Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Al-Muflihun Itu Pesantren Metodologi

10999010_10205022249289684_6295391121807074133_n

Saat ini bermunculan berbagai macam pesantren. Tujuan utama, umunya adalah tafaqquh fiddin, yaitu untuk mendalami ilmu agama. Dari sini, maka para alumni pesantren diharapkan akan pulang menjadi dai sebagai pengingat dan pembimbing umat agar selalu berprilaku sesuai dengan tuntunan syariat.

Almuflihun juga punya mimpi yang sama, yaitu mendirikan sebuah lembaga pendidikan berbasik pesantren. Hanya saja, orientasi dari almuflihun agak berbeda. Ia bukan sekadar pesantren dengan target santri menjadi seorang dai, namun ia adalah pesantren kader ulama.

Tentu berbeda antara dai dengan ulama. Dai adalah orang yang mengajak kepada kebenaran, dan turut andil dalam mencegah kemunkaran. Dai bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh mereka yang paham agamanya masih pemula.

Beda dengan ulama. Ia adalah orang yang mumpuni dalam bidang agama. Ulama bisa melakukan ijtihad untuk mencari berbagai persoalan umat. Tentu saja, ulama di sini sangat luas dan terkait dengan spesialisasi ilmu tertentu.

Almuflihun ingin konsentrasi mencetak ulama dalam spesialisasi agama. Untuk menjadi ulama ini, butuh penguasaan metodologi ijtihad. Maka almuflihun berusaha memberikan bekal metodologi bagi para santri. Bahkan, metodologi ini menjadi konsentrasi utama, disamping juga ilmu-ilmu keagamaan yang sifatnya praktis.
Untuk menguasai metodologi ijtihad ini, santri harus kuat di bidang Quran dan hadis, bahasa arab dengan berbagai cabangnya, mantiq, ushul fikih, ulumul quran, ulumul hadis, kalam dan filsafat dan lain sebagainya. Santri juga harus menguasai hasil-hasil ijtihad para ulama klasik seperti tafsir, syarah hadis, fikih mazhab dan perbandingan madzhab, kalam dan lain sebagainya. Selain itu, santri dituntut untuk menguasai berbagai persoalan kontemporer.

Dengan bekal tadi, diharapkan santri mampu menggunakan piranti ijtihad untuk mencari solusi alternatif atas persoalan keumatan sesuai dengan syariat Islam. Jadi, santri selalu dilatih untuk melakukan ijtihad. Dengan demikian, akan muncul kepekaan terkait urgensi ijtihad bagi umat Islam saat ini.

Karena menjadi ulama sangat berat, maka jenjang pendidikan bagi almuflihun juga lama. Setidaknya dari SD hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. SD konsentrasi untuk menghafal al-Quran dan hadis nabi. SMP-SMA untuk penguasaan metodologi ijtihad. Dan kelak, mimpi almuflihun mempunyai Perguruan Tinggi sendiri yang akan dijadikan sebagai upaya pendalaman terhadap berbagai persoalan Islam kontemporer. Perguruan tinggi sebagai spesialisasi atas ilmu-ilmu keislaman.

Inilah barangkali yang membedakan antara almuflihun dengan pesantren lainnya. Ia berbasik pada turas Islam, namun peka terhadap persoalan kontemporer. Ia bukan sekadar pencetak dai, lebih dari itu ia adalah pesantren kader ulama. Semoga mimpi besar untuk ikut andil dalam membangun peradaban Islam kontemporer ini bisa terwujud. Amiin.

Bagi yang ingin wakaf tunai, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open