Tuesday, November 13, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Antara Akal dan Ilmu Logika Arestoteles

 

Jika kita baca Himpunan Putusan Tarjih BAB Iman, kita akan menemukan kalimat berikut ini:

اَمَّا بَعْدُ فَاِنَّ الفِرْقَةَ النَّاجِيَةَ (1 (مِنَ السَّلَفِ اَجْمَعُوا عَلَى الإِعْتِقَادِ بِأَنَّ العَالَمَ آُلَّهُ حَادِثٌ خَلَقَهُ االلهُ مِنَ العَدَمِ وَهُوَ اَىِ العَالَمُ) قَابِلٌ لِلفَنَاءِ (2 (وَعَلَى اّنَّ النَّظْرَ فِى الكَوْنِ لِمَعْرِفَةِ االلهِ وَاجِبٌ شَرْعًا (3 (وَهَا نَحْنُ نَشْرَعُ فِى بَيَانِ اُصُولِ العَقَائِدِ الصَّحِيْحَةِ.
Kemudian dari pada itu, maka kalangan ummat yang terdahulu, yakni mereka yang terjamin keselamatannya (1), mereka telah sependapat atas keyakinan bahwa seluruh ‘alam seluruhnya mengalami masa permulaan, dijadikan oleh Allah dari ketidak-adaan dan mempunyai sifat akan punah (2). Mereka berpendapat bahwa memperdalam pengetahuan tentang ‘alam untuk mendapat pengertian tentang Allah, adalah wajib menurut ajaran Agama (3). Dan demikianlah maka kita hendak mulai menerangkan pokok-pokok kepercayaan yang benar.
Yang harus digarisbawahi adalah kata مَعْرِفَةِ  dari kalimat ungkapanberikut ini:
وَعَلَى اّنَّ النَّظْرَ فِى الكَوْنِ لِمَعْرِفَةِ االلهِ وَاجِبٌ شَرْعًا
Dam bahwa an-Nazhar atas alam raya untuk mengetahui Allah hukumnya wajib sesuai syariat.

 

Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa kal sifatnya absrak. Akal adalah ilmu dharuri atau sebagian dari ilmu dharuri. Dengan akal, manusia dapat membedakan antara perbuatan yang baik dan yang buruk. Dengan akal pula, manusia kelak akan dimintai pertanggung di hadapan Allah. Dengan akal pula, manusia dapat merasionalisasikan banyak hal yang terkait dengan ilmu pengetahuan.

 

Jika kita membuka buku filsafat atau ilmu kalam, terutama ilmu kalam mutaakhirin kita akan menemukan bahasan terkait dengan ilmu logika. Tujuan utama diletakkan ilmu logika, menurut Ghazali adalah guna menjadi timbangan kebenaran akal. Ghazali sangat fanatik dengan ilmu logika sehingga mengatakan bahwa mereka yang tidak paham ilmu logika, kadar keilmuannya perlu dipertanyakan.

 

Ilmu mantik atau ilmu logika adalah sebuah cabang ilmu yang bertujuan untuk menjaga akal manusia agar tidak salah dalam berpikir. Dengan kata lain, ungkapan yang dikeluarkan oleh seseorang, dapat disampaikan secara logis dan tertata rapi. Pemikiran logis sesungguhnya ada sejak manusia dicdiciptakan dunia ini. Dengan kata lain bahwa manusia secara sadar atau tidak, sudah diberi potensi oleh Allah untuk dapat berpikir secara rasional.
Hanya saja, waktu itu belum ada yang membukukan sistematika berpikir logic ini. Strukturisasi pemikiran logis dalam bentuk cabang ilmu, baru ditulis oleh para filsuf Yunan, terutama oleh aristoteles dalam bukunya novum organum. Asto bukanlah penemu ilmu logika. Namun aresto filsuf pertama yang mula-mula memberikan rumusan dasar terkait berpikir secara logis ini.
Ilmi mantik mulai diterjemahkan ke dalam bahasa arab pada masa khilafah Abbasiyah. Mulanya, penerjemahan dilakukan apa adanya sesuai naskah asli dari bahasa Yunani. Para ulama lantas mempelajari ilmu ini secara rinci dan mendalam. Banyak tema yang masuk dalam ilmuantik, di antaranya terkait dengan tasawurat, tasdiqat, jadal, syiir, khithabah dll. Contoh-cintoh yang disampaikan sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masyarakat Yunan.
Dalam sejarah Islam dikatakan bahwa orang yang pertama kali menerjemahkan buku-buku Aristoteles adalah Yohanes bin al-Batrik. Namun yang paling terkenal dalam penerjemahan buku-buku filsuf Yunan adalah Ibnu Muqaffa. Bisa jadi, di masa ini ini juga ilmu logika Aristeteles diterjemahkan. Hal itu mengingat tidak bisa dipisahkan antara logika Aresto dengan pemikiran filsafatnya. Waktu ilmu ini diterjemahkan, terjadi perdrbatan panjang dikalangan para ulama, antara yang membolehkan atau mengharamkan. Bagi yang membolehkan, mereka menganggap bahwa ilmu ini sekadar sarana untuk dapat berpikir benar dan logis. Sementara bagi yang mengharamkan, mereka melihat bahwa ilmu ini merusak dan membahayakan akidah. Adapula yang beralasan bahwa ilmu ini tidak berguna. Alasannya manusia sudah dapat membedakan benar salah dan dapat berfikir logis sebelum datangnya para filsuf Yunan.
Perdebatan ini bisa dilihat ketika terjadi debat terbuka antara yunus bin mata yang pakar mantik dan abu said asairafi yang pakar bahasa arab. Bagi mata bin yunus, ilmu logika sangat penting dan bisa dipakai oleh setiap manusia. Ia adalah ilmu alat untuk mengatur makna makna kalimat secara logis.
Sementata asairafi berpendapat bahwa ilmu mantik adalah logikanya orang Yunan. Orang arap punya filsafat bahasa yang mempunyai struktur dan makna bahasa tersendiri. Logika Yunan tidak dapat diterapkan bagi orang Arab yang punya logika bahasa arab.
Perdebatan mengenai penggunaan ilmu mantik tetus berjalan. Ibni shalah misalnya, beliau mengharamkan ilmu mantik. Lalu muncul ulama  generasi setelahnya yaitu ibnu taimiyah. Beliau mengarang kitab arraddu alal mantiqiyyin dan dar’ul mantik. Setelah mereka, dilanjutkan oleh imam suyuti yang mengarang kitab shaunul mantik.
Beda lagi dengan para ulama kalam, filsuf dan ushul fikih. Mereka menggunakan ilmu logia sebagai sarana untuk memperkuat argumen keilmuan mereka secara logis. Ilmu mantik dalam tiga cabang ilmu tadi bahkan sering dijadikan sebagai mukadimah kitab.
Dalam sejarahnya, sesungguhnya ilmu mantik tidak ditelan mentah mentah oleh para ulama Islam. Pasca terjemahan, para ulama menelaah ulang ilmu ini dan disesuaikan dengan akidah islam. Setidaknya ada dua tugas yang dilakukan oleh para pakar mantik Islam, yaitu pertama membersihkan ilmu mantik dari paham pemikiran yang tidak sesuai dengan akidah islam. Kedua memberikan tema tambahan  dan merapikan truktur penulisan sehingga ilmu mantik lebih mudah dicerna.
Dengan melihat pada dua hal tadi, ilmu mantik yang dipelajari umat islam, bisa dikatakan adalah ilmu mantik dengan bentuk baru. Ilmu mantik menjadi ilmu baru yang mempunyai perbedaan dengan mantik Yunan. Barangkali mantik karya ibnu sina  yang masih merrpresentasikan mantik Yunan. Buku beliau yang berjudul ilmu mantik, baik dari sisi tema maupun cakupan bahasan, banyak kesamaan dwngan mantik Yunan. Tidak heran jika mantik ibnu sina cukup luas hingga tiga jilid besar.
Imam ghazali sebagai salah satu pakar mantik, juga banyak andil dalam pembaruan ilmu mantik ini. Beliau menuliskan beberpa buku yaitu mahakkunnazhar, mi’yarul ilmi dan juga dijadikan  mukadimah dalam kitab al mustasfa. Imam ghazali selain pakar mantik juga pakar kalam, filsafat, ushul fikih dan fikih. Beliau mencoba untuk menggeser beberapa terminologi dalam ilmu mantik dengan terminologi yang dekat dengan ushul dan fikih.

Umumnya buku-buku logika, dalam kajiannya akan membagi ke dalam 3 bahasan, yaitu tashawwurat, tasdiqat dan al-wujud. Tashawurat merupakan bahasan ilmu logika yang terkait dengan abstraksi sesuatu dalam otak kita. Pemahaman yang baik tentang tashawurat akan mempermudah kita mengetahui atas hakekat sesuatu. Ia mencakup bahasan tentang al-jins, an-nau, irdul am, irdhal khas dan fasl. Dengan menguasai tentang lima bagian tadi, akan mempermudah kita tatkala membuat sebuah definisi akan sesuatu. Dengan demikian, definisinya bisa singkat, padat dan mencakup.

 

Bahasan kedua terkait dengan tasdiqat, yaitu kiyas Aristetolian beserta syarat dan bagian-bagiannya. Kiyas ini biasanya digunakan untuk membuktikan mengenai kebenaran sesuatu. Selain kiyas, juga dibahas tentang sistem istiqra (kajian induktif).

 

Sementara bab wujud, dikaji secara singkat. Bab wujud kadang juga ditiadakan, sehingga praktis hanya kajian tashawurat dan tasdiqat. Bab wujud baru akan diperdalam di bahasa ilmu kalam, bab-bab pertama.

 

Logika Aresto, dalam ilmu kalam menjadi sarana untuk menguji kebenaran. Bahkan ia sering dijadikan sebagai mukadimah ilmu kalam. Sebelum mengkaji makna nazhar dan bab nazhar , umumnya akan dikaji terlebih dulu terkait dengan logika Aresto tersebut. Logika Aresto menjadi salah satu sarana ulama kalam untuk melihat akurasi argument yang diletakkan, atau untuk melihat kelemahan logika lawan. Logika Aresto, akan bersanding dengan logika Kiyas Ghaib Ala Syahid dan mencari justifikasi kebenaran. Wallahu a’lam.

 

===================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open