Thursday, September 20, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Agar Majelis Tarjih Kian Produketif; Sekadar Usulan

Al azhar sering membuat proyek pemikiran. Untuk merealisasikan suatu proyek pemikiran, biasa dilakukan dg beberapa cara, di antaranya sebagai berikut:
1. Dibentuk TIM. Mereka ini lantas membuat buku secara berjamaah sesuai dg bagian dan tugas masing-masing. Contoh bukunya adalah buku arradu ala khawarijil asri yang 5 jilid. Buku ini disusun oleh tim.
2. Dengan membuat seminar, lalu hasil seminar dibukukan. Contoh buku yg berjudul imam asyariy, imamu ahli assunnaj wal jamaah. Buku ini terdiri dari 5 jilid besar yang merupakan hasil riset dan seminar dari para azhari (ulama atau alumni al azhar baik yg dari mesir maupun luar mesir.
3. Buku hasil perorangan dari para ulama azhar baik yang masih hidup atau sudah wafat. Al azhar akan memilih buku yang sesuai, lalu buku perorangan tadi didiskusikan TIM. Jika disetujui maka buku itu dianggap mewakili atau resmi bagian dari pemikiran dan suara al azhar. Contoh adalah buku yg berjudul al inshaf. Buku ini banyak memberikan tanggapan atas pemikiran para ulama “salafi”. Karena sesuai dg proyek azhar yang sedang digodok yaitu counter pemikiran gerakan salafiyah maka ia mendapatkan stempel al azhar.
4. azhar akan menunjuk satu orang untuk menulis buku. Bukunya kelak akan didiskusikan dan menjadi buku resmi yg mengatasnamakan al azhar.

Untuk hak pemikiran tetap berada di tangan penulis masing-masing. Azhar hanya memberikan stempel dan rekomendasi atas pemikirannya.
Maka tidak heran jika dalam satu proyek pemikiran, di al azhar akan muncul banyak buku, karena memang modelnya seperti ini.

Jika bersandar pada tim saja, lalu buat draf bersama, sidang dll, butuh waktu cukup lama.

Model yang diterapkan al azhar menjadi jalan pintas yang bisa dicontoh.

Majelis Tarjih PPM punya PR untuk membuat risalah tauhid yang mencerahkan dan menggerakkan. Sesungguhnya empat model proyek al azhar itu, bisa dijadikan contoh. Salah satu tujuannya adalah memutus mata rantai birokrasi.

Misal adalah buku pelajaran agama Islam karya Prof Dr. Hamka. Buku ini sangat bagus dan senafas dengan bab Iman dalam HPT.

Di buku ini tidak ada pembagian 3 macam tauhid seperti dalak HPT. Nilai filsafat dan kalamnya juga kental. Lebih dari itu, sangat mencrrahkan dan menggerakkan.

MTT tinggal membawa buku ini ke TIM. Lalu didiskusikan bersama. Jika memang disepakati, maka terbitkanlah buku ini dg stempel MTT.

Agar tidak ada masalah dg penerbit, bisa kerjasama dg pihak penerbit.
Atau MTT cukup memberikan rekomendasi dan biarkan jamaah mencari buku di pasaran.

Atau buat seminar, atau buat tim. Atau tugaskan perorangan utk menulis.

Dg berbagai cara tadi, PR besar yang sangat penting ini, dapat dilaksanakan dg baik tanpa harus menunggu lama.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open