Sunday, January 17, 2021
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Ahir Zaman: Penolakan Penutupan Tempat Maksiatpun Dengan Tabligh Akbar Dan Istighasah

timthumb

Sebelum penutupan Dolly, tempat prostitusi terbesar seasia Tenggara, banyak terjadi protes di kalangan PSK dan pelaku usaha maksiat lainnya. Maklum saja, tempat hitam tersebut selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Secara psoikologis, orang yang mempunyai penghasilan mapan, tiba-tiba pintu rezkinya ditutup, ia akan berontak.

Bu Risma, Sang Mujahid Perempuan menyadari mengenai kebingungan para PKS tadi. Beliau menyiapkan berbagai upaya antisipasi, baik melalui pembinaan mental, pesangon, hingga pemberian keterampilan.

Hanya yang saya tidak habis pikir, bahwa mereka yang menolak penutupan tempat maksiat tersebut, melakukan aksi protes dengan menyelenggarakan tabligh akbar dan tarhib Ramadhan. Selain itu, mereka juga melakukan “istighasah”, dan membaca shalawat secara bersama-sama.

Benar-benar tidak masuk akal, Bagaimana bias penolakan penutupan tempat maksiat, dilakukan dengan membawa agama? Secara nalar sehat, agama mana yang menghalalkan prostitusi? Logika siapa yang bisa membuktikan bahwa prostitusi adalah perbuatan terpuji?

Jika dilakukan poling ke masyarakat yang tidak beragama pun, jawaban jujur yang akan keluar akan menyatakan bahwa prostitusi adalah perbuatan tercela.

Dalam Islam, prostitusi adalah perbuatan dosa besar. Dalam maqashid syariah, ia melanggar kehormatan dan melanggar penjagaan terhadap keturunan.

Orang yang berzina, jika belum menikah maka hukumannya dicambuk 100 kali dan diasingkan dari masyarakat. Jika ia sudah berkeluarga, maka hukumannya dirajam sampai mati.

Jadi, perzinaan ini bukan urusan sepele. Ia penyakit sosial yang sangat berbahaya. Ia dapat merusak moral bangsa. Karena terkait penyakit sosial, maka hukumannya juga sangat tegas agar penyakit tadi tidak menjalar ke mana-mana.

Persoalannya, masyarakat sekarang sudah tidak peduli dengan dosa. Manusia lebih memilih jalan pintas untuk mencari rezki. Kehidupan dunia sudah lebih diutamakan dan lebih penting dibandingkan dengan akibat yang akan ia hadapi kelak di akhirat.

Kehidupan hedonis masyarakat, menjadi salah satu penyebab utama. Orang mencari harta bukan lagi untuk kecukupan, tapi mencari kemewahan. Padahal perut manusia tidak pernah akan kenyang dengan dunia.

Banyak PSK yang setelah dibina, kembali lagi ke lembah hitam. Logika yang dipakai sangat sederhana, “Untuk apa capek-capek bekerja sebulan hanya dapat 700 ribu. Uang segitu mah, bisa didapat dalam satu malam”.

Untuk Bu Risma, Sang Mujahid Sejati, hanya ada satu kata, “salut”. Anda adalah salah satu abdi masyarakat yang berani menegakkan kebenaran meski beresiko tinggi. Hanya Allah yang akan membalas keberanian Ibu.

Pada akhirnya, kita turut berdoa agar para pelaku maksiat segera bertaubat. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka dan mengampuni segala dosanya. Semoga Allah membukakan rezki yang halal bagi mereka. Amiin

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

5 × 4 =

*