Tuesday, April 7, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Antara Illat Pada Kiyas Bayan dan Burhan

dfsahj

Sebelumnya pernah kami singgung mengenai kiyas bayan, yaitu kiyas yang biasa dipakai oleh para fuqaha dengan bertumpu pada kaedah bahasa. Dalam kiyas bayan, rukun kiyas ada empat, yaitu asal, cabang, illat dan hukum.
Asal merupakan persoalan pertama yang telah tertulis dalam nas.
Cabang merupakan persoalan kedua yang belum tertulis dalam nas. Secara otomatis, ketetapan hukum juga belum ada dalam nas.
Hukum merupakan ketentuan syariat yang terdapat pada persoalan asal dan telah tertulis dalam nas.
Illat merupakan sebab terjadinya atas ketetapan suatu hukum asal.

Kemudian, illat pda persoalan asal tadi dijadikan sebagai patokan untuk menentukan hukum pada persoalan cabang. Jika di perkara cabang terdapat illat yang sama dengan illat ada pada hukum asal, maka hukum cabang sama dengan hukum asal.

Contoh:
asal : Khamar
hokum :Haram
Cabang : Bir
illat : Memabukkan

Karena antara Bir dengan Khamar punya kesamaan illat, yaitu sama-sama memabukkan maka hukum cabang, yaitu Bir menjadi sama, yaitu haram

Bagaimana dengan kiyas burhan?
Kiyas burhan sendiri tersusun dari empat qadhaya hal, yaitu qadhiyyah 1, qashiyyah 2, rabith/had awsad dan natijah. Qadhiyyah 1, harus bersifat aksiomatis dan benar adanya. Ia sangat menentukan akan konklusi hukum yang dihasilkan. Manakala mukadimah 1 salah, maka kesimpulan akan salah. Untuk mudahnya mari kita lihat contoh pada kiyas iqtirani berikut:

(qadhiyyah 1) : Setiap yang memabukkan itu khamar
(qadhiyyah 2) : Setiap khamar itu haram
(konklusi) : Setiap yang memabukkan itu haram
Rabith/had al-awsath: khamar

Jika ada persoalan cabang, maka dibuat analogi sebagai berikut:
(qadhiyyah 1) : Setiap yang memabukkan itu khamar
(qadhiyyah 2) : Setiap khamar itu haram
(konklusi) : Setiap yang memabukkan itu haram
Sementara itu Bir memabukkan, bearti ia khamar yang haram.
Rabith/had al-awsath: khamar

Atau kiyas istitsna’I dengan cabang bir seperti contoh berikut:
Jika memabukkan, maka ia khamar. Jika khamar maka ia haram. Sementara itu, Bir memabukkan. Maka ia khamar yang haram

Di sini ada rabith atau had al awsath yaitu lafal atau kata yang menjadi penghubung antara qadhiyah pertama dan kedua. Jika dilihat dari contoh di atas, yang menjadi penghubung adalah khamar. Kebenaran khamar sangat bergantung kepada qadhiyyah 1, yaitu unsur memabukkan.

Banyak yang terkecoh dengan rabith ini. Sering sekali rabith disamakan dengan illat hukum, dengan asumsi bahwa:
1. Asal: qadhiyah 1.
2. Cabang: qadhiyah 2
3. Natijah/konklusi: ketetapan hukum
4. Maka rabith/had awsath menjadi illatnya.
Jika dilihat dari proses analogi Aresto di atas, rabith sesungguhnya tidak berfungsi sebagai illat. Rabith sesuai dengan namanya, sekadar sebagai penghubung antara qadhiyah 1 dan dua saja. Karena sifatnya penghubung, ia tidak mempunyai kekuatan hukum. Benar bahwa tanpa adanya rabith, analogi tidak akan terjadi. Hanya saja, ia bukan illat hukum.

Lantas di manakah kita akan menemukan illat hukium pada kiyas burhan ini? Sesungguhnya tidak ada illat dalam logika Aresto ini. Karena memang logia burhan beda dengan logika bayan. Hanya saja, jika mau disejajarkan, “illat” terletak di qadhiyah 1 atau mukadimah sughra. Hal ini, mengingat kebenaran kiyas Aresto sangat bergantung pada kebenaran pada mukadimah sughra ini. Oleh karena itu, kajian iduktif difokuskan pada qadhiyah 1. Artinya, “illat” burhan, terletak di qadhiyah 1.

Beda halnya dengan kiyas bayan, di mana kajian induktif terletak pada illat hukum. Kesamaan illat pada persoalan cabang dengan persoalan asal, yang akan menentukan atas ketetapan hukum syariat. Penelitian dilakukan pada illat cabang untuk melihat kesamaan dengan illat yang ada pada persoalan asal. Wallahu a’lam

=========
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

four × 2 =

*