perlawanan Syiah secara militer, bermula sejak husai keluar dari Madinah dan menuju Bagdad untuk menemui pendukungnya di sana. Hanya saja, usaha Husain ini gagal karena dihadang pasukan Bani Umayyah di jalan. Husain syahid bersama dengan para pengikutnya.

 

Kaum syiah kembali mengangkat senjata pada masa Imam Zaid. Sang imam tidak hanya mendapatkan dukungan dari ulama syiah, bahkan Imam Habu Hanifah sendiri secara moril memberikandukungan kepada beliau. Imam zaid sendiri merupakan sahabat dekat imam Abu Hanifah. Imam zaid syahid, lalu dilanjutkan oleh putranya, imam yahya. Ia pun syahid dan dilanjutkan oleh cucunya.

 

 

Ada kelompok oposisiyang sering angkat senjata melawan Bani Umayyah. Kelompok ini adalah kaum khararij. Sama dengan Syiah, khawarij menganggap bahwa pemerintah Bani Umayyah tidak legal dan harus diturunkan. Bedanya, bagi kelompok khawarij, hukum menurunkan pemimpin ilegal ini wajib, meski jumlah mereka tidak banyak. Dalam sejarah, kelompok ini yang paling sering merong-rong pemerintah Bani Umayyah.

 

 

Pada masa khalifah Bani Umayyah, yang memegang tampuk pemerintahan, yang menjadi menteri dan militer, gurbenur dan bahkan semua PNS-nya berasal dari satu suku saja, yaitu suku Bani Umayyah. Sementara kelompo suku Arab lainnya tidak mendapatkan kue kekuasaan.
kelompok suku Arab yang paling berpengaruh, adalah Bani Hasyim. Mereka ini yang menjadi oposisi paling menakutkan bagi Bani Umayyah.  (Bersambung….)

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

7 + nine =

*