Tuesday, April 24, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Makmum Mempercepat Shalatnya Dan Salam Duluan, Bolehkah?

Ust, waktu saya shalat isya, imam bacanya panjang, padahal saya lagi di perjalanan dan buru-buru mobil mau jalan. bolehkah saya lanjutkan sendiri shalatnya dengan mendahului imam?

Jawab:
Prinsip awalnya bahwa makmu harus mengikuti imam seperti hadis Bukhari Muslim berikut ini:

له صلى الله عليه وسلم: إنما جعل الإمام ليؤتم به، فإذا كبر فكبروا وإذا ركع فاركعوا وإذا سجد فاسجدوا، وإذا صلى قائماً فصلوا قياماً. متفق عليه
Sesungguhnya dijadikannya imam itu untuk diikuti. Jika imam bertakbir maka takbirlah kalian, jika rukuk maka rukuklah kalian, jika sujud maka sujudlah kalian, dan jika ia shalat dengan berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri.

Hanya saja, para Imam Madzhab dari kalangan Syafiiyah seperti yang diungkapkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Majmu dan Hambaliyah seperti yang diungkapkan oleh imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni, mereka membolehkan seorang makmum untuk mendahului imam karena ada udzur. Dalil yang dijadikan pihakan adalah hadis berikut ini:

روى جابر قال: كان معاذ يصلي مع رسول الله صلى الله عليه وسلم صلاة العشاء ثم يرجع إلى قومه فيؤمهم، فأخر النبي صلى الله عليه وسلم صلاة العشاء فصلى معه ثم رجع إلى قومه فقرأ سورة البقرة، فتأخر رجل فصلى وحده فقيل له: نافقت يا فلان، قال: ما نافقت، ولكن لآتين رسول الله صلى الله عليه وسلم فأخبره، فأتى النبي صلى الله عليه وسلم فذكر له ذلك، فقال: أفتان أنت يا معاذ؟! أفتان أنت يا معاذ؟! مرتين، اقرأ سورة كذا وسورة كذا، وقال وسورة ذات البروج والليل إذا يغشى، والسماء والطارق، وهل أتاك حديث الغاشية. متفق عليه.
Diriwayatkan dari sahabat Jabir dia berkata, suatu hari Muadz shalat Isya bersama dengan Rasulullah saw lalu ia kembali ke kaumnya dan menjadi imam shalat untuk mereka. lalu nabi meanjangkan shalat isya maka muadz shalat bersama nabi Muhammad saw lalu muadz pulang ke kempungnya dan menjadi imam shalat dengan membaca surat al baqarah. lalu seseorang merasa kelamaan, lalu ia melanjutkan shalatnya sendiri. lalu muadz berkata kepadanya, “Kamu telah menjadi orang munafik wahai fulan”. lalu orang itu menjawab, tidak saya tidak munafik. saya akan megadukan perkara ini kepada rasulullah saw.,. lalu dia mendatangi rasulullah saw dan melaporkan apa yang terjadi. maka rasulullah saw bersabda, “Kamu mentang-mentang masih muda wahai muadz? “Kamu mentang-mentang masih muda wahai muadz?. pernyataan rasul diulang dua kali. Kamu baca saja surat ini, lalu surat ini. lalu rasul melanjutkan, surat dzatul buruj, surat allail idza yasghsya, wssamai wathraiq, dan hal ataka haditsul ghasyiyah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis ini, Rasul saw tidak memerintahkan kepada sahabat yang mengadukan muadz untuk mengulangi shalatnya. Ini artinya Rasulullah saw membolehkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh sahabat tadi yang shalat mendahului imam. Wallahu a’lam

=======================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open