Tuesday, September 17, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Almarhum Chaerul Umam; Pemuda Muhammmadiyah Lebih Tertarik Pada Politik

chaerul_umam_2

Suatu kali, PCIM Kairo mengadakan pertemuan kader dengan sutradara ternama, Bapak Chaerul Umam di rumah salah satu penasihat PCIM. Beliau sengaja dating ke Kairo bersama krunya untuk membuat film Ketika Cinta Bertasbih.

Saya duduk di samping sang sutradara sambil bicara ringan. Saya memang mengagumi beliau. Meski sudah sepuh, namun semangat dakwah beliau lewat film benar-benar patut dijadikan contoh.

Dalam dialog kami, saya sengaja bertanya, “Pak, kenapa bapak tidak melakukan proses  kaderisasi di kalangan pemuda Muhammadiyah agar ada generasi penerus Bapak? Pertanyaan itu sekaligus sebagai harapan saya, bahwa dari rahim umat Islam, khususnya Muhammadiyah, muncul orang-orang hebat seperti beliau.

Saya berkeyakinan bahwa dakwah tidak harus selalu di masjid, tapi juga di mana saja. Termasuk dalam gedung bioskup. Dan beliau menjadi teladan umat. Beliau mampu membuat film berkualitas dan penuh dengan nilai-nilai dakwah.

Sedih jika dunia perfilman hanya berisi hantu-hantu, pornografi, cinta monyet, kericuhan dalam keluarga dan tema-tema lainnya yang justru semakin memperpuruk moral bangsa. Pilu, jika umat yang sudah terlanjur banyak masalah, lantas disuguhi tontonan yang justru akan semakin memperburuk dan menambah persoalan mereka.

Film merupakan media yang sangat efektif untuk membentuk karakter bangsa. Anak muda sekarang mudah terpengaruh oleh actor-aktor layar kaca. Film mampu masuk dalam rumah dan kamar setiap kita. Orang bisa berjam-jam duduk manis di depan TV hanya sekadar untuk menonton film. Sebaliknya, akan malas ketika diminta untuk menghadiri majelis taklim.

Karena demikian pentingnya film, maka pertanyaan itu saya lontarkan. Beliau memberikan jawaban simpel, namun menggambarkan kondisi ril umat Islam. Beliau menjawab, “Sekarang anak muda Muhammadiyah lebih tertarik ke politik”.

Saya jadi heran, ada gerangan apa di pentas politik? Kenapa begitu menariknya sehingga energi umat dihabiskan hanya untuk bersinggungan dengan politik? Bukankan ladang dakwah sangat luas dan tidak hanya terkungkung dalam sempitnya kekuasaan?

Jika dikatakan bahwa ketika umat Islam merebut kekuasaan, maka Islamisasi negara akan semakin mudah, namun buktinya mana? Para politisi Islam itu justru tersandung dengan kasus korupsi?

Kini Pak Chaerul Umam, sang maha guru dalam dunia dakwah perfilman telah tiada. Namun apa yang beliau tinggakan akan menjadi kenangan dan isnyaallah amal jariah untuk bekal beliau di akhirat. Semoga dari unmat ini, khususnya dari rahim Muhammadiyah muncul generasi baru yang mengikuti gerak langkah beliau.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 + thirteen =

*