Wednesday, February 26, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Antara Bani Hasyim dan Bani Umayyah

badui

 

Perseteruan antara Bani Hasyim dan Bani Umayyah ini terjadi sejak pra Islam. Mereka yang masuk Islam sebelum hijrah Rasulullah saw, kebanyakan berasal dari Bani Hayim. Ini lumrah karena memang Nabi Nuhammad saw sendiri berasal dari Bani Hasyim. Bahkan banyak juga dari suku Bani Hasyim yang tetap mendukung perjuangan Nabi meskipun mereka tidak masuk Islam. Ini dibuktikan dengan paman nabi, Abu Thalib yang gigih membela Nabi sampai ahir hayatnya, sementara ia sendiri tetap dalam keyakinan nenek moyang.

 

Dukungan kuat dari Bani Hasyim ini pula yang mengakibatkan Bani Umayyah tidak berani membunuh Nabi Muhammad sendirian. Mereka harus koalisi dengan suku-suku Arab lain, agar ketika Nabi Muhammad saw terbunuh, Bani Hasyim sulit untuk menuntut balas.

 

Waktu terjadi pemboikotan umat Islam di Mekah kepada nabi Muhammad saw, yang mendapat aksi boikot tidak hanya umat Islam, namun seluruh  Bani Hasyim, baik yang muslim atau yang belum Islam. Isi boikit terkait larangan bertransaksi dagang dengan Bani Hasyim. Larangan menikah dengan Bani Hasyim. Larangan berointeraksi sosial dengan Bani Hasyim.

 
Meski persaingan antara Bani Hasyim dan Bani Umayyah ini sangat ketat, namun pada akhirnya dapat disatukan oleh Nabi Muhammad saw. Penyatuan Bani Hasyim dengan Bani Umayyah itu, disimbulan dengan masuk islamnya Abu Sofyan menjelang fathu Makkah. Setelah itu, mereka berbondong-bondong masuk Islam.

 

 

Persatuan antara dua kabilah besar ini ternyata tidak berlangsung lama. Setelah khalifah Utsman terbunuh, sikap kesukuan bangsa Arab kembali muncul. Puncaknya, setelah khalifah Ali terbunuh dan Muawiyah bin Abi Sufyan mendirikan khalifah Bani Umayyah. Maka antara dua suku besar Arab ini kembali berseteru.

 

Khalifah Bani Umayyah runtuh, lalu digantikan dengan Khalifah dari Bani Hasyim. Agar bisa menyatukan kekuatan dari bani Hasyim, diambillah paman nabi Muhammad saw yang dianggap orang yang sangat berpengaruh dan paling dekat dengan Rasulullah saw, yaitu Abbas. Dari sini itilah Abbasiyah muncul. Wallahu alam.

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

one × five =

*